<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selundupkan Hewan Langka, 10 WN India Ditangkap di Bandara Soetta</title><description>Bea Cukai Soekarno-Hatta menangkap 10 warga negara India yang diduga hendak menyelundupkan puluhan satwa langka dari Indonesia ke negara asalnya. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/07/338/3045668/selundupkan-hewan-langka-10-wn-india-ditangkap-di-bandara-soetta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/07/338/3045668/selundupkan-hewan-langka-10-wn-india-ditangkap-di-bandara-soetta"/><item><title>Selundupkan Hewan Langka, 10 WN India Ditangkap di Bandara Soetta</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/07/338/3045668/selundupkan-hewan-langka-10-wn-india-ditangkap-di-bandara-soetta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/07/338/3045668/selundupkan-hewan-langka-10-wn-india-ditangkap-di-bandara-soetta</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2024 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/07/338/3045668/bea_cukai_bandara_soetta_tangkap_wn_india-aqjV_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bea Cukai Bandara Soetta tangkap WN India (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/07/338/3045668/bea_cukai_bandara_soetta_tangkap_wn_india-aqjV_large.JPG</image><title>Bea Cukai Bandara Soetta tangkap WN India (foto: dok MPI)</title></images><description>&#13;
&#13;
TANGERANG - Bea Cukai Soekarno-Hatta menangkap 10 warga negara India yang diduga hendak menyelundupkan puluhan satwa langka dari Indonesia ke negara asalnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penangkapan berasal dari dua upaya penyelundupan ekspor melalui barang bawaan penumpang dengan tujuan India. Atas penindakan tersebut, berhasil diamankan 10 orang pelaku yang seluruhnya merupakan warga negara India,&amp;rdquo; kata Kepala KPU Bea-Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Rabu (7/8/2024).&#13;
&#13;
Gatot mengatakan, 10 WN India itu berupaya membawa 50 burung endemik, lima binatang primata, dan satu binatang berkantong (marsupial).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, penindakan pertama dilakukan pada (29/7) lalu. Mulanya, petugas mencurigai terhadap empat koper milik penumpang berinisial BKM (49), ZAS (48), SDB (47), dan AMAS (47), yang menggunakan pesawat IndiGo Air kode 6E1602 tujuan Mumbai, India.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil pemeriksaan, atas 4 (empat) koper tersebut didapati keseluruhan 30 ekor burung endemik yang terdiri dari 12 ekor Maleo Senkawor (Macrocephalon Maleo), 2 ekor Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis Melanoleucus), 6 ekor Cendrawasih Belah Rotan (Cicinnurus Manificus), 7 ekor Kolibri Black Sunbird (Leptocoma sericea), dan 2 ekor Kolibri Kelapa (Anthreptes Malacensis),&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk penindakan kedua, dilakukan pada (1/8) lalu. Sebanyak enam koper milik penumpang tujuan akhir Bengaluru (BLR), India, dicurigai berisi barang yang tak biasa. Saat itu, 6 pelaku berinisial AKK (50), BS (37), BR (56), SAS (49), SES (36), dan VS (48) diamankan. Keenam pelaku tersebut berprofesi sebagai sopir dan freelance.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan modus serupa dengan penindakan pertama. Dari hasil penindakan didapati keseluruhan 26 ekor berbagai jenis satwa yang terdiri dari 6 ekor Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor), 4 ekor Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis Melanoleucus),&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;1 Ekor Cendrawasih Kerah Besar (Lophorina superba), 8 ekor Burung Raja Perling Sulawesi (Basilornis celebensis), 1 Ekor Elang Alap Kelabu (Accipiter hiogaster), 5 Ekor Tarsius (Tarsius sp), dan 1 Ekor Kuskus (Phalanger sp),&amp;rdquo; sambung dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan pelaku, kata Gatot, mereka hanya diperintahkan dan diiming-imingi akan diberi pekerjaan oleh seorang pengendali di India.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Modusnya, mereka membawa satwa langka itu dengan disamarkan berbagai macam makanan dan pakaian atau false concealment dan tanpa disertai dokumen perizinan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
TANGERANG - Bea Cukai Soekarno-Hatta menangkap 10 warga negara India yang diduga hendak menyelundupkan puluhan satwa langka dari Indonesia ke negara asalnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penangkapan berasal dari dua upaya penyelundupan ekspor melalui barang bawaan penumpang dengan tujuan India. Atas penindakan tersebut, berhasil diamankan 10 orang pelaku yang seluruhnya merupakan warga negara India,&amp;rdquo; kata Kepala KPU Bea-Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Rabu (7/8/2024).&#13;
&#13;
Gatot mengatakan, 10 WN India itu berupaya membawa 50 burung endemik, lima binatang primata, dan satu binatang berkantong (marsupial).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, penindakan pertama dilakukan pada (29/7) lalu. Mulanya, petugas mencurigai terhadap empat koper milik penumpang berinisial BKM (49), ZAS (48), SDB (47), dan AMAS (47), yang menggunakan pesawat IndiGo Air kode 6E1602 tujuan Mumbai, India.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil pemeriksaan, atas 4 (empat) koper tersebut didapati keseluruhan 30 ekor burung endemik yang terdiri dari 12 ekor Maleo Senkawor (Macrocephalon Maleo), 2 ekor Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis Melanoleucus), 6 ekor Cendrawasih Belah Rotan (Cicinnurus Manificus), 7 ekor Kolibri Black Sunbird (Leptocoma sericea), dan 2 ekor Kolibri Kelapa (Anthreptes Malacensis),&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk penindakan kedua, dilakukan pada (1/8) lalu. Sebanyak enam koper milik penumpang tujuan akhir Bengaluru (BLR), India, dicurigai berisi barang yang tak biasa. Saat itu, 6 pelaku berinisial AKK (50), BS (37), BR (56), SAS (49), SES (36), dan VS (48) diamankan. Keenam pelaku tersebut berprofesi sebagai sopir dan freelance.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan modus serupa dengan penindakan pertama. Dari hasil penindakan didapati keseluruhan 26 ekor berbagai jenis satwa yang terdiri dari 6 ekor Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor), 4 ekor Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis Melanoleucus),&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;1 Ekor Cendrawasih Kerah Besar (Lophorina superba), 8 ekor Burung Raja Perling Sulawesi (Basilornis celebensis), 1 Ekor Elang Alap Kelabu (Accipiter hiogaster), 5 Ekor Tarsius (Tarsius sp), dan 1 Ekor Kuskus (Phalanger sp),&amp;rdquo; sambung dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan pelaku, kata Gatot, mereka hanya diperintahkan dan diiming-imingi akan diberi pekerjaan oleh seorang pengendali di India.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Modusnya, mereka membawa satwa langka itu dengan disamarkan berbagai macam makanan dan pakaian atau false concealment dan tanpa disertai dokumen perizinan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
