<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Polri Harus Bisa Menjadi Vaksin Serangan Siber</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;#39;ruf Amin mengingatkan instansi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus menjadi vaksin bagi serangan siber di Indonesia&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3045905/wapres-polri-harus-bisa-menjadi-vaksin-serangan-siber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3045905/wapres-polri-harus-bisa-menjadi-vaksin-serangan-siber"/><item><title>Wapres: Polri Harus Bisa Menjadi Vaksin Serangan Siber</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3045905/wapres-polri-harus-bisa-menjadi-vaksin-serangan-siber</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3045905/wapres-polri-harus-bisa-menjadi-vaksin-serangan-siber</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2024 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/337/3045905/wakil_presiden_maruf_amin-y1tF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/337/3045905/wakil_presiden_maruf_amin-y1tF_large.jpg</image><title>Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;#39;ruf Amin mengingatkan instansi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus menjadi vaksin bagi serangan siber di Indonesia. Apalagi, serangan siber telah menyasar data nasional sehingga mengancam privasi, keamanan masyarakat, juga negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mengingat, Indonesia saat ini memiliki jumlah pengguna internet mencapai hingga 185,3 juta orang tidak hanya menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan internet, namun juga kerentanan akan serangan siber yang mungkin dihadapi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan berbagai kasus kebocoran data yang terjadi belakangan ini, kita menyadari lemahnya sistem keamanan siber negara kita, juga rendahnya literasi digital masyarakat kita yang semakin memudahkan penjahat siber melakukan aksinya,&amp;quot; ujar Wapres saat menghadiri Seminar Sekolah Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-33 TA 2024, Kamis (8/8/2024).&#13;
&#13;
Wapres pun berpesan agar Polri bisa bekerja secara kolaboratif dan sinergis dalam menangkal serangan siber yang belakangan ini terus bermunculan. &amp;quot;Upayakan langkah-langkah inovatif dan komprehensif yang dapat menjadi vaksin bagi semua serangan siber,&amp;quot; kata Wapres.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Wapres juga meminta agar Polri menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang kaku. &amp;quot;Karena kita semua bekerja dalam kerangka NKRI,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wapres juga meminta agar Polri tingkatkan kemampuan SDM aparatur di bidang siber agar lebih responsif dan tanggap atas laporan masyarakat. &amp;quot;Latih personil Polri dari tingkat Mabes sampai ke tingkat Polsek dengan melibatkan unsur-unsur terkait.&amp;quot;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Wapres meminta agar instansi Polri dengarkan saran kritik dari masyarakat dan tindak lanjuti secara nyata sesuai dengan prosedur yang ada. &amp;quot;Sebagai pelindung dan penegak hukum di negara ini, aspirasi masyarakat merupakan dorongan untuk memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban yang lebih baik lagi di masa mendatang,&amp;quot; pintanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya, saya berharap semoga seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam penanganan kejahatan siber, mulai dari fase preemtif, preventif, hingga penindakan,&amp;quot; tutup Wapres.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;#39;ruf Amin mengingatkan instansi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus menjadi vaksin bagi serangan siber di Indonesia. Apalagi, serangan siber telah menyasar data nasional sehingga mengancam privasi, keamanan masyarakat, juga negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mengingat, Indonesia saat ini memiliki jumlah pengguna internet mencapai hingga 185,3 juta orang tidak hanya menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan internet, namun juga kerentanan akan serangan siber yang mungkin dihadapi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan berbagai kasus kebocoran data yang terjadi belakangan ini, kita menyadari lemahnya sistem keamanan siber negara kita, juga rendahnya literasi digital masyarakat kita yang semakin memudahkan penjahat siber melakukan aksinya,&amp;quot; ujar Wapres saat menghadiri Seminar Sekolah Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-33 TA 2024, Kamis (8/8/2024).&#13;
&#13;
Wapres pun berpesan agar Polri bisa bekerja secara kolaboratif dan sinergis dalam menangkal serangan siber yang belakangan ini terus bermunculan. &amp;quot;Upayakan langkah-langkah inovatif dan komprehensif yang dapat menjadi vaksin bagi semua serangan siber,&amp;quot; kata Wapres.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Wapres juga meminta agar Polri menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang kaku. &amp;quot;Karena kita semua bekerja dalam kerangka NKRI,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wapres juga meminta agar Polri tingkatkan kemampuan SDM aparatur di bidang siber agar lebih responsif dan tanggap atas laporan masyarakat. &amp;quot;Latih personil Polri dari tingkat Mabes sampai ke tingkat Polsek dengan melibatkan unsur-unsur terkait.&amp;quot;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Wapres meminta agar instansi Polri dengarkan saran kritik dari masyarakat dan tindak lanjuti secara nyata sesuai dengan prosedur yang ada. &amp;quot;Sebagai pelindung dan penegak hukum di negara ini, aspirasi masyarakat merupakan dorongan untuk memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban yang lebih baik lagi di masa mendatang,&amp;quot; pintanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya, saya berharap semoga seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam penanganan kejahatan siber, mulai dari fase preemtif, preventif, hingga penindakan,&amp;quot; tutup Wapres.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
