<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orangtua Ungkap Tak Dapat Akses CCTV Usai Titipkan Anak di Daycare Wensen School Depok</title><description>Orangtua korban anak balita berinisial AMW (9 bulan), Arif Muammar Hidayat (38) mengungkap pihaknya tidak mendapatkan akses kamera pengawas, atau CCTV usai menitipkan anaknya di Daycare Wensen School,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/04/338/3043992/orangtua-ungkap-tak-dapat-akses-cctv-usai-titipkan-anak-di-daycare-wensen-school-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/04/338/3043992/orangtua-ungkap-tak-dapat-akses-cctv-usai-titipkan-anak-di-daycare-wensen-school-depok"/><item><title>Orangtua Ungkap Tak Dapat Akses CCTV Usai Titipkan Anak di Daycare Wensen School Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/04/338/3043992/orangtua-ungkap-tak-dapat-akses-cctv-usai-titipkan-anak-di-daycare-wensen-school-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/04/338/3043992/orangtua-ungkap-tak-dapat-akses-cctv-usai-titipkan-anak-di-daycare-wensen-school-depok</guid><pubDate>Minggu 04 Agustus 2024 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/04/338/3043992/illustrasi_kekerasan_anak-qsiL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi kekerasan anak (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/04/338/3043992/illustrasi_kekerasan_anak-qsiL_large.jpg</image><title>Illustrasi kekerasan anak (foto: dok freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
DEPOK - Orangtua korban anak balita berinisial AMW (9 bulan), Arif Muammar Hidayat (38) mengungkap pihaknya tidak mendapatkan akses kamera pengawas, atau CCTV usai menitipkan anaknya di Daycare Wensen School, Cimanggis, Depok.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Akses CCTV) tidak, nggak dikasih,&amp;quot; kata Arif kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Sabtu (3/8/2024).&#13;
&#13;
Ia menyebut, baru sekitar 3-4 bulanan menitipkan anaknya di Daycare tersebut. Arif mengetahui anaknya jadi korban penganiayaan dari video viral yang beredar dari media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhir April ke Juli itu 3 sampai 4 bulan, sekitar segitu. Ya dari yang beredar itu. Saya bisa kenal, itu mainan anak saya, baju anak saya. Iya (dari Medsos), awalnya kan cuma ada satu, terus ada 2 (rekaman CCTV). Tapi, yang anak laki, ya itu anak saya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, berdasarkan Data Pokok Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek, KB Wensen School Indonesia memilik NPSN 70014259.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wensen School memiliki SK pendirian sekolah 421.1/8505/Disdik//2021 dengan tanggal berdiri 30 Juni 2021. Adapun SK izin operasional tertuang dengan nomor 421.1/0084/DPMPTSP/IV/2024 tertanggal 17 April 2024.&#13;
&#13;
Kadisdik Depok, Siti Chaerijah merekomendasikan PAUD Wensen School agar ditutup operasionalnya.&#13;
&#13;
Pemilik sekaligus pengasuh Daycare Wensen School berinisial MI alias Meita ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap dua balita berinisial MKZ (2) dan AMW (9 bulan).&#13;
&#13;
Atas perbuatannya pelaku MI dijerat dengan Pasal 80 Ayat 1 Jo Pasal 80 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
DEPOK - Orangtua korban anak balita berinisial AMW (9 bulan), Arif Muammar Hidayat (38) mengungkap pihaknya tidak mendapatkan akses kamera pengawas, atau CCTV usai menitipkan anaknya di Daycare Wensen School, Cimanggis, Depok.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Akses CCTV) tidak, nggak dikasih,&amp;quot; kata Arif kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Sabtu (3/8/2024).&#13;
&#13;
Ia menyebut, baru sekitar 3-4 bulanan menitipkan anaknya di Daycare tersebut. Arif mengetahui anaknya jadi korban penganiayaan dari video viral yang beredar dari media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhir April ke Juli itu 3 sampai 4 bulan, sekitar segitu. Ya dari yang beredar itu. Saya bisa kenal, itu mainan anak saya, baju anak saya. Iya (dari Medsos), awalnya kan cuma ada satu, terus ada 2 (rekaman CCTV). Tapi, yang anak laki, ya itu anak saya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, berdasarkan Data Pokok Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek, KB Wensen School Indonesia memilik NPSN 70014259.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wensen School memiliki SK pendirian sekolah 421.1/8505/Disdik//2021 dengan tanggal berdiri 30 Juni 2021. Adapun SK izin operasional tertuang dengan nomor 421.1/0084/DPMPTSP/IV/2024 tertanggal 17 April 2024.&#13;
&#13;
Kadisdik Depok, Siti Chaerijah merekomendasikan PAUD Wensen School agar ditutup operasionalnya.&#13;
&#13;
Pemilik sekaligus pengasuh Daycare Wensen School berinisial MI alias Meita ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap dua balita berinisial MKZ (2) dan AMW (9 bulan).&#13;
&#13;
Atas perbuatannya pelaku MI dijerat dengan Pasal 80 Ayat 1 Jo Pasal 80 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
