<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Muhammadiyah: Penangkapan Imam Masjid Al-Aqsa Perkeruh Suasana di Palestina</title><description>Abdul Mu&amp;#39;ti menegaskan bahwa penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel memperkeruh suasana di Palestina.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043781/muhammadiyah-penangkapan-imam-masjid-al-aqsa-perkeruh-suasana-di-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043781/muhammadiyah-penangkapan-imam-masjid-al-aqsa-perkeruh-suasana-di-palestina"/><item><title> Muhammadiyah: Penangkapan Imam Masjid Al-Aqsa Perkeruh Suasana di Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043781/muhammadiyah-penangkapan-imam-masjid-al-aqsa-perkeruh-suasana-di-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/03/337/3043781/muhammadiyah-penangkapan-imam-masjid-al-aqsa-perkeruh-suasana-di-palestina</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2024 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/03/337/3043781/pp_muhammadiyah-OMA7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PP Muhammadiyah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/03/337/3043781/pp_muhammadiyah-OMA7_large.jpg</image><title>PP Muhammadiyah (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu&amp;#39;ti menegaskan bahwa penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel memperkeruh suasana di Palestina.&#13;
&#13;
Sebelumnya, penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri ini dilakukan Israel setelah memimpin sholat ghaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Penangkapan Syeikh Ikrima Sabri merupakan tindakan berlebihan dan tidak bisa dibenarkan,&amp;quot; kata Abdul Mu&amp;#39;ti lewat, Sabtu (3/8/2024).&#13;
&#13;
Abdul Mu&amp;#39;ti pun menegaskan bahwa penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri ini juga akan memperkeruh suasana di Palestina. Bahkan, ia khawatir akan menimbulkan perlawanan oleh masyarakat dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penangkapan itu akan semakin memperkeruh suasana di Palestina dan menimbulkan perlawanan dari semua elemen masyarakat dunia,&amp;quot; ujar Mu&amp;#39;ti.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Mu&amp;#39;ti menegaskan Israel harus menghentikan semua kekerasan dan represi bagi masyarakat Palestina yang tidak berdosa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Israel harus menghentikan semua bentuk kekerasan dan represi bagi masyarakat yang tidak berdosa,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Diketahui bahwa Ismail Haniyeh dibunuh pada hari Rabu 31 Juli 2024 di Teheran, ibu kota Iran. Sementara Hamas dan Iran menyalahkan zionis Israel atas pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah seorang kerabat Syekh Ekrima Sabri pun mengatakan polisi Israel menyerbu rumahnya di Yerusalem Timur dan menangkapnya. Setelah Sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memimpin sholat ghaib untuk Ismail Haniyeh.&#13;
&#13;
Ulama berusia 85 tahun itu ditahan beberapa kali oleh zionis Israel pada masa lalu. Dia juga sempat dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa bulan.&#13;
&#13;
Syekh Ekrima Sabri adalah pengkritik keras pendudukan zionis Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina. Sebelumnya beliau menjabat sebagai mufti Yerusalem dan wilayah Palestina pada tahun 1994 hingga 2006.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu&amp;#39;ti menegaskan bahwa penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh polisi Israel memperkeruh suasana di Palestina.&#13;
&#13;
Sebelumnya, penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri ini dilakukan Israel setelah memimpin sholat ghaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Penangkapan Syeikh Ikrima Sabri merupakan tindakan berlebihan dan tidak bisa dibenarkan,&amp;quot; kata Abdul Mu&amp;#39;ti lewat, Sabtu (3/8/2024).&#13;
&#13;
Abdul Mu&amp;#39;ti pun menegaskan bahwa penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri ini juga akan memperkeruh suasana di Palestina. Bahkan, ia khawatir akan menimbulkan perlawanan oleh masyarakat dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penangkapan itu akan semakin memperkeruh suasana di Palestina dan menimbulkan perlawanan dari semua elemen masyarakat dunia,&amp;quot; ujar Mu&amp;#39;ti.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Mu&amp;#39;ti menegaskan Israel harus menghentikan semua kekerasan dan represi bagi masyarakat Palestina yang tidak berdosa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Israel harus menghentikan semua bentuk kekerasan dan represi bagi masyarakat yang tidak berdosa,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Diketahui bahwa Ismail Haniyeh dibunuh pada hari Rabu 31 Juli 2024 di Teheran, ibu kota Iran. Sementara Hamas dan Iran menyalahkan zionis Israel atas pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah seorang kerabat Syekh Ekrima Sabri pun mengatakan polisi Israel menyerbu rumahnya di Yerusalem Timur dan menangkapnya. Setelah Sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memimpin sholat ghaib untuk Ismail Haniyeh.&#13;
&#13;
Ulama berusia 85 tahun itu ditahan beberapa kali oleh zionis Israel pada masa lalu. Dia juga sempat dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa bulan.&#13;
&#13;
Syekh Ekrima Sabri adalah pengkritik keras pendudukan zionis Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina. Sebelumnya beliau menjabat sebagai mufti Yerusalem dan wilayah Palestina pada tahun 1994 hingga 2006.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
