<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angka Pengangguran Belum Teratasi, Cawabup Bogor Tutur Sutikno Telusuri Akar Masalah</title><description>BPS mencatat sebanyak 231.688 jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor, atau setara dengan 8,7% total jumlah penduduk pada 2023.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/27/338/3040502/angka-pengangguran-belum-teratasi-cawabup-bogor-tutur-sutikno-telusuri-akar-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/27/338/3040502/angka-pengangguran-belum-teratasi-cawabup-bogor-tutur-sutikno-telusuri-akar-masalah"/><item><title>Angka Pengangguran Belum Teratasi, Cawabup Bogor Tutur Sutikno Telusuri Akar Masalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/27/338/3040502/angka-pengangguran-belum-teratasi-cawabup-bogor-tutur-sutikno-telusuri-akar-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/27/338/3040502/angka-pengangguran-belum-teratasi-cawabup-bogor-tutur-sutikno-telusuri-akar-masalah</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2024 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/27/338/3040502/cawabup_bogor-8zLT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawabup Tutur Sutikno telusuri masalah pengangguran warga di Bogor (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/27/338/3040502/cawabup_bogor-8zLT_large.jpg</image><title>Cawabup Tutur Sutikno telusuri masalah pengangguran warga di Bogor (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>BOGOR - Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, mencatat sebanyak 231.688 jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor, atau setara dengan 8,7% total jumlah penduduk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Faktor utama meningkatnya pengangguran, karena banyaknya masyarakat terdampak PHK secara massal, warga yang baru lulus sekolah/kuliah, kualifikasi tidak memenuhi dan lapangan pekerjaan yang tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal inilah kesulitan yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Bogor dalam mendapatkan pekerjaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nisa sebagai warga yang baru lulus kuliah merasa susah mendapatkan pekerjaan. Ia sering mendapatkan penolakan dari perusahaan, dikarenakan pengalaman yang kurang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cari kerja sekarang harus ada pengalaman minimal 2-3 tahun, padahal nilai saya bagus dan sesuai juga dengan jurusan kuliah,&amp;rdquo; ucap Nisa.&#13;
&#13;
Udin merasakan hal yang sama, sulit mendapatkan pekerjaan, karena kualifikasi pekerjaan yang tidak sesuai. &amp;ldquo;Ya kemarin saya udah melamar dimana aja, tapi malah yang diminta S1, padahal mah kalau pengalaman saya ada,&amp;rdquo; ujar Udin.&#13;
&#13;
Sedangkan rata-rata pendidikan terakhir masyarakat Kabupaten Bogor, yaitu SMP. Menurut Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, mengungkapkan bahwa rata-rata lama sekolah (RLS) baru mencapai 8,4 tahun atau bisa disebut setara dengan kelas 2 SMP. Sehingga permasalahan ini menjadi sorotan utama bagi warga dan biasanya mereka baru mengambil paket C di usia 25 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Bogor Tutur Sutikno menelusuri akar permasalahan pengangguran dengan berdiskusi terbuka bersama warga Cileungsi, Kabupaten Bogor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tutur Sutikno mengungkapkan sudah semestinya permasalahan ini diatasi dengan cepat dan tepat. &amp;ldquo;Seharusnya permasalahan yang paling utama diselesaikan adalah menekan angka pengangguran. Melihat situasi ini, perlu melakukan pendekatan kepada warga untuk meningkatkan keterampilan mereka dan menyesuaikan kebutuhan bidang pekerjaan,&amp;rdquo; ucap Tutur Sutikno.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga keterampilan mereka bisa menyesuaikan lapangan pekerjaan yang ada,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Tenaga kerja di Kabupaten Bogor sendiri didominasi oleh pekerja dari luar daerah. Faktor ini disebabkan salah satunya karena kualifikasi pekerjaan dibutuhkan pendidikan terakhir minimal S1 atau SMA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tutur Sutikno memberikan beberapa strategi untuk mengatasi penurunan angka pengangguran di Kabupaten Bogor. Perlu adanya ruang UMKM bagi masyarakat Kabupaten Bogor, dengan memberikan pendampingan serta pelatihan dalam berwirausaha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya rasa harus diciptakan ruang UMKM bagi masyarakat Kabupaten Bogor, dengan melakukan pendampingan wirausaha dan pelatihan secara maksimal. Tidak hanya sekedar teori saja, namun perlu melakukan praktik berwirausaha secara langsung,&amp;rdquo; ucap Tutur Sutikno.