<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Anak-Anak yang Tewas dalam Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan</title><description>Serangan pada Sabtu (27/7/2024) tersebut merupakan serangan paling mematikan di dalam dan sekitar perbatasan utara Israel sejak Oktober.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/29/18/3040990/ribuan-orang-hadiri-pemakaman-anak-anak-yang-tewas-dalam-serangan-roket-di-dataran-tinggi-golan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/29/18/3040990/ribuan-orang-hadiri-pemakaman-anak-anak-yang-tewas-dalam-serangan-roket-di-dataran-tinggi-golan"/><item><title>Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Anak-Anak yang Tewas dalam Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/29/18/3040990/ribuan-orang-hadiri-pemakaman-anak-anak-yang-tewas-dalam-serangan-roket-di-dataran-tinggi-golan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/29/18/3040990/ribuan-orang-hadiri-pemakaman-anak-anak-yang-tewas-dalam-serangan-roket-di-dataran-tinggi-golan</guid><pubDate>Senin 29 Juli 2024 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/29/18/3040990/israel-3Sgs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Anak-Anak yang Tewas dalam Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/29/18/3040990/israel-3Sgs_large.jpg</image><title>Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Anak-Anak yang Tewas dalam Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan (Foto: Reuters)</title></images><description>&#13;
&#13;
ISRAEL - Ribuan orang berkumpul pada Minggu (28/7/2024) untuk menghadiri pemakaman anak-anak dan remaja yang tewas dalam serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.&#13;
&#13;
Media Israel melaporkan anggota komunitas Druze menangis saat membawa peti jenazah melalui Majdal Shams, sedangkan beberapa berteriak marah kepada para menteri di sana.&#13;
&#13;
Serangan pada Sabtu (27/7/2024) tersebut merupakan serangan paling mematikan di dalam dan sekitar perbatasan utara Israel sejak Oktober.&#13;
&#13;
Serangan tersebut menghantam lapangan sepak bola di Majdal Shams, satu dari empat kota di Dataran Tinggi Golan tempat tinggal sekitar 25.000 anggota kelompok agama dan etnis Druze yang berbahasa Arab.&#13;
&#13;
Kementerian luar negeri Israel mengatakan 10 dari 12 korban berusia antara 10 dan 16 tahun, dan belum merilis usia dua korban lainnya.&#13;
&#13;
AFP melaporkan pada pemakaman di Majdal Shams pada Minggu (29/7/2024), pria-pria yang menangis mengenakan topi putih tradisional bertepi merah membawa 10 peti jenazah yang ditutupi kain putih melalui jalan-jalan yang padat.&#13;
&#13;
Wanita-wanita yang mengenakan jubah abaya hitam menangis saat mereka meletakkan bunga di peti jenazah. Beberapa pelayat membawa foto-foto besar anak-anak yang meninggal.&#13;
&#13;
Fadi Mahmud, 48, mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah pertama kalinya Majdal Shams mengalami kehilangan dan duka besar seperti itu selama perang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komunitas kami sangat erat. Anak-anak ini seperti anak-anak semua orang di desa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Times of Israel melaporkan kemarahan di antara komunitas juga meluap di pemakaman, dengan beberapa mengarahkan kemarahan mereka pada pejabat pemerintah Israel yang hadir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang Anda datang ke sini? Sepuluh bulan Anda tidak datang!,&amp;rdquo; teriak seorang pria yang mengenakan seragam militer kepada Menteri Perumahan Nir Barkat dan Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman. Komentarnya disambut dengan tepuk tangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami lelah dengan janji-janji Anda!,&amp;rdquo; ujar orang lain dilaporkan berteriak pada Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.&#13;
&#13;
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, para warga mengelilingi Smotrich, mengumpat dan mengatakan bahwa mereka tidak menginginkannya.&#13;
&#13;
Media Israel melaporkan bahwa seorang pemimpin komunitas Druze telah meminta dalam sebuah surat agar menteri pemerintah tidak menghadiri pemakaman untuk menghindari mengubah tragedi itu menjadi &amp;quot;peristiwa politik&amp;quot;.&#13;
