<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Bapak Kos di Semarang Santap Kucing karena Diabetes, Pemprov Jateng Angkat Suara</title><description>Pria lansia itu mengklaim mengidap diabetes sehingga terpaksa mengonsumsi kucing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/09/337/3046126/heboh-bapak-kos-di-semarang-santap-kucing-karena-diabetes-pemprov-jateng-angkat-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/09/337/3046126/heboh-bapak-kos-di-semarang-santap-kucing-karena-diabetes-pemprov-jateng-angkat-suara"/><item><title>Heboh Bapak Kos di Semarang Santap Kucing karena Diabetes, Pemprov Jateng Angkat Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/09/337/3046126/heboh-bapak-kos-di-semarang-santap-kucing-karena-diabetes-pemprov-jateng-angkat-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/09/337/3046126/heboh-bapak-kos-di-semarang-santap-kucing-karena-diabetes-pemprov-jateng-angkat-suara</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2024 23:19 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/337/3046126/pemprov_jateng-SplY_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pemprov jateng</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/337/3046126/pemprov_jateng-SplY_large.JPG</image><title>Pemprov jateng</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jateng angkat bicara soal adanya pria lanjut usia (lansia) di Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang memakan kucing-kucing. Pria lansia itu mengklaim mengidap diabetes sehingga terpaksa mengonsumsi kucing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi begini ya, kucing itu sebenarnya bukan pangan ya. Pangan itu adalah hewan yang diternakkan kemudian dipotong untuk konsumsi kita, dan itu yang biasa. Kalau kucing itu kan bukan pangan, itu luar biasa (insiden). Itu mempercayai ada kaitan dengan sebagai obat misalnya, saya kira itu bukan pangan dan harus ada penelitian ilmiahnya,&amp;rdquo; ungkap Kepala Disnak Keswan Provinsi Jateng Agus Wariyanto saat diwawancara di kompleks MAJT, Kota Semarang, Kamis (8/8/2024) siang.&#13;
&#13;
Dia mengingatkan, yang harus diantisipasi apabila ternyata kucing-kucing yang dimakan itu berpenyakit. Sebab, kata dia, ada penyakit yang bisa menular dari hewan kepada manusia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini yang harus kita antisipasi, jangan sampai kita ingin sehat, tapi konsumsinya yang tidak sehat, malah jadi penyakit. Kita antisipasi. Kalau penyakit yang biasa dari hewan, yang terkenal ya anjing, rabies, Jateng sudah bebas rabies, Provinsi Jawa Barat belum, DIY sudah bebas, Jatim sudah bebas. Jabar ini yang kita antisipasi, karena penyakit ini sangat berbahaya kaitannya dengan rabies,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai adanya fenomena manusia memakan kucing adalah sesuatu di luar kelaziman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu tidak lazim, tidak lazim aja. Kalau menurut kita di peternakan ya, hewan yang diternak kemudian dipotong untuk dimakan. Itu juga tidak boleh melanggar animal welfare, kesejahteraan hewan. Memotong itu ada aturannya, agar hewan itu tidak menderita. Apalagi kalau kita berbicara halal ya, ada aturannya, kemudian supaya nanti bisa berdampak pada yang aman, sehat, utuh dan halal,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya diberitakan, sejumlah anak kos di Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang menggerebek bapak kosnya sendiri berinisial NY (63) karena memakan kucing-kucing yang dipelihara di kos itu. Diduga sudah ada 10 kucing yang dijagal kemudian dimasak untuk dimakan NY. Polisi sudah melakukan Olah TKP dan serangkaian penyelidikan.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jateng angkat bicara soal adanya pria lanjut usia (lansia) di Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang memakan kucing-kucing. Pria lansia itu mengklaim mengidap diabetes sehingga terpaksa mengonsumsi kucing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi begini ya, kucing itu sebenarnya bukan pangan ya. Pangan itu adalah hewan yang diternakkan kemudian dipotong untuk konsumsi kita, dan itu yang biasa. Kalau kucing itu kan bukan pangan, itu luar biasa (insiden). Itu mempercayai ada kaitan dengan sebagai obat misalnya, saya kira itu bukan pangan dan harus ada penelitian ilmiahnya,&amp;rdquo; ungkap Kepala Disnak Keswan Provinsi Jateng Agus Wariyanto saat diwawancara di kompleks MAJT, Kota Semarang, Kamis (8/8/2024) siang.&#13;
&#13;
Dia mengingatkan, yang harus diantisipasi apabila ternyata kucing-kucing yang dimakan itu berpenyakit. Sebab, kata dia, ada penyakit yang bisa menular dari hewan kepada manusia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini yang harus kita antisipasi, jangan sampai kita ingin sehat, tapi konsumsinya yang tidak sehat, malah jadi penyakit. Kita antisipasi. Kalau penyakit yang biasa dari hewan, yang terkenal ya anjing, rabies, Jateng sudah bebas rabies, Provinsi Jawa Barat belum, DIY sudah bebas, Jatim sudah bebas. Jabar ini yang kita antisipasi, karena penyakit ini sangat berbahaya kaitannya dengan rabies,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai adanya fenomena manusia memakan kucing adalah sesuatu di luar kelaziman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu tidak lazim, tidak lazim aja. Kalau menurut kita di peternakan ya, hewan yang diternak kemudian dipotong untuk dimakan. Itu juga tidak boleh melanggar animal welfare, kesejahteraan hewan. Memotong itu ada aturannya, agar hewan itu tidak menderita. Apalagi kalau kita berbicara halal ya, ada aturannya, kemudian supaya nanti bisa berdampak pada yang aman, sehat, utuh dan halal,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya diberitakan, sejumlah anak kos di Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang menggerebek bapak kosnya sendiri berinisial NY (63) karena memakan kucing-kucing yang dipelihara di kos itu. Diduga sudah ada 10 kucing yang dijagal kemudian dimasak untuk dimakan NY. Polisi sudah melakukan Olah TKP dan serangkaian penyelidikan.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
