<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Dalami Ada Tidaknya Unsur Kelalaian di Kasus Wanita Muda Tewas di Depok Pasca-Sedot Lemak</title><description>polisi memang belum menerima laporan dari pihak keluarga korban, hanya saja peristiwa tersebut bisa diselidiki untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/28/338/3040738/polisi-dalami-ada-tidaknya-unsur-kelalaian-di-kasus-wanita-muda-tewas-di-depok-pasca-sedot-lemak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/28/338/3040738/polisi-dalami-ada-tidaknya-unsur-kelalaian-di-kasus-wanita-muda-tewas-di-depok-pasca-sedot-lemak"/><item><title>Polisi Dalami Ada Tidaknya Unsur Kelalaian di Kasus Wanita Muda Tewas di Depok Pasca-Sedot Lemak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/28/338/3040738/polisi-dalami-ada-tidaknya-unsur-kelalaian-di-kasus-wanita-muda-tewas-di-depok-pasca-sedot-lemak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/28/338/3040738/polisi-dalami-ada-tidaknya-unsur-kelalaian-di-kasus-wanita-muda-tewas-di-depok-pasca-sedot-lemak</guid><pubDate>Minggu 28 Juli 2024 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/28/338/3040738/ilustrasi-H9El_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/28/338/3040738/ilustrasi-H9El_large.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Polisi menyebutkan, bakal mendalami ada tidaknya unsur kelalaian dalam kasus tewasnya wanita muda asal Medan, Sumut, ENS (30) yang tewas pasca melakukan sedot lemak di sebuah klinik kawasan Depok, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih didalami, (ada tidaknya) kelalaian juga kita masih dalami, kan prosedurnya ada. Bagaimana izinnya, sertifikasinya, apakah dia memang bidangnya khusus di bidang itu, kita akan dalami dan periksa secara resmi,&amp;quot; ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Arya Perdana pada wartawan, Minggu (28/7/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, polisi memang belum menerima laporan dari pihak keluarga korban, hanya saja peristiwa tersebut bisa diselidiki untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana, khususnya malpraktik. Selain bukan delik aduan, peristiwa itu juga telah ramai di media sosial sejak beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita baru mengetahui di media sosial beberapa hari yang lalu dan kita langsung melakukan pencarian informasi kepada pihak-pihak yang mengetahui hal tersebut. Ini menjadi perhatian kita karena kita tidak ingin kejadian-kejadian berikutnya, dimana orang masuk ke klinik kecantikan kemudian berakhir dengan meregang nyawa,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, polisi juga telah memeriksan sejumlah saksi dalam kasus tersebut. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menyebutkan, bakal mendalami ada tidaknya unsur kelalaian dalam kasus tewasnya wanita muda asal Medan, Sumut, ENS (30) yang tewas pasca melakukan sedot lemak di sebuah klinik kawasan Depok, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih didalami, (ada tidaknya) kelalaian juga kita masih dalami, kan prosedurnya ada. Bagaimana izinnya, sertifikasinya, apakah dia memang bidangnya khusus di bidang itu, kita akan dalami dan periksa secara resmi,&amp;quot; ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Arya Perdana pada wartawan, Minggu (28/7/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, polisi memang belum menerima laporan dari pihak keluarga korban, hanya saja peristiwa tersebut bisa diselidiki untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana, khususnya malpraktik. Selain bukan delik aduan, peristiwa itu juga telah ramai di media sosial sejak beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita baru mengetahui di media sosial beberapa hari yang lalu dan kita langsung melakukan pencarian informasi kepada pihak-pihak yang mengetahui hal tersebut. Ini menjadi perhatian kita karena kita tidak ingin kejadian-kejadian berikutnya, dimana orang masuk ke klinik kecantikan kemudian berakhir dengan meregang nyawa,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, polisi juga telah memeriksan sejumlah saksi dalam kasus tersebut. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
