<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kemunculan Daha Sebagai Ibu Kota Kerajaan Setelah Runtuhnya Majapahit</title><description>Kedudukan Majapahit sebagai ibukota digantikan oleh Keling.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038597/kemunculan-daha-sebagai-ibu-kota-kerajaan-setelah-runtuhnya-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038597/kemunculan-daha-sebagai-ibu-kota-kerajaan-setelah-runtuhnya-majapahit"/><item><title>   Kemunculan Daha Sebagai Ibu Kota Kerajaan Setelah Runtuhnya Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038597/kemunculan-daha-sebagai-ibu-kota-kerajaan-setelah-runtuhnya-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038597/kemunculan-daha-sebagai-ibu-kota-kerajaan-setelah-runtuhnya-majapahit</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 05:41 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/337/3038597/kemunculan-daha-sebagai-ibu-kota-kerajaan-setelah-runtuhnya-majapahit-4gh9prlDlL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/337/3038597/kemunculan-daha-sebagai-ibu-kota-kerajaan-setelah-runtuhnya-majapahit-4gh9prlDlL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Kerajaan Kediri dan Majapahit konon pernah menjadi negara bawahan Keling. Hal ini dasari pada gelar Sri Wilwatiktapura-Janggala-Kadiri Prabhu Natha yang disandang oleh Bhatara Keling Girindrawardhana Dyah Ranawijaya seperti dinyatakan dalam prasasti Jiyu.

Saat itu konon Dyah Ranawijaya merupakan penguasa Majapahit, pasca Sang Prabhu Giripati Prasuta Bhupati Ketubhuta Dyah Suraprabhawa pada tahun 1478. Di masa itulah konon Majapahit sudah tidak lagi sebagai ibukota kerajaan.

Kedudukan Majapahit sebagai ibukota digantikan oleh Keling. Tidak diketahui secara tepat berapa lama Keling menjadi ibukota kerajaan, paling sedikit sampai tahun 1486 pada masa pemerintahan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4MjkxMy81L3g5MmNiMjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


&quot;Pada masa pemerintahan Sang Prabhu Girindrawardhana Dyah Ranawijaya terjadi perpindahan ibukota dari Keling ke Daha,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit&quot; dari sejarawan Prof. Slamet Muljana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hobi Unik Raja Muda Majapahit Hayam Wuruk

Namun kapan tepatnya perpindahan ibukota itu, tidak dinyatakan dalam sumber sejarah mana pun. Bahwa perpindahan ibukota dari Keling ke Daha itu benar berlangsung, dapat diketahui dari sumber sejarah Portugis karya Tom&amp;eacute; Pires berjudul Suma Oriental, yang ditulis dari tahun 1512 sampai 1515.

Nama Majapahit tidak dikenal dalam sumber sejarah Portugis, juga tidak dikenal dalam karya Tom&amp;eacute; Pires yang berjudul Suma Oriental saat itu. Tome Pires selalu menyebut dengan istilah Jawa, namun dengan sebutan itu yang dimaksud ialah kerajaan di Jawa Timur, yang dalam sejarah biasa dikaitkan dengan Majapahit.

BACA JUGA:
Kekalahan Pasukan Majapahit Era Raden Wijaya saat Bertempur dengan Penguasa Tuban


Pada karyanya Suma Oriental itu Tome Pires menyatakan bahwa ibukota Jawa ialah Dayo. Dari uraiannya itu jelas bahwa Dayo terletak di Jawa Timur, karena Dayo dikatakan terletak di pedalaman sejauh dua hari perjalanan dari Tuban. Tuban ialah pelabuhan yang paling dekat dengan ibukota Dayo.



Pernyataan bahwa Tuban ialah pelabuhan yang paling dekat dengan ibukota Dayo, penting sekali untuk melokalisasikan ibukota Kerajaan Jawa yang dimaksud oleh Tom&amp;eacute; Pires. Armando Cortesao yang menerbitkan karya Tome Pires menduga transliterasi Portugis merupakan toponim asli Daha di Jawa Timur.



