<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala DN Aidit Permalukan Soekarno Gegara Tak Turuti Keinginan Massa PKI</title><description>Massa PKI menuntut pembubaran HMI, Soekarno tegas menolak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/30/337/3041260/kala-dn-aidit-permalukan-soekarno-gegara-tak-turuti-keinginan-massa-pki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/30/337/3041260/kala-dn-aidit-permalukan-soekarno-gegara-tak-turuti-keinginan-massa-pki"/><item><title>Kala DN Aidit Permalukan Soekarno Gegara Tak Turuti Keinginan Massa PKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/30/337/3041260/kala-dn-aidit-permalukan-soekarno-gegara-tak-turuti-keinginan-massa-pki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/30/337/3041260/kala-dn-aidit-permalukan-soekarno-gegara-tak-turuti-keinginan-massa-pki</guid><pubDate>Selasa 30 Juli 2024 06:19 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/29/337/3041260/dn_aidit-wbLi_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pimpinan PKI DN Aidit (Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/29/337/3041260/dn_aidit-wbLi_large.jpeg</image><title>Pimpinan PKI DN Aidit (Wikipedia)</title></images><description>SOEKARNO punya hubungan politik dengan DN Aidit, pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI). Aidit juga termasuk pengikut paham Marhaenisme Soekarno. Dukungan ke Presiden Soekarno membuat Aidit dipercaya jadi pimpinan PKI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tapi, Aidit ternyata pernah memperlakukan Soekarno. Momen itu terjadi dalam gelaran Kongres II PKI pada 28 September 1965.&#13;
&#13;
Saat itu ribuan anggota Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang merupakan organisasi kemahasiswaan underbouw PKI menuntut agar Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dibubarkan karena memiliki pandangan politik yang berbeda.&#13;
&#13;
Tapi, Soekarno dan Wakil Perdana Menteri II Johannes Leimena dalam pidatonya menolak tegas permintaan CGMI. Massa yang hadir dalam kongres ternyata tak senang dengan sikap keduanya.&#13;
&#13;
DN Aidit yang merupakan Ketua Central Comite Partai Komunis Indonesia (CC PKI) saat itu langsung naik ke mimbar untuk berpidato.&#13;
&#13;
Dalam orasinya yang diiringi oleh teriakan dan dukungan massa, DN Aidit mengatakan jika CGMI tidak bisa membubarkan HMI, maka sebaiknya kalian memakai kain seperti perempuan.&#13;
&#13;
Perkataan Aidit pun disambut teriakan anggota CGMI, &amp;ldquo;Bubarkan HMI, Bubarkan HMI!&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Ucapan Aidit tentunya membuat siapa saja yang mendengarnya terkejut. Massa tentunya tahu siapa yang dimaksud oleh Aidit, namun tidak ada satupun yang berani menatap Bung Karno.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Soekarno dengan tenang meninggalkan arena kongres PKI tanpa memberi komentar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menariknya, ucapan DN Aidit dilakukan setelah beberapa bulan sebelumnya tampil mesra dengan Soekarno dalam HUT PKI ke-45 dan penganugerahan penghargaan Bintang Mahaputera yang diberikan kepada Aidit.&#13;
&#13;
Sebelumnya, DN Aidit juga pernah menyindir bahwa rakyat Indonesia sudah menjadi satu dan sosialisme telah terwujud, sehingga Pancasila tidak dibutuhkan lagi.&#13;
&#13;
Kritik tersebut akhirnya dibalas oleh Soekarno dengan menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SOEKARNO punya hubungan politik dengan DN Aidit, pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI). Aidit juga termasuk pengikut paham Marhaenisme Soekarno. Dukungan ke Presiden Soekarno membuat Aidit dipercaya jadi pimpinan PKI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tapi, Aidit ternyata pernah memperlakukan Soekarno. Momen itu terjadi dalam gelaran Kongres II PKI pada 28 September 1965.&#13;
&#13;
Saat itu ribuan anggota Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang merupakan organisasi kemahasiswaan underbouw PKI menuntut agar Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dibubarkan karena memiliki pandangan politik yang berbeda.&#13;
&#13;
Tapi, Soekarno dan Wakil Perdana Menteri II Johannes Leimena dalam pidatonya menolak tegas permintaan CGMI. Massa yang hadir dalam kongres ternyata tak senang dengan sikap keduanya.&#13;
&#13;
DN Aidit yang merupakan Ketua Central Comite Partai Komunis Indonesia (CC PKI) saat itu langsung naik ke mimbar untuk berpidato.&#13;
&#13;
Dalam orasinya yang diiringi oleh teriakan dan dukungan massa, DN Aidit mengatakan jika CGMI tidak bisa membubarkan HMI, maka sebaiknya kalian memakai kain seperti perempuan.&#13;
&#13;
Perkataan Aidit pun disambut teriakan anggota CGMI, &amp;ldquo;Bubarkan HMI, Bubarkan HMI!&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Ucapan Aidit tentunya membuat siapa saja yang mendengarnya terkejut. Massa tentunya tahu siapa yang dimaksud oleh Aidit, namun tidak ada satupun yang berani menatap Bung Karno.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Soekarno dengan tenang meninggalkan arena kongres PKI tanpa memberi komentar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menariknya, ucapan DN Aidit dilakukan setelah beberapa bulan sebelumnya tampil mesra dengan Soekarno dalam HUT PKI ke-45 dan penganugerahan penghargaan Bintang Mahaputera yang diberikan kepada Aidit.&#13;
&#13;
Sebelumnya, DN Aidit juga pernah menyindir bahwa rakyat Indonesia sudah menjadi satu dan sosialisme telah terwujud, sehingga Pancasila tidak dibutuhkan lagi.&#13;
&#13;
Kritik tersebut akhirnya dibalas oleh Soekarno dengan menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
