<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Menyiksa Anak Bayinya, Pria di Pinrang Malah Nangis Seperti Bocah saat Polisi Datang</title><description>Seorang ayah di Pinrang, Sulawesi Selatan tega menyiksa anaknya sendiri yang masih berusia satu tahun karena jengkel dengan sang istri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/06/609/3045198/usai-menyiksa-anak-bayinya-pria-di-pinrang-malah-nangis-seperti-bocah-saat-polisi-datang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/06/609/3045198/usai-menyiksa-anak-bayinya-pria-di-pinrang-malah-nangis-seperti-bocah-saat-polisi-datang"/><item><title>Usai Menyiksa Anak Bayinya, Pria di Pinrang Malah Nangis Seperti Bocah saat Polisi Datang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/06/609/3045198/usai-menyiksa-anak-bayinya-pria-di-pinrang-malah-nangis-seperti-bocah-saat-polisi-datang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/06/609/3045198/usai-menyiksa-anak-bayinya-pria-di-pinrang-malah-nangis-seperti-bocah-saat-polisi-datang</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2024 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Erwin Eka Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/06/609/3045198/ayah_penyiksa_anak_di_pinrang_nangis_saat_polisi_datang-3tfj_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ayah Penyiksa Anak di Pinrang nangis saat polisi datang</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/06/609/3045198/ayah_penyiksa_anak_di_pinrang_nangis_saat_polisi_datang-3tfj_large.JPG</image><title>Ayah Penyiksa Anak di Pinrang nangis saat polisi datang</title></images><description>PINRANG - Seorang ayah di Pinrang, Sulawesi Selatan tega menyiksa anaknya sendiri yang masih berusia satu tahun karena jengkel dengan sang istri.&#13;
&#13;
Anehnya, ia malah menangis dan meronta seperti bocah, dan enggan melepaskan anaknya saat polisi datang ke lokasi.&#13;
&#13;
Pelaku menganiaya anaknya dengan cara menggantung leher anaknya hingga membantingnya di tempat tidur, beruntung aksinya sempat dicegat oleh nenek pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah menerima laporan, polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya. Namun saat hendak diamankan pelaku meronta dan enggan memberikannya anaknya kepada petugas.&#13;
&#13;
Dari keterangan polisi, pelaku tega menganiaya anaknya karena jengkel dengan istrinya serta keluarga istrinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini pelaku diamankan ke Polres Pinrang, untuk penyelidikan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara korban kini tengah dirawat di rumah sakit, setelah sempat disandera ayahnya selama 16 jam, tanpa diberi makanan,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Andi Reza.&#13;
</description><content:encoded>PINRANG - Seorang ayah di Pinrang, Sulawesi Selatan tega menyiksa anaknya sendiri yang masih berusia satu tahun karena jengkel dengan sang istri.&#13;
&#13;
Anehnya, ia malah menangis dan meronta seperti bocah, dan enggan melepaskan anaknya saat polisi datang ke lokasi.&#13;
&#13;
Pelaku menganiaya anaknya dengan cara menggantung leher anaknya hingga membantingnya di tempat tidur, beruntung aksinya sempat dicegat oleh nenek pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah menerima laporan, polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya. Namun saat hendak diamankan pelaku meronta dan enggan memberikannya anaknya kepada petugas.&#13;
&#13;
Dari keterangan polisi, pelaku tega menganiaya anaknya karena jengkel dengan istrinya serta keluarga istrinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini pelaku diamankan ke Polres Pinrang, untuk penyelidikan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara korban kini tengah dirawat di rumah sakit, setelah sempat disandera ayahnya selama 16 jam, tanpa diberi makanan,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Andi Reza.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
