<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Air Bersih, Ratusan Warga Mandi di Sungai Batanghari yang Keruh</title><description>Ratusan warga terpaksa harus pergi ke Sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air saban harinya. Mulai dari mandri hingga untuk memasak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/31/340/3042008/krisis-air-bersih-ratusan-warga-mandi-di-sungai-batanghari-yang-keruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/31/340/3042008/krisis-air-bersih-ratusan-warga-mandi-di-sungai-batanghari-yang-keruh"/><item><title>Krisis Air Bersih, Ratusan Warga Mandi di Sungai Batanghari yang Keruh</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/31/340/3042008/krisis-air-bersih-ratusan-warga-mandi-di-sungai-batanghari-yang-keruh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/31/340/3042008/krisis-air-bersih-ratusan-warga-mandi-di-sungai-batanghari-yang-keruh</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2024 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/31/340/3042008/ratusan_warga_mandi_di_sungai_batanghari_akibat_krisis_air_bersih-4257_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan warga mandi di Sungai Batanghari akibat krisis air bersih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/31/340/3042008/ratusan_warga_mandi_di_sungai_batanghari_akibat_krisis_air_bersih-4257_large.jpg</image><title>Ratusan warga mandi di Sungai Batanghari akibat krisis air bersih (Foto: Okezone)</title></images><description>MUAROJAMBI - Memasuki musim kemarau awal, ratusan warga di bantaran Sungai Batanghari di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi, Jambi, mulai mengalami krisis air bersih.&#13;
&#13;
Betapa tidak, air sumur mereka sudah mulai keruh dan kering. Tidak hanya itu, air Sungai Batanghari terlihat mulai surut jauh hingga terlihat dasarnya.&#13;
&#13;
Akibat keringnya air sumur dan air bersih, warga terpaksa harus pergi ke Sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air saban harinya. Mulai dari mandri hingga untuk memasak.&#13;
&#13;
Selain itu, warga juga nampak mencuci piring dan kebutuhan lainnya di Sungai Batanghari.&#13;
&#13;
Meski debit air Sungai Batanghari mulai surut dan warna air yang keruh akibat kemarau, tapi warga tidak punya pilihan lantaran krisis air bersih.&#13;
&#13;
Mustakin, warga setempat mengaku harus setiap hari menggunakan air Sungai Batanghari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap hari harus mandi, cuci pakaian di Sungai Batanghari karena air sumur kering,&amp;quot; ungkapnya, Rabu (31/7/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, sejak memasuki musim kemarau banyak sumur warga kering. &amp;quot;Kita membeli air galon untuk minum,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Warga lainnya, Najmi menambahkan di awal musim kemarau saja sudah terjadi kekeringan ekstrim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bila awalnya saja sudah ekstrim, apalagi bila kemarau hingga bulan 12 akan lebih ekstrim lagi,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Guna memenuhi kebutuhan air setiap harinya, sambung dia, warga terpaksa menggunakan air Sungai Batanghari lantaran tidak ada lagi sumber air bersih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap, pihak pemerintah bisa memberikan bantuan air bersih dan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga,&amp;quot; ujar Najmi.&#13;
</description><content:encoded>MUAROJAMBI - Memasuki musim kemarau awal, ratusan warga di bantaran Sungai Batanghari di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi, Jambi, mulai mengalami krisis air bersih.&#13;
&#13;
Betapa tidak, air sumur mereka sudah mulai keruh dan kering. Tidak hanya itu, air Sungai Batanghari terlihat mulai surut jauh hingga terlihat dasarnya.&#13;
&#13;
Akibat keringnya air sumur dan air bersih, warga terpaksa harus pergi ke Sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air saban harinya. Mulai dari mandri hingga untuk memasak.&#13;
&#13;
Selain itu, warga juga nampak mencuci piring dan kebutuhan lainnya di Sungai Batanghari.&#13;
&#13;
Meski debit air Sungai Batanghari mulai surut dan warna air yang keruh akibat kemarau, tapi warga tidak punya pilihan lantaran krisis air bersih.&#13;
&#13;
Mustakin, warga setempat mengaku harus setiap hari menggunakan air Sungai Batanghari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap hari harus mandi, cuci pakaian di Sungai Batanghari karena air sumur kering,&amp;quot; ungkapnya, Rabu (31/7/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, sejak memasuki musim kemarau banyak sumur warga kering. &amp;quot;Kita membeli air galon untuk minum,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Warga lainnya, Najmi menambahkan di awal musim kemarau saja sudah terjadi kekeringan ekstrim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bila awalnya saja sudah ekstrim, apalagi bila kemarau hingga bulan 12 akan lebih ekstrim lagi,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Guna memenuhi kebutuhan air setiap harinya, sambung dia, warga terpaksa menggunakan air Sungai Batanghari lantaran tidak ada lagi sumber air bersih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap, pihak pemerintah bisa memberikan bantuan air bersih dan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga,&amp;quot; ujar Najmi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
