<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta 8.000 Ton Batubara Terbakar di Muarojambi, Sudah Seminggu Belum Padam</title><description>8.000 ton batubara milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi terbakar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3046229/5-fakta-8-000-ton-batubara-terbakar-di-muarojambi-sudah-seminggu-belum-padam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3046229/5-fakta-8-000-ton-batubara-terbakar-di-muarojambi-sudah-seminggu-belum-padam"/><item><title>5 Fakta 8.000 Ton Batubara Terbakar di Muarojambi, Sudah Seminggu Belum Padam</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3046229/5-fakta-8-000-ton-batubara-terbakar-di-muarojambi-sudah-seminggu-belum-padam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/08/337/3046229/5-fakta-8-000-ton-batubara-terbakar-di-muarojambi-sudah-seminggu-belum-padam</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2024 05:18 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/337/3046229/batubara-6iBK_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Batubara di Muarojambi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/337/3046229/batubara-6iBK_large.JPG</image><title>Kebakaran Batubara di Muarojambi</title></images><description>MUAROJAMBI - 8.000 ton batubara milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi terbakar.&#13;
&#13;
Berikut fakta yang berhasil dihimpun:&#13;
&#13;
1. Cuaca Jadi Kendala&#13;
&#13;
Teriknya matahari di musim kemarau saat ini, makin memperparah upaya tim gabungan TNI-Polri serta BPBD dan Manggala Agni dalam memadamkan api.&#13;
&#13;
Meski sudah menggunakan alat berat untuk mengurai batubara serta pompa air dari mobil BPBD, namun bongkahan panas dari batubara belum mampu dipadamkan.&#13;
&#13;
2. Sudah 7.000-8.000 Batubara Terbakar&#13;
&#13;
Ferdinand, salah seorang perwakilan pihak perusahaan mengaku kesulitan memadamkan api dari tumpukan stockpile batubara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lahan (stockpile batubara) ini terbakar sejak musim kemarau ini. Awalnya (api) kecil sejak beberapa waktu lalu. Untuk seluruhnya ada sekitar 7.000 sampai 8.000 ton,&amp;quot; ujarnya, Kamis (8/8/2024).&#13;
&#13;
3. Api Padam-Timbul&#13;
&#13;
Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD dan Manggala Agni serta dibantu masyarakat sudah berjibaku memadamkan api.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya intinya memang sulit dipadamkan. Jadi kalau panas itu kita siram, sebentar memang padam tapi beberapa hari kemudian timbul lagi,&amp;quot; jelas Ferdinan.&#13;
&#13;
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati, tim BPBD kemudian TNI-Polri, Manggala Agni sehingga ini bisa terbantu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekali lagi kami berharap ini bisa cepat selesai padamnya sehingga tidak menggangu aktivitas warga,&amp;quot; imbuh Ferdinan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Api Sudah Menjalar Seminggu&#13;
&#13;
Kapolsek Sungaigelam, Iptu Usaha Sitepu juga mengatakan hingga kini api masih belum bisa dijinakkan petugas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tim gabungan TNI-Polri bersama BPBD Muarojambi dan masyarakat sudah berupaya memadamkan api, bahkan dengan menggunakan alat berat,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Menurut dia, pemadaman api di stockpile milik PT BBI sudah berlangsung sejak pekan lalu, tapi masih belum berhasil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, petugas masih berusaha memadamkan api dan mengevakuasi untuk mengurangi tumpukan batubara agar mudah dipadamkan,&amp;quot; tandas Kapolsek.&#13;
&#13;
5. Aktivitas Batubara Dihentikan&#13;
&#13;
Sitepu berharap, petugas gabungan bisa mengurangi titik hotspot serta asap dari tumpukan stockpile batubara sehingga tidak menggangu masyarakat setempat.&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, segala bentuk aktivitas batubara di lokasi tersebut terpaksa dihentikan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>MUAROJAMBI - 8.000 ton batubara milik PT Bumi Borneo Inti (BBI) di Desa Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi terbakar.&#13;
&#13;
Berikut fakta yang berhasil dihimpun:&#13;
&#13;
1. Cuaca Jadi Kendala&#13;
&#13;
Teriknya matahari di musim kemarau saat ini, makin memperparah upaya tim gabungan TNI-Polri serta BPBD dan Manggala Agni dalam memadamkan api.&#13;
&#13;
Meski sudah menggunakan alat berat untuk mengurai batubara serta pompa air dari mobil BPBD, namun bongkahan panas dari batubara belum mampu dipadamkan.&#13;
&#13;
2. Sudah 7.000-8.000 Batubara Terbakar&#13;
&#13;
Ferdinand, salah seorang perwakilan pihak perusahaan mengaku kesulitan memadamkan api dari tumpukan stockpile batubara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lahan (stockpile batubara) ini terbakar sejak musim kemarau ini. Awalnya (api) kecil sejak beberapa waktu lalu. Untuk seluruhnya ada sekitar 7.000 sampai 8.000 ton,&amp;quot; ujarnya, Kamis (8/8/2024).&#13;
&#13;
3. Api Padam-Timbul&#13;
&#13;
Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD dan Manggala Agni serta dibantu masyarakat sudah berjibaku memadamkan api.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya intinya memang sulit dipadamkan. Jadi kalau panas itu kita siram, sebentar memang padam tapi beberapa hari kemudian timbul lagi,&amp;quot; jelas Ferdinan.&#13;
&#13;
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati, tim BPBD kemudian TNI-Polri, Manggala Agni sehingga ini bisa terbantu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekali lagi kami berharap ini bisa cepat selesai padamnya sehingga tidak menggangu aktivitas warga,&amp;quot; imbuh Ferdinan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Api Sudah Menjalar Seminggu&#13;
&#13;
Kapolsek Sungaigelam, Iptu Usaha Sitepu juga mengatakan hingga kini api masih belum bisa dijinakkan petugas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tim gabungan TNI-Polri bersama BPBD Muarojambi dan masyarakat sudah berupaya memadamkan api, bahkan dengan menggunakan alat berat,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Menurut dia, pemadaman api di stockpile milik PT BBI sudah berlangsung sejak pekan lalu, tapi masih belum berhasil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, petugas masih berusaha memadamkan api dan mengevakuasi untuk mengurangi tumpukan batubara agar mudah dipadamkan,&amp;quot; tandas Kapolsek.&#13;
&#13;
5. Aktivitas Batubara Dihentikan&#13;
&#13;
Sitepu berharap, petugas gabungan bisa mengurangi titik hotspot serta asap dari tumpukan stockpile batubara sehingga tidak menggangu masyarakat setempat.&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, segala bentuk aktivitas batubara di lokasi tersebut terpaksa dihentikan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
