<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amankan Demo BEM SI, Anggota Polres Jakpus Matanya Terluka Kena Batu</title><description>Kericuhan terjadi usai massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dipukul mundur oleh polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038277/amankan-demo-bem-si-anggota-polres-jakpus-matanya-terluka-kena-batu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038277/amankan-demo-bem-si-anggota-polres-jakpus-matanya-terluka-kena-batu"/><item><title>Amankan Demo BEM SI, Anggota Polres Jakpus Matanya Terluka Kena Batu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038277/amankan-demo-bem-si-anggota-polres-jakpus-matanya-terluka-kena-batu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/23/338/3038277/amankan-demo-bem-si-anggota-polres-jakpus-matanya-terluka-kena-batu</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/338/3038277/amankan-demo-bem-si-anggota-polres-jakpus-matanya-terluka-kena-batu-wYsiZEzAKy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo BEM SI kritik 10 tahun pemerintahan Jokowi (Foto: Irfan Maruf) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/338/3038277/amankan-demo-bem-si-anggota-polres-jakpus-matanya-terluka-kena-batu-wYsiZEzAKy.jpg</image><title>Demo BEM SI kritik 10 tahun pemerintahan Jokowi (Foto: Irfan Maruf) </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNi8xLzE4MTQ2Ny81L3g4enI1bmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota Polres Metro Jakarta Pusat terluka di bagian mata saat mengamankan demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin, (22/7/2024) malam. Petugas terkena lemparan batu dari pedemo.

&quot;Ada yang terluka kena lemparan batu, luka di bagian mata sebelah kanan,&quot; ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan, Selasa (23/7/2024).

Kericuhan terjadi usai massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dipukul mundur oleh polisi dalam aksi unjuk rasa 10 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mahasiswa menyampaikan 12 tuntutan, salah satunya terkait penolakan dwifungsi TNI-Polri.

BACA JUGA:
Situasi Chaos, Polisi Semprotkan Water Cannon ke Massa Demo Kritik 10 Tahun Jokowi


Berdasarkan pantauan di lokasi, massa awalnya mencoba menarik barikade beton dan berhasil menjatuhkan satu beton. Mereka kemudian membakar satu ban dan spanduk

Polisi mengimbau agar massa aksi membubarkan diri karena telah melewati waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya, polisi langsung menyemprotkan air menggunakan water cannon. Dilanjutkan dengan memukul mundur perlahan massa demonstran.

BACA JUGA:
Demo 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Mahasiswa Robohkan Beton Barikade Polisi


Koordinator Pusat BEM SI, Herianto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui mahasiswa yang berunjuk rasa. Jika Jokowi absen, mereka berharap bisa menemui perwakilannya.

&quot;Respons yang kita harapkan adalah pihak Istana menemui kita karena kita mahasiswa menyampaikan aspirasi masyarakat dan ini tajuk besarnya tanggung jawab Jokowi seharusnya Jokowi maupun Istana menemui kita,&quot; kata Herianto di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin 22 Juli 2024.

BACA JUGA:
 Miris, Tergiur Gaji Besar 50 Orang Korban TPPO Jadi PSK di Sydney Malah Tak Dibayar




Sebanyak 12 tuntutan itu merupakan hasil dari Rakernas selama satu pekan di Semarang. Kemudian, hasil keputusan menyampaikan tuntutan dilakukan pada hari kerja.



&quot;Maka, kami ambil hari kerja agar gerakan ini benar-benar diperhatikan bukan hanya untuk pemerintah, tapi orang-orang di jalan masyarakat juga,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNi8xLzE4MTQ2Ny81L3g4enI1bmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota Polres Metro Jakarta Pusat terluka di bagian mata saat mengamankan demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin, (22/7/2024) malam. Petugas terkena lemparan batu dari pedemo.

&quot;Ada yang terluka kena lemparan batu, luka di bagian mata sebelah kanan,&quot; ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan, Selasa (23/7/2024).

Kericuhan terjadi usai massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dipukul mundur oleh polisi dalam aksi unjuk rasa 10 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mahasiswa menyampaikan 12 tuntutan, salah satunya terkait penolakan dwifungsi TNI-Polri.

BACA JUGA:
Situasi Chaos, Polisi Semprotkan Water Cannon ke Massa Demo Kritik 10 Tahun Jokowi


Berdasarkan pantauan di lokasi, massa awalnya mencoba menarik barikade beton dan berhasil menjatuhkan satu beton. Mereka kemudian membakar satu ban dan spanduk

Polisi mengimbau agar massa aksi membubarkan diri karena telah melewati waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya, polisi langsung menyemprotkan air menggunakan water cannon. Dilanjutkan dengan memukul mundur perlahan massa demonstran.

BACA JUGA:
Demo 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Mahasiswa Robohkan Beton Barikade Polisi


Koordinator Pusat BEM SI, Herianto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui mahasiswa yang berunjuk rasa. Jika Jokowi absen, mereka berharap bisa menemui perwakilannya.

&quot;Respons yang kita harapkan adalah pihak Istana menemui kita karena kita mahasiswa menyampaikan aspirasi masyarakat dan ini tajuk besarnya tanggung jawab Jokowi seharusnya Jokowi maupun Istana menemui kita,&quot; kata Herianto di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin 22 Juli 2024.

BACA JUGA:
 Miris, Tergiur Gaji Besar 50 Orang Korban TPPO Jadi PSK di Sydney Malah Tak Dibayar




Sebanyak 12 tuntutan itu merupakan hasil dari Rakernas selama satu pekan di Semarang. Kemudian, hasil keputusan menyampaikan tuntutan dilakukan pada hari kerja.



&quot;Maka, kami ambil hari kerja agar gerakan ini benar-benar diperhatikan bukan hanya untuk pemerintah, tapi orang-orang di jalan masyarakat juga,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
