<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Gempa M5,0 di Mentawai Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng</title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa mengguncang Kepulauan Mentawai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038175/penyebab-gempa-m5-0-di-mentawai-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038175/penyebab-gempa-m5-0-di-mentawai-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng"/><item><title>Penyebab Gempa M5,0 di Mentawai Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038175/penyebab-gempa-m5-0-di-mentawai-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038175/penyebab-gempa-m5-0-di-mentawai-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/337/3038175/penyebab-gempa-m5-0-di-mentawai-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng-OrLQgcBepb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/337/3038175/penyebab-gempa-m5-0-di-mentawai-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng-OrLQgcBepb.jpg</image><title>Ilustrasi gempa (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMS8xLzE4MjcwNi81L3g5MXhqcm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa 23 Juli 2024 pukul 10.10 WIB. Gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 5,0.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,72&amp;deg; LS ; 99,54&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 32 Km arah Barat Laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 18 km.

&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ),&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Gempa Besar M5,0 Mentawai Tidak Berpotensi Tsunami


Gempa bumi ini dirasakan di Kepulauan Mentawai dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Agam dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Padang Panjang dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Daryono mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 10.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

&amp;ldquo;Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.

BACA JUGA:
Saksi Kunci Kasus Vina Cirebon Dede Datangi LPSK Minta Perlindungan

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMS8xLzE4MjcwNi81L3g5MXhqcm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa 23 Juli 2024 pukul 10.10 WIB. Gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 5,0.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,72&amp;deg; LS ; 99,54&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 32 Km arah Barat Laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 18 km.

&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ),&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Gempa Besar M5,0 Mentawai Tidak Berpotensi Tsunami


Gempa bumi ini dirasakan di Kepulauan Mentawai dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Agam dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Padang Panjang dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Daryono mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 10.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

&amp;ldquo;Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.

BACA JUGA:
Saksi Kunci Kasus Vina Cirebon Dede Datangi LPSK Minta Perlindungan

</content:encoded></item></channel></rss>
