<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutup Sidang IPPP, Ketua DPR: Indonesia Siap Jadi Mitra Pembangunan Negara Pasifik</title><description>Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra pembangunan negara-negara di kawasan Pasifik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/25/337/3039618/tutup-sidang-ippp-ketua-dpr-indonesia-siap-jadi-mitra-pembangunan-negara-pasifik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/25/337/3039618/tutup-sidang-ippp-ketua-dpr-indonesia-siap-jadi-mitra-pembangunan-negara-pasifik"/><item><title>Tutup Sidang IPPP, Ketua DPR: Indonesia Siap Jadi Mitra Pembangunan Negara Pasifik</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/25/337/3039618/tutup-sidang-ippp-ketua-dpr-indonesia-siap-jadi-mitra-pembangunan-negara-pasifik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/25/337/3039618/tutup-sidang-ippp-ketua-dpr-indonesia-siap-jadi-mitra-pembangunan-negara-pasifik</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2024 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/25/337/3039618/dpr-AEyx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Ist/Achmad Al Fiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/25/337/3039618/dpr-AEyx_large.jpg</image><title>Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Ist/Achmad Al Fiqri)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menutup Sidang ke-2 Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP). Ia pun mengungkapkan, bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra pembangunan negara-negara di kawasan Pasifik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara keseluruhan, pertemuan berjalan sukses dan konstruktif. Sebanyak 12 negara , termasuk 7 Ketua Parlemen hadir dalam pertemuan. Ini sungguh merupakan capaian penting, terutama bagi Indonesia dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik,&amp;rdquo; kata Puan dalam keterangannya, Kamis (25/7/2024).&#13;
&#13;
Pertemuan IPPP, menurut Puan, menunjukkan peran penting DPR RI dalam mendorong kemitraan parlemen negara-negara Pasifik dalam merespons berbagai tantangan regional.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Selama pertemuan IPPP, kita berhasil mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi dan cara mengatasinya oleh Indonesia dan negara-negara Pasifik seperti perubahan iklim, maritim, kerjasama ekonomi, SDGs, keamanan dan perdamaian, hingga konektivitas wilayah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ada sejumlah kesepakatan dalam sidang pleno pertama yang mengambil tema &amp;lsquo;Fostering regional connectivity and inclusive development&amp;rsquo;. &amp;ldquo;Saya juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif, termasuk perlunya pemberdayaan perempuan termasuk dalam dunia politik,&amp;rdquo; kata Puan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada sesi kedua, anggota IPPP berdiskusi mengenai topik &amp;lsquo;Connecting Our Seas and People: Opportunities and Challenges.&amp;#39; Dalam forum itu, menurut Puan, anggota Sidang IPPP membahas tentang konektivitas wilayah kelautan yang ditekankan pada pentingnya infrastruktur perhubungan udara dan laut, serta kerja sama penerapan teknologi komunikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga akan terus mendorong kerjasama people-to-people melalui pendidikan, pariwisata, pertukaran budaya dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pada sesi ketiga, IPPP mengangkat topik &amp;lsquo;Harnessing Maritime Potentials for Sustainable and Inclusive Growth&amp;rsquo; yang secara spesifik membahas kerjasama pembangunan inklusif dengan memanfaatkan potensi kelautan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Dalam hal ini, beberapa isu yang menjadi perhatian kita bersama adalah kerja sama dalam pengembangan ekonomi biru, industri dan perdagangan produk perikanan, hingga pariwisata laut atau maritime tourism,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menutup Sidang ke-2 Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP). Ia pun mengungkapkan, bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra pembangunan negara-negara di kawasan Pasifik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara keseluruhan, pertemuan berjalan sukses dan konstruktif. Sebanyak 12 negara , termasuk 7 Ketua Parlemen hadir dalam pertemuan. Ini sungguh merupakan capaian penting, terutama bagi Indonesia dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik,&amp;rdquo; kata Puan dalam keterangannya, Kamis (25/7/2024).&#13;
&#13;
Pertemuan IPPP, menurut Puan, menunjukkan peran penting DPR RI dalam mendorong kemitraan parlemen negara-negara Pasifik dalam merespons berbagai tantangan regional.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Selama pertemuan IPPP, kita berhasil mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi dan cara mengatasinya oleh Indonesia dan negara-negara Pasifik seperti perubahan iklim, maritim, kerjasama ekonomi, SDGs, keamanan dan perdamaian, hingga konektivitas wilayah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ada sejumlah kesepakatan dalam sidang pleno pertama yang mengambil tema &amp;lsquo;Fostering regional connectivity and inclusive development&amp;rsquo;. &amp;ldquo;Saya juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif, termasuk perlunya pemberdayaan perempuan termasuk dalam dunia politik,&amp;rdquo; kata Puan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada sesi kedua, anggota IPPP berdiskusi mengenai topik &amp;lsquo;Connecting Our Seas and People: Opportunities and Challenges.&amp;#39; Dalam forum itu, menurut Puan, anggota Sidang IPPP membahas tentang konektivitas wilayah kelautan yang ditekankan pada pentingnya infrastruktur perhubungan udara dan laut, serta kerja sama penerapan teknologi komunikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga akan terus mendorong kerjasama people-to-people melalui pendidikan, pariwisata, pertukaran budaya dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pada sesi ketiga, IPPP mengangkat topik &amp;lsquo;Harnessing Maritime Potentials for Sustainable and Inclusive Growth&amp;rsquo; yang secara spesifik membahas kerjasama pembangunan inklusif dengan memanfaatkan potensi kelautan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Dalam hal ini, beberapa isu yang menjadi perhatian kita bersama adalah kerja sama dalam pengembangan ekonomi biru, industri dan perdagangan produk perikanan, hingga pariwisata laut atau maritime tourism,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
