<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Kian Tinggi, Warga di Halmahera Tengah Terus Dievakuasi ke Pengungsian</title><description>Hujan deras masih terus mengguyur Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/340/3038165/banjir-kian-tinggi-warga-di-halmahera-tengah-terus-dievakuasi-ke-pengungsian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/23/340/3038165/banjir-kian-tinggi-warga-di-halmahera-tengah-terus-dievakuasi-ke-pengungsian"/><item><title>Banjir Kian Tinggi, Warga di Halmahera Tengah Terus Dievakuasi ke Pengungsian</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/23/340/3038165/banjir-kian-tinggi-warga-di-halmahera-tengah-terus-dievakuasi-ke-pengungsian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/23/340/3038165/banjir-kian-tinggi-warga-di-halmahera-tengah-terus-dievakuasi-ke-pengungsian</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ismail Sangaji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/340/3038165/banjir-kian-tinggi-warga-di-halmahera-tengah-terus-dievakuasi-ke-pengungsian-3PE2I76xa7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Halmahera Tengah (Foto: Ismail Sangaji)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/340/3038165/banjir-kian-tinggi-warga-di-halmahera-tengah-terus-dievakuasi-ke-pengungsian-3PE2I76xa7.jpg</image><title>Banjir di Halmahera Tengah (Foto: Ismail Sangaji)</title></images><description>HALMAHERA TENGAH - Hujan deras masih terus mengguyur Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kondisi tersebut semakin membuat banjir kian meninggi hingga mencapai 2 meter.
Ratusan rumah di Lesa Lukolamo, Desa Lelilef dan SP 1 SP 4 Trans Kobe terendam banjir. BPBD dan TNI-Polri terus melakukan evakuasi kepada warga yang rawan terbawa arus banjir ke posko pengungsian di Makodim 1512 Weda dan posko gunung Tabalik.

BACA JUGA:
Banjir Besar Terjang Desa di Halmahera Tengah Akibat Sungai Kobe Meluap

Sementara masih banyak warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah karena masih merasa aman.
&quot;Ada beberapa titik pengungsian. Memang dari masyarakat sebagian yang tidak berkeinginan untuk mengungsi mereka tetap memilih untuk tetap tinggal di rumah di lantai dua, namun yang berkeinginan pinda kami arahkan ke titik Makodim,&quot; kata Letkon INF Nugroho Susanto, Dandim 1512 Weda, Selasa (23/7/2024).
Beruntung sampai saat ini belum ada korban meninggal yang diakibatkan banjir. sementara data korban dan jumlah rumah maupun bangunan yang rusak belum terdata lantaran ketinggian air masih tinggi sehingga akses menuju lokasi banjir lainnya terputus.
&quot;Sampai dengan saat ini belum ada korban jiwa yang timbul. Kita berharap tidak ada korban jiwa,&quot; harapnya.

BACA JUGA:
Hari Anak Nasional 2024, 1.138 Anak Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Sementara bantuan untuk korban banjir terus berdatangan dari berbagai pihak maupun PT IWIP.</description><content:encoded>HALMAHERA TENGAH - Hujan deras masih terus mengguyur Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kondisi tersebut semakin membuat banjir kian meninggi hingga mencapai 2 meter.
Ratusan rumah di Lesa Lukolamo, Desa Lelilef dan SP 1 SP 4 Trans Kobe terendam banjir. BPBD dan TNI-Polri terus melakukan evakuasi kepada warga yang rawan terbawa arus banjir ke posko pengungsian di Makodim 1512 Weda dan posko gunung Tabalik.

BACA JUGA:
Banjir Besar Terjang Desa di Halmahera Tengah Akibat Sungai Kobe Meluap

Sementara masih banyak warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah karena masih merasa aman.
&quot;Ada beberapa titik pengungsian. Memang dari masyarakat sebagian yang tidak berkeinginan untuk mengungsi mereka tetap memilih untuk tetap tinggal di rumah di lantai dua, namun yang berkeinginan pinda kami arahkan ke titik Makodim,&quot; kata Letkon INF Nugroho Susanto, Dandim 1512 Weda, Selasa (23/7/2024).
Beruntung sampai saat ini belum ada korban meninggal yang diakibatkan banjir. sementara data korban dan jumlah rumah maupun bangunan yang rusak belum terdata lantaran ketinggian air masih tinggi sehingga akses menuju lokasi banjir lainnya terputus.
&quot;Sampai dengan saat ini belum ada korban jiwa yang timbul. Kita berharap tidak ada korban jiwa,&quot; harapnya.

BACA JUGA:
Hari Anak Nasional 2024, 1.138 Anak Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Sementara bantuan untuk korban banjir terus berdatangan dari berbagai pihak maupun PT IWIP.</content:encoded></item></channel></rss>