&#13;
Suku Druze merupakan bagian dari kelompok etnis berbahasa Arab yang bermukim di Lebanon, Suriah, Dataran Tinggi Golan, dan Israel utara. Di Israel, mereka memiliki hak kewarganegaraan penuh dan mencakup sekitar 1,5% dari populasi.&#13;
&#13;
Namun, sebagian besar dari mereka yang berada di Golan tetap setia kepada Suriah. Mereka masih dapat belajar dan bekerja di Israel, meskipun hanya mereka yang memiliki kewarganegaraan yang dapat memilih dan bertugas di ketentaraan.&#13;
&#13;
Sebagian besar masyarakat internasional tidak mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel dari Suriah pada tahun 1981.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
ISRAEL - Ribuan orang berkumpul pada Minggu (28/7/2024) untuk menghadiri pemakaman anak-anak dan remaja yang tewas dalam serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.&#13;
&#13;
Media Israel melaporkan anggota komunitas Druze menangis saat membawa peti jenazah melalui Majdal Shams, sedangkan beberapa berteriak marah kepada para menteri di sana.&#13;
&#13;
Serangan pada Sabtu (27/7/2024) tersebut merupakan serangan paling mematikan di dalam dan sekitar perbatasan utara Israel sejak Oktober.&#13;
&#13;
Serangan tersebut menghantam lapangan sepak bola di Majdal Shams, satu dari empat kota di Dataran Tinggi Golan tempat tinggal sekitar 25.000 anggota kelompok agama dan etnis Druze yang berbahasa Arab.&#13;
&#13;
Kementerian luar negeri Israel mengatakan 10 dari 12 korban berusia antara 10 dan 16 tahun, dan belum merilis usia dua korban lainnya.&#13;
&#13;
AFP melaporkan pada pemakaman di Majdal Shams pada Minggu (29/7/2024), pria-pria yang menangis mengenakan topi putih tradisional bertepi merah membawa 10 peti jenazah yang ditutupi kain putih melalui jalan-jalan yang padat.&#13;
&#13;
Wanita-wanita yang mengenakan jubah abaya hitam menangis saat mereka meletakkan bunga di peti jenazah. Beberapa pelayat membawa foto-foto besar anak-anak yang meninggal.&#13;
&#13;
Fadi Mahmud, 48, mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah pertama kalinya Majdal Shams mengalami kehilangan dan duka besar seperti itu selama perang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komunitas kami sangat erat. Anak-anak ini seperti anak-anak semua orang di desa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Times of Israel melaporkan kemarahan di antara komunitas juga meluap di pemakaman, dengan beberapa mengarahkan kemarahan mereka pada pejabat pemerintah Israel yang hadir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang Anda datang ke sini? Sepuluh bulan Anda tidak datang!,&amp;rdquo; teriak seorang pria yang mengenakan seragam militer kepada Menteri Perumahan Nir Barkat dan Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman. Komentarnya disambut dengan tepuk tangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami lelah dengan janji-janji Anda!,&amp;rdquo; ujar orang lain dilaporkan berteriak pada Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.&#13;
&#13;
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, para warga mengelilingi Smotrich, mengumpat dan mengatakan bahwa mereka tidak menginginkannya.&#13;
&#13;
Media Israel melaporkan bahwa seorang pemimpin komunitas Druze telah meminta dalam sebuah surat agar menteri pemerintah tidak menghadiri pemakaman untuk menghindari mengubah tragedi itu menjadi &amp;quot;peristiwa politik&amp;quot;.&#13;
&#13;
Suku Druze merupakan bagian dari kelompok etnis berbahasa Arab yang bermukim di Lebanon, Suriah, Dataran Tinggi Golan, dan Israel utara. Di Israel, mereka memiliki hak kewarganegaraan penuh dan mencakup sekitar 1,5% dari populasi.&#13;
&#13;
Namun, sebagian besar dari mereka yang berada di Golan tetap setia kepada Suriah. Mereka masih dapat belajar dan bekerja di Israel, meskipun hanya mereka yang memiliki kewarganegaraan yang dapat memilih dan bertugas di ketentaraan.&#13;
&#13;
Sebagian besar masyarakat internasional tidak mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel dari Suriah pada tahun 1981.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
