<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seminggu Operasi Patuh Jaya 2024 di Jaksel, Ribuan Kendaraan Ditindak   </title><description>Pelanggaran lalu lintas didominasi kendaraan roda dua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038117/seminggu-operasi-patuh-jaya-2024-di-jaksel-ribuan-kendaraan-ditindak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038117/seminggu-operasi-patuh-jaya-2024-di-jaksel-ribuan-kendaraan-ditindak"/><item><title>Seminggu Operasi Patuh Jaya 2024 di Jaksel, Ribuan Kendaraan Ditindak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038117/seminggu-operasi-patuh-jaya-2024-di-jaksel-ribuan-kendaraan-ditindak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038117/seminggu-operasi-patuh-jaya-2024-di-jaksel-ribuan-kendaraan-ditindak</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/338/3038117/seminggu-operasi-patuh-jaya-2024-di-jaksel-ribuan-kendaraan-ditindak-iwnh9jiJE4.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Operasi Patuh Jaya 2024. (Foto: Dok Polisi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/338/3038117/seminggu-operasi-patuh-jaya-2024-di-jaksel-ribuan-kendaraan-ditindak-iwnh9jiJE4.JPG</image><title>Operasi Patuh Jaya 2024. (Foto: Dok Polisi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4Mjg5My81L3g5MmJ0cXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Operasi Patuh Jaya 2024 telah digelar selama 1 minggu atau sejak tanggal 15 sampai 22 Juli 2024 di Jakarta Selatan. Tercatat, ada ribuan kendaraan yang ditindak dengan Teguran hingga ETLE. Pelanggaran lalu lintas didominasi kendaraan roda dua dengan pelanggaran tertinggi melawan arus dan tak memakai helm.

&quot;Jadi untuk di wilayah Jakarta Selatan setelah 1 minggu Operasi Patuh Jaya 2024, sudah terjaring 1.128 penindakan menggunakan E-TLE dan 1.508 dengan teguran,&quot; ujar Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Kompol Yunita Natalia Rungkat melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2024).

BACA JUGA:
Operasi Patuh Lodaya 2024, Ratusan Pengendara Motor Kena Tilang karena Lawan Arah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menungkapkan, ribuan kendaraan ditindak di 3 titik lokasi fokus operasi di Jakarta Selatan, yakni di kawasan lampu lalin Robinson Pasar Minggu, Lampu Lalin Fatmawati Cilandak, dan Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama. Titik lokasi lainnya ditindak secara mobile. Paling banyak pelanggar roda dua lantaran melakukan lawan arus hingga tak memakai helm.

&quot;Harapan kami, lokasi yang menjadi sasaran atau menjadi target Operasi Patuh Jaya 2024 ini mengalami penurunan untuk angka pelanggaran lalu lintas. Sehingga, menurunkan juga angka kecelakaan lalu lintas,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Sepekan Operasi Patuh Progo, 1.129 Kendaraan Kena Tilang di Bantul

Yunita menambahkan, dalam operasi tersebut, pihaknya mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk penegakan hukumnya. Polisi juga memberikan imbauan, edukasi, dan penilangan secara ETLE hingga penilangan maupun manakala menemukan pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan fatalitas.

&quot;Prioritas pelanggaran, ada 14 pelanggaran yang menjadi target Operasi Paruh Jaya 2024. Kami harap kesadaran akan tertib berlalu lintas tumbuh dari masyarakat, tak hanya karena ada petugas, tetapi betul-betul menjadi suatu kebutuhan keselamatan,&quot; katanya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4Mjg5My81L3g5MmJ0cXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Operasi Patuh Jaya 2024 telah digelar selama 1 minggu atau sejak tanggal 15 sampai 22 Juli 2024 di Jakarta Selatan. Tercatat, ada ribuan kendaraan yang ditindak dengan Teguran hingga ETLE. Pelanggaran lalu lintas didominasi kendaraan roda dua dengan pelanggaran tertinggi melawan arus dan tak memakai helm.

&quot;Jadi untuk di wilayah Jakarta Selatan setelah 1 minggu Operasi Patuh Jaya 2024, sudah terjaring 1.128 penindakan menggunakan E-TLE dan 1.508 dengan teguran,&quot; ujar Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Kompol Yunita Natalia Rungkat melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2024).

BACA JUGA:
Operasi Patuh Lodaya 2024, Ratusan Pengendara Motor Kena Tilang karena Lawan Arah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menungkapkan, ribuan kendaraan ditindak di 3 titik lokasi fokus operasi di Jakarta Selatan, yakni di kawasan lampu lalin Robinson Pasar Minggu, Lampu Lalin Fatmawati Cilandak, dan Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama. Titik lokasi lainnya ditindak secara mobile. Paling banyak pelanggar roda dua lantaran melakukan lawan arus hingga tak memakai helm.

&quot;Harapan kami, lokasi yang menjadi sasaran atau menjadi target Operasi Patuh Jaya 2024 ini mengalami penurunan untuk angka pelanggaran lalu lintas. Sehingga, menurunkan juga angka kecelakaan lalu lintas,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Sepekan Operasi Patuh Progo, 1.129 Kendaraan Kena Tilang di Bantul

Yunita menambahkan, dalam operasi tersebut, pihaknya mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk penegakan hukumnya. Polisi juga memberikan imbauan, edukasi, dan penilangan secara ETLE hingga penilangan maupun manakala menemukan pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan fatalitas.

&quot;Prioritas pelanggaran, ada 14 pelanggaran yang menjadi target Operasi Paruh Jaya 2024. Kami harap kesadaran akan tertib berlalu lintas tumbuh dari masyarakat, tak hanya karena ada petugas, tetapi betul-betul menjadi suatu kebutuhan keselamatan,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