Dugaan itu kiranya tidak meleset, karena Daha/Kediri memang terletak di pedalaman kira-kira sejauh seratus kilometer di sebelah selatan Tuban. Jarak itu dapat ditempuh selama dua hari dengan mengendarai kuda. Demikianlah pada tahun 1513 menurut Tome Pires, Daha ialah ibukota Kerajaan Jawa.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Kerajaan Kediri dan Majapahit konon pernah menjadi negara bawahan Keling. Hal ini dasari pada gelar Sri Wilwatiktapura-Janggala-Kadiri Prabhu Natha yang disandang oleh Bhatara Keling Girindrawardhana Dyah Ranawijaya seperti dinyatakan dalam prasasti Jiyu.

Saat itu konon Dyah Ranawijaya merupakan penguasa Majapahit, pasca Sang Prabhu Giripati Prasuta Bhupati Ketubhuta Dyah Suraprabhawa pada tahun 1478. Di masa itulah konon Majapahit sudah tidak lagi sebagai ibukota kerajaan.

Kedudukan Majapahit sebagai ibukota digantikan oleh Keling. Tidak diketahui secara tepat berapa lama Keling menjadi ibukota kerajaan, paling sedikit sampai tahun 1486 pada masa pemerintahan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4MjkxMy81L3g5MmNiMjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


&quot;Pada masa pemerintahan Sang Prabhu Girindrawardhana Dyah Ranawijaya terjadi perpindahan ibukota dari Keling ke Daha,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit&quot; dari sejarawan Prof. Slamet Muljana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hobi Unik Raja Muda Majapahit Hayam Wuruk

Namun kapan tepatnya perpindahan ibukota itu, tidak dinyatakan dalam sumber sejarah mana pun. Bahwa perpindahan ibukota dari Keling ke Daha itu benar berlangsung, dapat diketahui dari sumber sejarah Portugis karya Tom&amp;eacute; Pires berjudul Suma Oriental, yang ditulis dari tahun 1512 sampai 1515.

Nama Majapahit tidak dikenal dalam sumber sejarah Portugis, juga tidak dikenal dalam karya Tom&amp;eacute; Pires yang berjudul Suma Oriental saat itu. Tome Pires selalu menyebut dengan istilah Jawa, namun dengan sebutan itu yang dimaksud ialah kerajaan di Jawa Timur, yang dalam sejarah biasa dikaitkan dengan Majapahit.

BACA JUGA:
Kekalahan Pasukan Majapahit Era Raden Wijaya saat Bertempur dengan Penguasa Tuban


Pada karyanya Suma Oriental itu Tome Pires menyatakan bahwa ibukota Jawa ialah Dayo. Dari uraiannya itu jelas bahwa Dayo terletak di Jawa Timur, karena Dayo dikatakan terletak di pedalaman sejauh dua hari perjalanan dari Tuban. Tuban ialah pelabuhan yang paling dekat dengan ibukota Dayo.



Pernyataan bahwa Tuban ialah pelabuhan yang paling dekat dengan ibukota Dayo, penting sekali untuk melokalisasikan ibukota Kerajaan Jawa yang dimaksud oleh Tom&amp;eacute; Pires. Armando Cortesao yang menerbitkan karya Tome Pires menduga transliterasi Portugis merupakan toponim asli Daha di Jawa Timur.



Dugaan itu kiranya tidak meleset, karena Daha/Kediri memang terletak di pedalaman kira-kira sejauh seratus kilometer di sebelah selatan Tuban. Jarak itu dapat ditempuh selama dua hari dengan mengendarai kuda. Demikianlah pada tahun 1513 menurut Tome Pires, Daha ialah ibukota Kerajaan Jawa.

</content:encoded></item></channel></rss>
