<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: 45 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2024</title><description>Sebanyak 45% wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga akhir Juli 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038616/bmkg-45-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau-hingga-akhir-juli-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038616/bmkg-45-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau-hingga-akhir-juli-2024"/><item><title>BMKG: 45 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038616/bmkg-45-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau-hingga-akhir-juli-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/24/337/3038616/bmkg-45-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau-hingga-akhir-juli-2024</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/337/3038616/bmkg-45-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau-hingga-akhir-juli-2024-0SMgVJz1IH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/337/3038616/bmkg-45-persen-wilayah-indonesia-masuk-musim-kemarau-hingga-akhir-juli-2024-0SMgVJz1IH.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Freepik)</title></images><description>
JAKARTA - Sebanyak 45% wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga akhir Juli 2024.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah yang telah memasuki musim kemarau itu berdasarkan Zona Musim (ZOM) hingga akhir Juli 2024.
&amp;ldquo;Pada akhir Juli 2024 ini sudah 45% wilayah zona musim di Indonesia yang masuk musim kemarau,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (24/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNi8xLzE4MjE4Mi81L3g5MHozODI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BMKG mengungkapkan wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Bengkulu, sebagian Jambi, sebagian sumatera Selatan, sebagian Lampung sebagian Banten hingga NTT, Sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Papua Selatan.

BACA JUGA:
 30 Daerah di Jateng Siaga Darurat Kekeringan, Pj Gubernur: Puncak Kemarau Juli

Sementara itu, BMKG melaporkan curah hujan pada Dasarian II Juli 2024 bervariasi dari kriteria rendah (25%), menengah (65%) dan tinggi-sangat tinggi (10%). Kriteria curah hujan tinggi terjadi di sebagian kecil Kalimantan Utara dan sebagian Papua Tengah.

BACA JUGA:
Indonesia Lagi Musim Kemarau, tapi Suhunya Kok Terasa Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG
BMKG pun mengatakan pada Dasarian III Juli 2024 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah hingga menengah. Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kriteria menengah kisaran 50 hingga 150 mm per Dasarian berada di sebagian kecil Aceh, Sumut, dan Sumbar, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil Bali dan Nusa Tenggara, sebagian kecil Kalimantan bagian utara, sebagian kecil Sulawesi, sebagian kecil Malut dan Maluku, sebagian besar Papbar dan Papua.

Wilayah yang diprediksikan mengalami hujan kategori tinggi-sangat tinggi lebih dari 150 mm per Dasarian meliputi sebagian kecil NTT bagian tenggara, sebagian kecil Maluku bagian tengah, sebagian kecil Papbar bagian utara, dan sebagian kecil Papua bagian barat.



</description><content:encoded>
JAKARTA - Sebanyak 45% wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga akhir Juli 2024.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah yang telah memasuki musim kemarau itu berdasarkan Zona Musim (ZOM) hingga akhir Juli 2024.
&amp;ldquo;Pada akhir Juli 2024 ini sudah 45% wilayah zona musim di Indonesia yang masuk musim kemarau,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (24/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNi8xLzE4MjE4Mi81L3g5MHozODI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BMKG mengungkapkan wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Bengkulu, sebagian Jambi, sebagian sumatera Selatan, sebagian Lampung sebagian Banten hingga NTT, Sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Papua Selatan.

BACA JUGA:
 30 Daerah di Jateng Siaga Darurat Kekeringan, Pj Gubernur: Puncak Kemarau Juli

Sementara itu, BMKG melaporkan curah hujan pada Dasarian II Juli 2024 bervariasi dari kriteria rendah (25%), menengah (65%) dan tinggi-sangat tinggi (10%). Kriteria curah hujan tinggi terjadi di sebagian kecil Kalimantan Utara dan sebagian Papua Tengah.

BACA JUGA:
Indonesia Lagi Musim Kemarau, tapi Suhunya Kok Terasa Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG
BMKG pun mengatakan pada Dasarian III Juli 2024 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah hingga menengah. Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kriteria menengah kisaran 50 hingga 150 mm per Dasarian berada di sebagian kecil Aceh, Sumut, dan Sumbar, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil Bali dan Nusa Tenggara, sebagian kecil Kalimantan bagian utara, sebagian kecil Sulawesi, sebagian kecil Malut dan Maluku, sebagian besar Papbar dan Papua.

Wilayah yang diprediksikan mengalami hujan kategori tinggi-sangat tinggi lebih dari 150 mm per Dasarian meliputi sebagian kecil NTT bagian tenggara, sebagian kecil Maluku bagian tengah, sebagian kecil Papbar bagian utara, dan sebagian kecil Papua bagian barat.



</content:encoded></item></channel></rss>
