<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cak Imin Singgung soal Gibran Wapres dan Soeharto Jatuh Usai Lantik Mbak Tutut Jadi Mensos</title><description>Meski begitu, dirinya tetap bersyukur perubahan dramatis ketika Gibran maju tidak sampai menimbulkan perpecahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038485/cak-imin-singgung-soal-gibran-wapres-dan-soeharto-jatuh-usai-lantik-mbak-tutut-jadi-mensos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038485/cak-imin-singgung-soal-gibran-wapres-dan-soeharto-jatuh-usai-lantik-mbak-tutut-jadi-mensos"/><item><title>Cak Imin Singgung soal Gibran Wapres dan Soeharto Jatuh Usai Lantik Mbak Tutut Jadi Mensos</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038485/cak-imin-singgung-soal-gibran-wapres-dan-soeharto-jatuh-usai-lantik-mbak-tutut-jadi-mensos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/23/337/3038485/cak-imin-singgung-soal-gibran-wapres-dan-soeharto-jatuh-usai-lantik-mbak-tutut-jadi-mensos</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/337/3038485/cak-imin-singgung-soal-gibran-wapres-dan-soeharto-jatuh-usai-lantik-mbak-tutut-jadi-mensos-98JroKdQp5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/337/3038485/cak-imin-singgung-soal-gibran-wapres-dan-soeharto-jatuh-usai-lantik-mbak-tutut-jadi-mensos-98JroKdQp5.jpg</image><title>Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar/Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjYzOS81L3g5MXFjeWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar membuka langsung harlah Ke-26  dan Mukernas PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Cak Imin -- panggilan akrabnya -- menyinggung ketika Presiden Soeharto lengser usai melantik anaknya. Dia melihat Indonesia mengalami perubahan yang dramatis usai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming Raka menjadi kontestan pilpres 2024.

BACA JUGA:
Cak Imin Bekelakar Mau Maju Pilgub Jakarta 2024 di Acara Mukernas PKB

&quot;Di dalam negeri kita mengalami satu perubahan yang dramatis. Dulu kita tidak pernah membayangkan Pak Harto yang sekuat itu saja, baru ngangkat Bu Tutut jadi Mensos sudah jatuh,&quot; ujar  Cak Imin dalam pidato pembukaannya.

BACA JUGA:
Urusan Pilkada 2024, Cak Imin Bilang Tak Mau Ikut-Ikut

&quot;Hari ini, Pak Jokowi bisa menjadikan anaknya (wakil) presiden dan aman-aman saja,&quot; sambungnya.
Meski begitu, dirinya tetap bersyukur perubahan dramatis ketika Gibran maju tidak sampai menimbulkan perpecahan.
&quot;Kita bersyukur apapun perubahan dramatis itu Alhamdulillah Indonesia masih aman, nyaman, damai dan bersatu,&quot; sambungnya.Dia mengaku tidak pernah membayangkan konstelasi politik nasional yang begitu dinamis. Oleh sebab itu, fondasi-fondasi kekuatan tetap harus dijaga agar persatuan bangsa ini terus berjalan dengan baik.



&quot;Ini semua karena kekuatan rakyat, masyarakat dan seluruh kekuatan politik bangsa ini terus bersatu pada dalam satu komitmen kebangsaan yang kokoh dan kuat. Oleh karena itu potensi perpecahan harus diantisipasi,&quot; katanya.

Oleh karena itu, dia meminta jajarannya harus menjadi penguat ideologi kebangsaan yang kokoh.&amp;rdquo; Hal itu menjadi syarat bagi terwujudnya kokohnya persatuan dalam berbagai tantangan yang dinamis,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wOC8xLzE4MjYzOS81L3g5MXFjeWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar membuka langsung harlah Ke-26  dan Mukernas PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Cak Imin -- panggilan akrabnya -- menyinggung ketika Presiden Soeharto lengser usai melantik anaknya. Dia melihat Indonesia mengalami perubahan yang dramatis usai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming Raka menjadi kontestan pilpres 2024.

BACA JUGA:
Cak Imin Bekelakar Mau Maju Pilgub Jakarta 2024 di Acara Mukernas PKB

&quot;Di dalam negeri kita mengalami satu perubahan yang dramatis. Dulu kita tidak pernah membayangkan Pak Harto yang sekuat itu saja, baru ngangkat Bu Tutut jadi Mensos sudah jatuh,&quot; ujar  Cak Imin dalam pidato pembukaannya.

BACA JUGA:
Urusan Pilkada 2024, Cak Imin Bilang Tak Mau Ikut-Ikut

&quot;Hari ini, Pak Jokowi bisa menjadikan anaknya (wakil) presiden dan aman-aman saja,&quot; sambungnya.
Meski begitu, dirinya tetap bersyukur perubahan dramatis ketika Gibran maju tidak sampai menimbulkan perpecahan.
&quot;Kita bersyukur apapun perubahan dramatis itu Alhamdulillah Indonesia masih aman, nyaman, damai dan bersatu,&quot; sambungnya.Dia mengaku tidak pernah membayangkan konstelasi politik nasional yang begitu dinamis. Oleh sebab itu, fondasi-fondasi kekuatan tetap harus dijaga agar persatuan bangsa ini terus berjalan dengan baik.



&quot;Ini semua karena kekuatan rakyat, masyarakat dan seluruh kekuatan politik bangsa ini terus bersatu pada dalam satu komitmen kebangsaan yang kokoh dan kuat. Oleh karena itu potensi perpecahan harus diantisipasi,&quot; katanya.

Oleh karena itu, dia meminta jajarannya harus menjadi penguat ideologi kebangsaan yang kokoh.&amp;rdquo; Hal itu menjadi syarat bagi terwujudnya kokohnya persatuan dalam berbagai tantangan yang dinamis,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
