<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Terjang Wajo Sulsel, 10.752 Warga Terdampak</title><description>Sebanyak 10 desa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir sejak Selasa, 6 Agustus 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/609/3046027/banjir-terjang-wajo-sulsel-10-752-warga-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/08/609/3046027/banjir-terjang-wajo-sulsel-10-752-warga-terdampak"/><item><title>Banjir Terjang Wajo Sulsel, 10.752 Warga Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/08/609/3046027/banjir-terjang-wajo-sulsel-10-752-warga-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/08/609/3046027/banjir-terjang-wajo-sulsel-10-752-warga-terdampak</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2024 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/609/3046027/banjir_wajo-sVZS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Wajo Sulsel. (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/609/3046027/banjir_wajo-sVZS_large.jpg</image><title>Banjir di Wajo Sulsel. (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 10 desa di&amp;nbsp;Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir sejak Selasa, 6 Agustus 2024. Banjir yang menggenangi wilayah tersebut mencapai ketinggian 120 centimeter. Saat ini, banjir sudah mulai surut.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, banjir tersebut menyebabkan&amp;nbsp;10.752 jiwa terdampak dan 3.173 unit rumah terendam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banjir pertama kali pada hari Sabtu (3/8) namun berangsur surut dengan cukup cepat. Namun turunnya hujan sepanjang hari membuat kenaikan air sungai kembali pada Selasa (6/8),&amp;quot; kata Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Kamis (8/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian ini menyebabkan 10.752 jiwa terdampak dan 3.173 unit rumah terendam. Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian banjir kali ini,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Muhari menjelaskan, banjir yang merendam 10 desa di Wajo tersebut berawal dari hujan ekstrem dengan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu, 3 Agustus 2024. Hujan ekstrem tersebut berdampak pada aliran Sungai Awo dan Siwa yang meluap dan membanjiri desa di sekitar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hujan deras ini menyebabkan Sungai Awo dan Sungai Siwa tidak mampu nenampung debit air hingga meluap ke pemukiman warga,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Adapun, sepuluh wilayah terdampak banjir antara lain Desa Lompolong, Kaluku, Alesilurung, Jauh Pandang, Tanrongi, Lacinde, Kelrahan Tobarakka, Benteng, Bulete, dan Siwa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan asesmen di lapangan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BNPB mengimbau warga Kabupaten Wajo khususnya warga Kecamatan Pitumpanua untuk selalu waspada akan potensi risiko banjir susulan mengingat prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan wilayah ini masih berpotensi turun hujan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 10 desa di&amp;nbsp;Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir sejak Selasa, 6 Agustus 2024. Banjir yang menggenangi wilayah tersebut mencapai ketinggian 120 centimeter. Saat ini, banjir sudah mulai surut.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, banjir tersebut menyebabkan&amp;nbsp;10.752 jiwa terdampak dan 3.173 unit rumah terendam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banjir pertama kali pada hari Sabtu (3/8) namun berangsur surut dengan cukup cepat. Namun turunnya hujan sepanjang hari membuat kenaikan air sungai kembali pada Selasa (6/8),&amp;quot; kata Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Kamis (8/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian ini menyebabkan 10.752 jiwa terdampak dan 3.173 unit rumah terendam. Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian banjir kali ini,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Muhari menjelaskan, banjir yang merendam 10 desa di Wajo tersebut berawal dari hujan ekstrem dengan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu, 3 Agustus 2024. Hujan ekstrem tersebut berdampak pada aliran Sungai Awo dan Siwa yang meluap dan membanjiri desa di sekitar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hujan deras ini menyebabkan Sungai Awo dan Sungai Siwa tidak mampu nenampung debit air hingga meluap ke pemukiman warga,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Adapun, sepuluh wilayah terdampak banjir antara lain Desa Lompolong, Kaluku, Alesilurung, Jauh Pandang, Tanrongi, Lacinde, Kelrahan Tobarakka, Benteng, Bulete, dan Siwa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan asesmen di lapangan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BNPB mengimbau warga Kabupaten Wajo khususnya warga Kecamatan Pitumpanua untuk selalu waspada akan potensi risiko banjir susulan mengingat prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan wilayah ini masih berpotensi turun hujan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
