<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Militer Israel Bantah Lancarkan Serangan Udara di Timur Tengah pada Hari Tewasnya Ismail Haniyeh</title><description>Seperti diketahui, Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada Rabu (31/7/2024).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/02/18/3043268/militer-israel-bantah-lancarkan-serangan-udara-di-timur-tengah-pada-hari-tewasnya-ismail-haniyeh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/02/18/3043268/militer-israel-bantah-lancarkan-serangan-udara-di-timur-tengah-pada-hari-tewasnya-ismail-haniyeh"/><item><title>Militer Israel Bantah Lancarkan Serangan Udara di Timur Tengah pada Hari Tewasnya Ismail Haniyeh</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/02/18/3043268/militer-israel-bantah-lancarkan-serangan-udara-di-timur-tengah-pada-hari-tewasnya-ismail-haniyeh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/02/18/3043268/militer-israel-bantah-lancarkan-serangan-udara-di-timur-tengah-pada-hari-tewasnya-ismail-haniyeh</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2024 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/02/18/3043268/hamas-uxOp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Israel mengklaim bahwa mereka tidak melakukan serangan udara di negara Timur Tengah mana pun pada hari tewasnya pemimpin Hamas (Foto: Anadolu AJansi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/02/18/3043268/hamas-uxOp_large.jpg</image><title>Israel mengklaim bahwa mereka tidak melakukan serangan udara di negara Timur Tengah mana pun pada hari tewasnya pemimpin Hamas (Foto: Anadolu AJansi)</title></images><description>IRAN - Tentara Israel mengklaim pada Kamis (1/8/2024) bahwa mereka tidak melakukan serangan udara di negara Timur Tengah mana pun pada Rabu (31/7/2024). &amp;nbsp;Seperti diketahui, Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada Rabu (31/7/2024).&#13;
&#13;
Bantahan itu muncul di tengah laporan media Amerika Serikat (AS) yang mengklaim bahwa Haniyeh dibunuh dengan bom yang ditanam oleh badan mata-mata Israel, Mossad.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak menyerang Iran dari udara,&amp;quot; kata juru bicara militer Daniel Hagari kepada media terkait pembunuhan Haniyeh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyerang pada Selasa malam di Lebanon dan menewaskan Fuad Shukr dalam serangan udara yang akurat,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ingin menekankan, tidak ada serangan udara lain, tidak ada rudal dan tidak ada pesawat nirawak Israel, di seluruh Timur Tengah malam itu,&amp;quot; tambahnya, dikutip The Times of Israel.&#13;
&#13;
Hamas dan Iran mengumumkan pada Rabu (31/7/2024) pagi bahwa Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan kediamannya di Teheran tak lama setelah ia berpartisipasi dalam pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.&#13;
&#13;
Laporan awal Iran menunjukkan bahwa Haniyeh menjadi sasaran serangan rudal. Namun situs berita Axios melaporkan pada Kamis (1/8/2024) bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh Mossad dengan meledakkan alat peledak yang ditanam terlebih dahulu di kamar tidurnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Axios, bom itu diledakkan dari jarak jauh oleh agen Mossad yang berada di tanah Iran.&#13;
&#13;
Demikian pula, New York Times mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa perencanaan pembunuhan itu memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan pengawasan ekstensif kompleks.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bom itu diledakkan dari jarak jauh setelah dipastikan bahwa dia berada di dalam kamarnya di wisma tamu,&amp;quot; kata pejabat itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran akan pembalasan Iran, Hagari mengatakan bahwa militer Israel dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi skenario apa pun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memiliki sekutu internasional yang memperkuat pasukan mereka di daerah itu untuk membantu kami melawan ancaman ini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Meskipun Israel belum secara resmi mengomentari pembunuhan Haniyeh, namun Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah mengisyaratkan keterlibatan Tel Aviv.&#13;
</description><content:encoded>IRAN - Tentara Israel mengklaim pada Kamis (1/8/2024) bahwa mereka tidak melakukan serangan udara di negara Timur Tengah mana pun pada Rabu (31/7/2024). &amp;nbsp;Seperti diketahui, Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada Rabu (31/7/2024).&#13;
&#13;
Bantahan itu muncul di tengah laporan media Amerika Serikat (AS) yang mengklaim bahwa Haniyeh dibunuh dengan bom yang ditanam oleh badan mata-mata Israel, Mossad.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak menyerang Iran dari udara,&amp;quot; kata juru bicara militer Daniel Hagari kepada media terkait pembunuhan Haniyeh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyerang pada Selasa malam di Lebanon dan menewaskan Fuad Shukr dalam serangan udara yang akurat,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ingin menekankan, tidak ada serangan udara lain, tidak ada rudal dan tidak ada pesawat nirawak Israel, di seluruh Timur Tengah malam itu,&amp;quot; tambahnya, dikutip The Times of Israel.&#13;
&#13;
Hamas dan Iran mengumumkan pada Rabu (31/7/2024) pagi bahwa Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan kediamannya di Teheran tak lama setelah ia berpartisipasi dalam pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.&#13;
&#13;
Laporan awal Iran menunjukkan bahwa Haniyeh menjadi sasaran serangan rudal. Namun situs berita Axios melaporkan pada Kamis (1/8/2024) bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh Mossad dengan meledakkan alat peledak yang ditanam terlebih dahulu di kamar tidurnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Axios, bom itu diledakkan dari jarak jauh oleh agen Mossad yang berada di tanah Iran.&#13;
&#13;
Demikian pula, New York Times mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa perencanaan pembunuhan itu memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan pengawasan ekstensif kompleks.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bom itu diledakkan dari jarak jauh setelah dipastikan bahwa dia berada di dalam kamarnya di wisma tamu,&amp;quot; kata pejabat itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran akan pembalasan Iran, Hagari mengatakan bahwa militer Israel dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi skenario apa pun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memiliki sekutu internasional yang memperkuat pasukan mereka di daerah itu untuk membantu kami melawan ancaman ini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Meskipun Israel belum secara resmi mengomentari pembunuhan Haniyeh, namun Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah mengisyaratkan keterlibatan Tel Aviv.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
