<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Autopsi Ulang Jenazah Afif Maulana, 19 Bagian Tubuh Akan Diperiksa di 3 Laboratorium</title><description>Sampel-sampel tersebut, kata Ade diambil dari tubuh jenazah Afif Maulana yang sudah membusuk dan ini akan diproses dengan baik,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/340/3046189/autopsi-ulang-jenazah-afif-maulana-19-bagian-tubuh-akan-diperiksa-di-3-laboratorium</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/08/340/3046189/autopsi-ulang-jenazah-afif-maulana-19-bagian-tubuh-akan-diperiksa-di-3-laboratorium"/><item><title>Autopsi Ulang Jenazah Afif Maulana, 19 Bagian Tubuh Akan Diperiksa di 3 Laboratorium</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/340/3046189/autopsi-ulang-jenazah-afif-maulana-19-bagian-tubuh-akan-diperiksa-di-3-laboratorium</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/08/340/3046189/autopsi-ulang-jenazah-afif-maulana-19-bagian-tubuh-akan-diperiksa-di-3-laboratorium</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2024 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar (Okezone)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/340/3046189/jenazah_afif_maulana-ZBRw_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jenazah Afif Maulana saat proses autopsi ulang (Foto: Okezone/Rus Akbar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/340/3046189/jenazah_afif_maulana-ZBRw_large.JPG</image><title>Jenazah Afif Maulana saat proses autopsi ulang (Foto: Okezone/Rus Akbar)</title></images><description>PADANG - Tim Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang melakukan ekshumasi dan autopsi ulang pada jasad Afif Maulana sudah mengambil 19 sample bagian tubuh untuk diperiksa di tiga laboratorium.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini kami mengumpulkan 19 sampel, terdiri dari 3 sampel jaringan keras yaitu tulang dan 16 sampel jaringan lunak, ini akan kita lanjutkan untuk pemeriksaan histopatologi forensik dan pemeriksaan diatom atau gangga,&amp;rdquo; kata Ketua tim forensik, Ade Firmansyah di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (8/8/2024)&#13;
&#13;
Sampel tersebut, kata Ade, akan dilakukan pemeriksaan histopatologi forensik, itu akan dikirim ke laboratoratorium FK UI RSCM, untuk pemeriksaan diatom ada dua tempat, ini menjadi pertimbangan yaitu di Puslabfor Mabes Polri dan Laboratorium Forensik Universitas Airlangga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memilih tiga tempat tersebut karena tempat-tempat yang kami yakini mampu menangani sampel demikian sehingga akhirnya memberikan hasil yang valid,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sampel-sampel tersebut, kata Ade diambil dari tubuh jenazah Afif Maulana yang sudah membusuk dan ini akan diproses dengan baik, untuk menjawab keraguan masyarakat selama ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami belum bisa mengeluarkan statement lebih cepat, tujuan autopsi ini sepertinya ditunggu masyarakat untuk menemukan sebab kematian dan mekanisme kematian,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lanjut, Ade, apalagi tubuh jenazah sudah mengalami autopsi yang pertama, jika autopsi pertama dilakukan mungkin sudah menunjukkan sebab kematiannya namun pada kondisi ini mereka ingin berhati-hati.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin tidak hanya cepat, keinginan semua masyarakat, kami ingin hasilnya yang tepat dan mampu kami bertanggung jawab secara keilmuan forensik dan medikolegal karena tentu ini pertanggungjawaban kepada kami,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Untuk mendapatkan hasil labor itu, Ade memprediksi hasilnya akan keluar empat sampai lima minggu kedepan. Hal itu berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya sampel post mortem ini keluar berkisar waktu, dua sampai empat minggu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun kami menyadari akan lebih lama karena sampel ini kami akan mengirimi berbentuk jaringan keras pasti membutuhkan waktu yang lama, laboratorium Puslabfor Polri dan Unair sampelnya juga jaringan tulang ini membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Menyelesaikan waktunya perhitungan empat sampai lima minggu kedepan setelah hasil-hasil ini kami peroleh,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>PADANG - Tim Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang melakukan ekshumasi dan autopsi ulang pada jasad Afif Maulana sudah mengambil 19 sample bagian tubuh untuk diperiksa di tiga laboratorium.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini kami mengumpulkan 19 sampel, terdiri dari 3 sampel jaringan keras yaitu tulang dan 16 sampel jaringan lunak, ini akan kita lanjutkan untuk pemeriksaan histopatologi forensik dan pemeriksaan diatom atau gangga,&amp;rdquo; kata Ketua tim forensik, Ade Firmansyah di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (8/8/2024)&#13;
&#13;
Sampel tersebut, kata Ade, akan dilakukan pemeriksaan histopatologi forensik, itu akan dikirim ke laboratoratorium FK UI RSCM, untuk pemeriksaan diatom ada dua tempat, ini menjadi pertimbangan yaitu di Puslabfor Mabes Polri dan Laboratorium Forensik Universitas Airlangga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memilih tiga tempat tersebut karena tempat-tempat yang kami yakini mampu menangani sampel demikian sehingga akhirnya memberikan hasil yang valid,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sampel-sampel tersebut, kata Ade diambil dari tubuh jenazah Afif Maulana yang sudah membusuk dan ini akan diproses dengan baik, untuk menjawab keraguan masyarakat selama ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami belum bisa mengeluarkan statement lebih cepat, tujuan autopsi ini sepertinya ditunggu masyarakat untuk menemukan sebab kematian dan mekanisme kematian,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lanjut, Ade, apalagi tubuh jenazah sudah mengalami autopsi yang pertama, jika autopsi pertama dilakukan mungkin sudah menunjukkan sebab kematiannya namun pada kondisi ini mereka ingin berhati-hati.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin tidak hanya cepat, keinginan semua masyarakat, kami ingin hasilnya yang tepat dan mampu kami bertanggung jawab secara keilmuan forensik dan medikolegal karena tentu ini pertanggungjawaban kepada kami,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Untuk mendapatkan hasil labor itu, Ade memprediksi hasilnya akan keluar empat sampai lima minggu kedepan. Hal itu berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya sampel post mortem ini keluar berkisar waktu, dua sampai empat minggu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun kami menyadari akan lebih lama karena sampel ini kami akan mengirimi berbentuk jaringan keras pasti membutuhkan waktu yang lama, laboratorium Puslabfor Polri dan Unair sampelnya juga jaringan tulang ini membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Menyelesaikan waktunya perhitungan empat sampai lima minggu kedepan setelah hasil-hasil ini kami peroleh,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
