<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Sapi di Semarang Mati Mendadak, Polisi Turun Tangan</title><description>Peternak sapi di Kelompok Tani Rukun, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (6/8/2024) geger. Sebabnya, 5 ekor sapi di sana mati mendadak pagi tadi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/06/512/3044894/5-sapi-di-semarang-mati-mendadak-polisi-turun-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/06/512/3044894/5-sapi-di-semarang-mati-mendadak-polisi-turun-tangan"/><item><title>5 Sapi di Semarang Mati Mendadak, Polisi Turun Tangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/06/512/3044894/5-sapi-di-semarang-mati-mendadak-polisi-turun-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/06/512/3044894/5-sapi-di-semarang-mati-mendadak-polisi-turun-tangan</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2024 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/06/512/3044894/5_sapi_di_semarang_mati_mendadak-ORt8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 sapi di Semarang mati mendadak (Foto: MNC Media/Eka S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/06/512/3044894/5_sapi_di_semarang_mati_mendadak-ORt8_large.jpg</image><title>5 sapi di Semarang mati mendadak (Foto: MNC Media/Eka S)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Peternak sapi di Kelompok Tani Rukun, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (6/8/2024) geger. Sebabnya, 5 ekor sapi di sana mati mendadak pagi tadi. Polisi ikut turun tangan menyelidiki temuan itu. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lokasi peternakan di daerah Cepoko, Kecamatan Gunungpati. Kelima ekor sapi itu ditemukan mati sekira pukul 06.30 WIB oleh salah satu peternak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kondisinya melek (mata), ada tali, sepertinya berontak,&amp;rdquo; kata Ketua Kelompok Tani Rukun Muhfasodin (38). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menyebut, insiden ini bukan kali pertama. Berturut-turut, sepekan lalu, ada 1 ekor sapi mati, kemudian beberapa hari kemudian 1 ekor sapi mati, begitu pola yang terjadi. Namun, kali ini baru ada bersamaan 5 ekor sapi mati mendadak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi totalnya sampai 10 sapi, itu milik 1 orang, sapinya sehat nggak ada kendala padahal,&amp;rdquo; sambungnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Insiden itu sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Kota Semarang. Petugas juga sudah mengambil sampel darah untuk diuji laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian sapi-sapi itu. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dugaannya keracunan, kerugiannya sampai ratusan juta (rupiah) ini,&amp;rdquo; lanjut dia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi yang menerima informasi juga turun di tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk tim Identifikasi dan Olah TKP.&#13;
&#13;
Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo membenarkan adanya insiden itu. Namun, untuk penyebab kematian sapi-sapi itu, pihaknya tidak ada berspekulasi sebelum penyelidikan tuntas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami identifikasi, cek TKP, cek tempatnya, kandangnya, cek makanannya. Dugaan sementara belum ada (apa penyebab matinya), kualifikasi bidangnya kan dokter hewan, masih proses,&amp;rdquo; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Peternak sapi di Kelompok Tani Rukun, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (6/8/2024) geger. Sebabnya, 5 ekor sapi di sana mati mendadak pagi tadi. Polisi ikut turun tangan menyelidiki temuan itu. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lokasi peternakan di daerah Cepoko, Kecamatan Gunungpati. Kelima ekor sapi itu ditemukan mati sekira pukul 06.30 WIB oleh salah satu peternak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kondisinya melek (mata), ada tali, sepertinya berontak,&amp;rdquo; kata Ketua Kelompok Tani Rukun Muhfasodin (38). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menyebut, insiden ini bukan kali pertama. Berturut-turut, sepekan lalu, ada 1 ekor sapi mati, kemudian beberapa hari kemudian 1 ekor sapi mati, begitu pola yang terjadi. Namun, kali ini baru ada bersamaan 5 ekor sapi mati mendadak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi totalnya sampai 10 sapi, itu milik 1 orang, sapinya sehat nggak ada kendala padahal,&amp;rdquo; sambungnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Insiden itu sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan Kota Semarang. Petugas juga sudah mengambil sampel darah untuk diuji laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian sapi-sapi itu. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dugaannya keracunan, kerugiannya sampai ratusan juta (rupiah) ini,&amp;rdquo; lanjut dia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi yang menerima informasi juga turun di tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk tim Identifikasi dan Olah TKP.&#13;
&#13;
Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo membenarkan adanya insiden itu. Namun, untuk penyebab kematian sapi-sapi itu, pihaknya tidak ada berspekulasi sebelum penyelidikan tuntas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami identifikasi, cek TKP, cek tempatnya, kandangnya, cek makanannya. Dugaan sementara belum ada (apa penyebab matinya), kualifikasi bidangnya kan dokter hewan, masih proses,&amp;rdquo; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
