<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pusat Studi Uighur Dorong Kesadaran Masyarakat Perjuangkan Kemanusiaan</title><description>Persoalan yang menimpa masyarakat Uighur terus menjadi sorotan dunia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/29/337/3041360/pusat-studi-uighur-dorong-kesadaran-masyarakat-perjuangkan-kemanusiaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/29/337/3041360/pusat-studi-uighur-dorong-kesadaran-masyarakat-perjuangkan-kemanusiaan"/><item><title>Pusat Studi Uighur Dorong Kesadaran Masyarakat Perjuangkan Kemanusiaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/29/337/3041360/pusat-studi-uighur-dorong-kesadaran-masyarakat-perjuangkan-kemanusiaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/29/337/3041360/pusat-studi-uighur-dorong-kesadaran-masyarakat-perjuangkan-kemanusiaan</guid><pubDate>Senin 29 Juli 2024 22:42 WIB</pubDate><dc:creator>Isnaini dan Arief Setyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/29/337/3041360/uighur-hQuD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat Uighur (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/29/337/3041360/uighur-hQuD_large.jpg</image><title>Masyarakat Uighur (Foto: BBC)</title></images><description>JAKARTA - Persoalan yang menimpa masyarakat Uighur terus menjadi sorotan dunia. Dalam dekade terakhir, berbagai bentuk penganiayaan diduga dialami masyarakat Uighur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dekade terakhir telah menyaksikan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam penganiayaan terhadap orang Uighur,&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Center for Uyghur Studies, Abdulhakim Idris dalam keterangannya, Senin (29/7/2024).&#13;
&#13;
Abdulhakim Idris mengatakan, berbagai hal yang diduga dialami masyarakat Uighur ditandai dengan penahanan massal dan indoktrinasi politik, sterilisasi paksa wanita Uighur. &amp;quot;Penghancuran keluarga Uighur, penindasan sistematis terhadap budaya mereka,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, organisasi yang dinaunginya berkomitmen untuk menjelaskan dugaan genosida Tiongkok dan perang terhadap Islam di Turkistan Timur. Selain itu, memperjuangkan hak asasi manusia dan kebebasan beragama bagi orang Uighur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap buku kecil ini berfungsi sebagai sumber daya penting dalam meningkatkan kesadaran dan mendapatkan dukungan untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung ini,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebijakan yang diduga memiliki tujuan menghapus budaya, agama, dan identitas etnis Uighur di Turkistan Timur diduga diluncurkan Partai Komunis Tiongkok sejak 2014.&amp;nbsp;Bahkan, menahan jutaan orang Uighur dan etnis Turkik lainnya dengan berbagai alasan di kamp-kamp konsentrasi pada 2017.&#13;
&#13;
Mereka diduga dipaksa meninggalkan iman dan identitas budayanya. Kemudian, harus menerima indoktrinasi politik. Para korban juga memberi kesaksiannya dalam laporan media internasional atas apa yang telah dialami mereka.&#13;
&#13;
Upaya lainnya diduga menekan populasi dengan menahan laju kelahiran sterilisasi paksa terhadap wanita Uighur. Pemuda Uighur dipindahkan sebagai pekerja di berbagai provinsi Tiongkok.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Persoalan yang menimpa masyarakat Uighur terus menjadi sorotan dunia. Dalam dekade terakhir, berbagai bentuk penganiayaan diduga dialami masyarakat Uighur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dekade terakhir telah menyaksikan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam penganiayaan terhadap orang Uighur,&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Center for Uyghur Studies, Abdulhakim Idris dalam keterangannya, Senin (29/7/2024).&#13;
&#13;
Abdulhakim Idris mengatakan, berbagai hal yang diduga dialami masyarakat Uighur ditandai dengan penahanan massal dan indoktrinasi politik, sterilisasi paksa wanita Uighur. &amp;quot;Penghancuran keluarga Uighur, penindasan sistematis terhadap budaya mereka,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, organisasi yang dinaunginya berkomitmen untuk menjelaskan dugaan genosida Tiongkok dan perang terhadap Islam di Turkistan Timur. Selain itu, memperjuangkan hak asasi manusia dan kebebasan beragama bagi orang Uighur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap buku kecil ini berfungsi sebagai sumber daya penting dalam meningkatkan kesadaran dan mendapatkan dukungan untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung ini,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebijakan yang diduga memiliki tujuan menghapus budaya, agama, dan identitas etnis Uighur di Turkistan Timur diduga diluncurkan Partai Komunis Tiongkok sejak 2014.&amp;nbsp;Bahkan, menahan jutaan orang Uighur dan etnis Turkik lainnya dengan berbagai alasan di kamp-kamp konsentrasi pada 2017.&#13;
&#13;
Mereka diduga dipaksa meninggalkan iman dan identitas budayanya. Kemudian, harus menerima indoktrinasi politik. Para korban juga memberi kesaksiannya dalam laporan media internasional atas apa yang telah dialami mereka.&#13;
&#13;
Upaya lainnya diduga menekan populasi dengan menahan laju kelahiran sterilisasi paksa terhadap wanita Uighur. Pemuda Uighur dipindahkan sebagai pekerja di berbagai provinsi Tiongkok.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
