<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Nenek di Sampang Ambruk Rata dengan Tanah, Numpang Tinggal ke Saudara</title><description>Rumah nenek Mughimah (69) di Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, ambruk rata dengan tanah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/31/519/3042305/rumah-nenek-di-sampang-ambruk-rata-dengan-tanah-numpang-tinggal-ke-saudara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/31/519/3042305/rumah-nenek-di-sampang-ambruk-rata-dengan-tanah-numpang-tinggal-ke-saudara"/><item><title>Rumah Nenek di Sampang Ambruk Rata dengan Tanah, Numpang Tinggal ke Saudara</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/31/519/3042305/rumah-nenek-di-sampang-ambruk-rata-dengan-tanah-numpang-tinggal-ke-saudara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/31/519/3042305/rumah-nenek-di-sampang-ambruk-rata-dengan-tanah-numpang-tinggal-ke-saudara</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2024 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Diwan Mohammad Zahri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/31/519/3042305/rumah_nenek_di_sampang_ambruk_rata_dengan_tanah-uYFj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah nenek di Sampang ambruk rata dengan tanah (Foto: MNC Media/Diwan M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/31/519/3042305/rumah_nenek_di_sampang_ambruk_rata_dengan_tanah-uYFj_large.jpg</image><title>Rumah nenek di Sampang ambruk rata dengan tanah (Foto: MNC Media/Diwan M)</title></images><description>SAMPANG - Rumah nenek Mughimah (69) di Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, ambruk rata dengan tanah. Kini sang nenek numpang tinggal ke rumah saudarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, rumah nenek tersebut ambruk secara tiba-tiba saat penghuninya sedang tidak ada di tempat tinggalnya.&#13;
&#13;
Nenek Mughimah mengaku tidak mengetahui kalau rumahnya ambruk. Ia tahu dan dapat kabar dari tetangganya bahwa rumahnya telah ambruk hingga rata dengan tanah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya langsung pulang dan semuanya roboh tidak tersisa,&amp;quot; katanya Rabu (31/7/2024).&#13;
&#13;
Setelah melihat material rumah telah berantakan di tanah, dirinya tidak bisa berbuat banyak, selain meminta pertolongan terhadap para tetangganya.&#13;
&#13;
Ia mengaku telah bersusah payah sebelumnya untuk membeli perabotan di rumahnya dengan mengumpulkan upah kerjanya yang tidak seberapa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari hasil menjual keranjang, seminggu saya mendapatkan uang Rp40 ribu. Jadi saya mencicil untuk membeli pintu dan perabotan lainnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Informasi yang dihimpun, pemicu robohnya rumah tersebut diduga karna usia rumah yang sudah tua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas peristiwa yang dialaminya saat ini, Nenek Mughimah hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari warga dan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk sementara ini saya akan tinggal di kediaman saudara saya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sementara, Kapolsek Kedungdung Iptu Syafriwanto membenarkan atas robohnya rumah Nenek Mughimah yang hidup sebatang kara, sedangkan anak-anaknya tengah merantau di luar kota.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akibat kejadian ini rumah Nenek Mughimah semuanya mengalami rusak termasuk peralatan-peralatan yang ada di dalam rumah,&amp;quot; ujar Iptu Syafriwanto.&#13;
</description><content:encoded>SAMPANG - Rumah nenek Mughimah (69) di Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, ambruk rata dengan tanah. Kini sang nenek numpang tinggal ke rumah saudarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, rumah nenek tersebut ambruk secara tiba-tiba saat penghuninya sedang tidak ada di tempat tinggalnya.&#13;
&#13;
Nenek Mughimah mengaku tidak mengetahui kalau rumahnya ambruk. Ia tahu dan dapat kabar dari tetangganya bahwa rumahnya telah ambruk hingga rata dengan tanah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya langsung pulang dan semuanya roboh tidak tersisa,&amp;quot; katanya Rabu (31/7/2024).&#13;
&#13;
Setelah melihat material rumah telah berantakan di tanah, dirinya tidak bisa berbuat banyak, selain meminta pertolongan terhadap para tetangganya.&#13;
&#13;
Ia mengaku telah bersusah payah sebelumnya untuk membeli perabotan di rumahnya dengan mengumpulkan upah kerjanya yang tidak seberapa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari hasil menjual keranjang, seminggu saya mendapatkan uang Rp40 ribu. Jadi saya mencicil untuk membeli pintu dan perabotan lainnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Informasi yang dihimpun, pemicu robohnya rumah tersebut diduga karna usia rumah yang sudah tua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas peristiwa yang dialaminya saat ini, Nenek Mughimah hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari warga dan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk sementara ini saya akan tinggal di kediaman saudara saya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sementara, Kapolsek Kedungdung Iptu Syafriwanto membenarkan atas robohnya rumah Nenek Mughimah yang hidup sebatang kara, sedangkan anak-anaknya tengah merantau di luar kota.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akibat kejadian ini rumah Nenek Mughimah semuanya mengalami rusak termasuk peralatan-peralatan yang ada di dalam rumah,&amp;quot; ujar Iptu Syafriwanto.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
