<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Kemarau, Ribuan Ton Batubara di Muarojambi Terbakar </title><description>Ribuan ton bahan tambang batubara di lokasi stockpile milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi terbakar. Diduga, akibat panasnya cuaca di musim kemarau ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/07/340/3045724/dampak-kemarau-ribuan-ton-batubara-di-muarojambi-terbakar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/07/340/3045724/dampak-kemarau-ribuan-ton-batubara-di-muarojambi-terbakar"/><item><title>Dampak Kemarau, Ribuan Ton Batubara di Muarojambi Terbakar </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/07/340/3045724/dampak-kemarau-ribuan-ton-batubara-di-muarojambi-terbakar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/07/340/3045724/dampak-kemarau-ribuan-ton-batubara-di-muarojambi-terbakar</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2024 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/07/340/3045724/ribuan_ton_batu_bara_terbakar_gegara_kemarau-FJ6v_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan ton batu bara terbakar gegara kemarau  (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/07/340/3045724/ribuan_ton_batu_bara_terbakar_gegara_kemarau-FJ6v_large.jpg</image><title>Ribuan ton batu bara terbakar gegara kemarau  (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
MUAROJAMBI - Ribuan ton bahan tambang batubara di lokasi stockpile milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi terbakar. Diduga, akibat panasnya cuaca di musim kemarau ini.&#13;
&#13;
Ironisnya, sudah sekitar tiga minggu, api kobaran batubara masih belum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan TNI-Polri serta BPBD dan Manggala Agni setempat. Bahkan, asap tebal dan bau menyengat dari terbakarnya batubara terasa menyengat di hidung petugas.&#13;
&#13;
Meski sudah menggunakan alat berat untuk mengurai batubara dan penyiraman dari pompa air mobil BPBD Muarojambi, namun hingga kini api masih belum bisa dijinakkan petugas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tim gabungan TNI-Polri bersama BPBD Muarojambi dan masyarakat sudah berupaya memadamkan api, bahkan dengan menggunakan alat berat,&amp;quot; ujar Kapolsek Sungaigelam, Iptu Usaha Sitepu, Rabu (7/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pemadaman api di stockpile milik PT BBI sudah berlangsung sejak pekan lalu, tapi masih belum berhasil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, petugas masih berusaha memadamkan api dan mengevakuasi untuk mengurangi tumpukan batubara agar mudah dipadamkan,&amp;quot; tutur Kapolsek.&#13;
&#13;
Sitepu berharap, petugas gabungan bisa mengurangi titik hotspot serta asap dari tumpukan stockpile batubara sehingga tidak menggangu masyarakat setempat.&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, segala bentuk aktivitas batubara di lokasi tersebut terpaksa dihentikan. Pasalnya, tumpukan tambang batubara terus menjalar hingga ke lapisan bawah sehingga membuat petugas semakin kewalahan dalam memadamkan api.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
MUAROJAMBI - Ribuan ton bahan tambang batubara di lokasi stockpile milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi terbakar. Diduga, akibat panasnya cuaca di musim kemarau ini.&#13;
&#13;
Ironisnya, sudah sekitar tiga minggu, api kobaran batubara masih belum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan TNI-Polri serta BPBD dan Manggala Agni setempat. Bahkan, asap tebal dan bau menyengat dari terbakarnya batubara terasa menyengat di hidung petugas.&#13;
&#13;
Meski sudah menggunakan alat berat untuk mengurai batubara dan penyiraman dari pompa air mobil BPBD Muarojambi, namun hingga kini api masih belum bisa dijinakkan petugas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tim gabungan TNI-Polri bersama BPBD Muarojambi dan masyarakat sudah berupaya memadamkan api, bahkan dengan menggunakan alat berat,&amp;quot; ujar Kapolsek Sungaigelam, Iptu Usaha Sitepu, Rabu (7/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pemadaman api di stockpile milik PT BBI sudah berlangsung sejak pekan lalu, tapi masih belum berhasil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, petugas masih berusaha memadamkan api dan mengevakuasi untuk mengurangi tumpukan batubara agar mudah dipadamkan,&amp;quot; tutur Kapolsek.&#13;
&#13;
Sitepu berharap, petugas gabungan bisa mengurangi titik hotspot serta asap dari tumpukan stockpile batubara sehingga tidak menggangu masyarakat setempat.&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, segala bentuk aktivitas batubara di lokasi tersebut terpaksa dihentikan. Pasalnya, tumpukan tambang batubara terus menjalar hingga ke lapisan bawah sehingga membuat petugas semakin kewalahan dalam memadamkan api.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