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu perlu adanya pelatihan keterampilan serta sertifikat kompetensi bidang, yang bisa dipakai masyarakat untuk melamar pekerjaan di perusahaan,&amp;rdquo; ungkapnya kembali.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tutur Sutikno optimistis&amp;nbsp;dengan strategi yang ditawarkan untuk mengatasi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Bogor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya merasa yakin dengan strategi tersebut, karena saya selalu berdiskusi kebutuhan mereka. Saya harap kedepannya bisa menjalankan kebijakan dan regulasi yang efektif. Agar kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor segera membaik,&amp;rdquo; ucap Tutur Sutikno.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>BOGOR - Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, mencatat sebanyak 231.688 jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor, atau setara dengan 8,7% total jumlah penduduk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Faktor utama meningkatnya pengangguran, karena banyaknya masyarakat terdampak PHK secara massal, warga yang baru lulus sekolah/kuliah, kualifikasi tidak memenuhi dan lapangan pekerjaan yang tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal inilah kesulitan yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Bogor dalam mendapatkan pekerjaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nisa sebagai warga yang baru lulus kuliah merasa susah mendapatkan pekerjaan. Ia sering mendapatkan penolakan dari perusahaan, dikarenakan pengalaman yang kurang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cari kerja sekarang harus ada pengalaman minimal 2-3 tahun, padahal nilai saya bagus dan sesuai juga dengan jurusan kuliah,&amp;rdquo; ucap Nisa.&#13;
&#13;
Udin merasakan hal yang sama, sulit mendapatkan pekerjaan, karena kualifikasi pekerjaan yang tidak sesuai. &amp;ldquo;Ya kemarin saya udah melamar dimana aja, tapi malah yang diminta S1, padahal mah kalau pengalaman saya ada,&amp;rdquo; ujar Udin.&#13;
&#13;
Sedangkan rata-rata pendidikan terakhir masyarakat Kabupaten Bogor, yaitu SMP. Menurut Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, mengungkapkan bahwa rata-rata lama sekolah (RLS) baru mencapai 8,4 tahun atau bisa disebut setara dengan kelas 2 SMP. Sehingga permasalahan ini menjadi sorotan utama bagi warga dan biasanya mereka baru mengambil paket C di usia 25 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Bogor Tutur Sutikno menelusuri akar permasalahan pengangguran dengan berdiskusi terbuka bersama warga Cileungsi, Kabupaten Bogor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tutur Sutikno mengungkapkan sudah semestinya permasalahan ini diatasi dengan cepat dan tepat. &amp;ldquo;Seharusnya permasalahan yang paling utama diselesaikan adalah menekan angka pengangguran. Melihat situasi ini, perlu melakukan pendekatan kepada warga untuk meningkatkan keterampilan mereka dan menyesuaikan kebutuhan bidang pekerjaan,&amp;rdquo; ucap Tutur Sutikno.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga keterampilan mereka bisa menyesuaikan lapangan pekerjaan yang ada,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Tenaga kerja di Kabupaten Bogor sendiri didominasi oleh pekerja dari luar daerah. Faktor ini disebabkan salah satunya karena kualifikasi pekerjaan dibutuhkan pendidikan terakhir minimal S1 atau SMA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tutur Sutikno memberikan beberapa strategi untuk mengatasi penurunan angka pengangguran di Kabupaten Bogor. Perlu adanya ruang UMKM bagi masyarakat Kabupaten Bogor, dengan memberikan pendampingan serta pelatihan dalam berwirausaha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya rasa harus diciptakan ruang UMKM bagi masyarakat Kabupaten Bogor, dengan melakukan pendampingan wirausaha dan pelatihan secara maksimal. Tidak hanya sekedar teori saja, namun perlu melakukan praktik berwirausaha secara langsung,&amp;rdquo; ucap Tutur Sutikno.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu perlu adanya pelatihan keterampilan serta sertifikat kompetensi bidang, yang bisa dipakai masyarakat untuk melamar pekerjaan di perusahaan,&amp;rdquo; ungkapnya kembali.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tutur Sutikno optimistis&amp;nbsp;dengan strategi yang ditawarkan untuk mengatasi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Bogor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya merasa yakin dengan strategi tersebut, karena saya selalu berdiskusi kebutuhan mereka. Saya harap kedepannya bisa menjalankan kebijakan dan regulasi yang efektif. Agar kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor segera membaik,&amp;rdquo; ucap Tutur Sutikno.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
