<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Tangkap Imam Besar Masjid Al-Aqsa, PBNU: Kita Mengecam Keras</title><description>Ahmad Fahrur Rozi mengecam penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh Polisi Israel setelah memimpin sholat ghaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyeh&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043774/israel-tangkap-imam-besar-masjid-al-aqsa-pbnu-kita-mengecam-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043774/israel-tangkap-imam-besar-masjid-al-aqsa-pbnu-kita-mengecam-keras"/><item><title>Israel Tangkap Imam Besar Masjid Al-Aqsa, PBNU: Kita Mengecam Keras</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043774/israel-tangkap-imam-besar-masjid-al-aqsa-pbnu-kita-mengecam-keras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043774/israel-tangkap-imam-besar-masjid-al-aqsa-pbnu-kita-mengecam-keras</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2024 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/03/337/3043774/imam_besar_masjid_al_aqsa_ekrima_sabri-U218_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Imam Besar Masjid Al Aqsa Ekrima Sabri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/03/337/3043774/imam_besar_masjid_al_aqsa_ekrima_sabri-U218_large.JPG</image><title>Imam Besar Masjid Al Aqsa Ekrima Sabri</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi mengecam penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh Polisi Israel setelah memimpin sholat ghaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita terus mengecam keras tindakan pembunuhan dan kekerasan di Palestina, seluruh ummat dunia Islam berduka, Israel harus mendengar kemarahan dunia,&amp;quot; kata Gus Fahrur lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).&#13;
&#13;
Gus Fahrur pun menegaskan bahwa segala tindakan kekerasan oleh Israel di Palestina akan memancing kekerasan yang semakin luas. &amp;quot;Segala tindakan kekerasan akan memancing kekerasan yang lain semakin meluas dan situasi semakin buruk.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebelumnya, diketahui bahwa Ismail Haniyeh dibunuh pada hari Rabu 31 Juli 2024 di Teheran, ibu kota Iran. Sementara Hamas dan Iran menyalahkan zionis Israel atas pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
Salah seorang kerabat Syekh Ekrima Sabri mengatakan polisi Israel menyerbu rumahnya di Yerusalem Timur dan menangkapnya.&#13;
&#13;
Setelah Sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memimpin sholat ghaib untuk Ismail Haniyeh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Yerusalem dan sekitarnya dari mimbar Masjid Al-Aqsa yang diberkahi berduka atas kematian Ismail Haniyeh,&amp;quot; kata Syekh Ekrima Sabri dalam khotbahnya, seperti dikutip dari laman Anadolu, Sabtu (3/8).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah khotbah itu, polisi Israel mengatakan sedang menyelidiki apakah pernyataan tersebut merupakan &amp;quot;hasutan&amp;quot;. Mereka pun mengklaim bertindak sesuai dengan pernyataan itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ulama berusia 85 tahun itu ditahan beberapa kali oleh zionis Israel pada masa lalu. Ia juga sempat dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa bulan.&#13;
&#13;
Syekh Ekrima Sabri adalah pengkritik keras pendudukan zionis Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina. Sebelumnya beliau menjabat sebagai mufti Yerusalem dan wilayah Palestina pada tahun 1994 hingga 2006.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi mengecam penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh Polisi Israel setelah memimpin sholat ghaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita terus mengecam keras tindakan pembunuhan dan kekerasan di Palestina, seluruh ummat dunia Islam berduka, Israel harus mendengar kemarahan dunia,&amp;quot; kata Gus Fahrur lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).&#13;
&#13;
Gus Fahrur pun menegaskan bahwa segala tindakan kekerasan oleh Israel di Palestina akan memancing kekerasan yang semakin luas. &amp;quot;Segala tindakan kekerasan akan memancing kekerasan yang lain semakin meluas dan situasi semakin buruk.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebelumnya, diketahui bahwa Ismail Haniyeh dibunuh pada hari Rabu 31 Juli 2024 di Teheran, ibu kota Iran. Sementara Hamas dan Iran menyalahkan zionis Israel atas pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
Salah seorang kerabat Syekh Ekrima Sabri mengatakan polisi Israel menyerbu rumahnya di Yerusalem Timur dan menangkapnya.&#13;
&#13;
Setelah Sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memimpin sholat ghaib untuk Ismail Haniyeh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Yerusalem dan sekitarnya dari mimbar Masjid Al-Aqsa yang diberkahi berduka atas kematian Ismail Haniyeh,&amp;quot; kata Syekh Ekrima Sabri dalam khotbahnya, seperti dikutip dari laman Anadolu, Sabtu (3/8).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah khotbah itu, polisi Israel mengatakan sedang menyelidiki apakah pernyataan tersebut merupakan &amp;quot;hasutan&amp;quot;. Mereka pun mengklaim bertindak sesuai dengan pernyataan itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ulama berusia 85 tahun itu ditahan beberapa kali oleh zionis Israel pada masa lalu. Ia juga sempat dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa bulan.&#13;
&#13;
Syekh Ekrima Sabri adalah pengkritik keras pendudukan zionis Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina. Sebelumnya beliau menjabat sebagai mufti Yerusalem dan wilayah Palestina pada tahun 1994 hingga 2006.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
