<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bejat! Ayah Tiri di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Tiri</title><description>Ayah tiri berinisial B (38) warga Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, diduga melakukan aksi pencabulan terhadap anak tirinya berinisial A (13).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/09/525/3046607/bejat-ayah-tiri-di-sukabumi-diduga-cabuli-anak-tiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/09/525/3046607/bejat-ayah-tiri-di-sukabumi-diduga-cabuli-anak-tiri"/><item><title>Bejat! Ayah Tiri di Sukabumi Diduga Cabuli Anak Tiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/09/525/3046607/bejat-ayah-tiri-di-sukabumi-diduga-cabuli-anak-tiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/09/525/3046607/bejat-ayah-tiri-di-sukabumi-diduga-cabuli-anak-tiri</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2024 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/09/525/3046607/ayah_perkosa_anak_tiri_di_sukabumi-75Qp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ayah perkosa anak tiri di Sukabumi (Foto : Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/09/525/3046607/ayah_perkosa_anak_tiri_di_sukabumi-75Qp_large.jpg</image><title>Ayah perkosa anak tiri di Sukabumi (Foto : Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>SUKABUMI - Ayah tiri berinisial B (38) warga Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, diduga melakukan aksi pencabulan terhadap anak tirinya berinisial A (13) yang masih duduk di Kelas 1 Mts.&#13;
&#13;
Perlakukan keji tersebut terungkap ketika pihak keluarga korban curiga melihat adanya perbedaan terhadap korban. Bahkan, korban pun enggan ketika diajak pulang ke rumahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tanya A (13) ini, &amp;#39;dek kamu ini kenapa?&amp;#39; Bapak tirimu dari kemarin nyari nyari kamu mau dijemput pulang. Tapi kamu enggak mau pulang,&amp;quot; ucap S bibi korban, Jumat (9/8/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bibi korban pun terus mempertanyakan terhadap korban lantaran sikapnya terlihat ketakutan bila menyebut ayah tiri mencarinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;A itu menjawab, &amp;#39;enggak mau pulang bapak tiri jahat&amp;#39;. Lantas saya tanya lagi, kamu dingapain gitu sama bapak tiri kamu? dia jawab, &amp;#39;neng diperkosa sama bapak&amp;#39;,&amp;quot; ujar S seraya menirukan jawaban keponankannya.&#13;
&#13;
Bibi korban pun menjelaskan, kejadian tersebut ternyata dilakukan menjelang 1 Muharram 1446 Hijriah atau Rabu 4 Juli 2024. Hal itu dilakukan untuk kesekian kalinya oleh sang ayah terhadap anak tirinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat kaget dengan jawaban A ini. Kecurigaan kami sebagai keluarga atau bibinya benar, bahwa A ini menjadi korban biadab si B,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari situ, pihak keluarga pun langsung melaporkan kejadian keji tersebut ke Polsek Purabaya Polres Sukabumi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ibunda A sejak tahun 2023 lalu menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di daerah Arab Saudi. Jadi sejak kelas VI SD korban ini tinggal bersama ayah tiri di rumahnya,&amp;quot; tutur S.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Kanit Reserse Polsek Purabaya Bripka Dikdik Permana, membenarkan bahwa keluarga korban dugaan pencabulan mendatangi Polsek Purabaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya betul, pada kamis 11 Juli 2024 sore, saya kedatangan S, Suaminya dan Kakenya A (korban). Mereka datang lapor dan menceritakan apa yang sudah terjadi pada A. Pihak keluarga meminta saya untuk mengantar membuat laporan resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Polres Sukabumi,&amp;quot; ujar Dikdik.&#13;
</description><content:encoded>SUKABUMI - Ayah tiri berinisial B (38) warga Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, diduga melakukan aksi pencabulan terhadap anak tirinya berinisial A (13) yang masih duduk di Kelas 1 Mts.&#13;
&#13;
Perlakukan keji tersebut terungkap ketika pihak keluarga korban curiga melihat adanya perbedaan terhadap korban. Bahkan, korban pun enggan ketika diajak pulang ke rumahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tanya A (13) ini, &amp;#39;dek kamu ini kenapa?&amp;#39; Bapak tirimu dari kemarin nyari nyari kamu mau dijemput pulang. Tapi kamu enggak mau pulang,&amp;quot; ucap S bibi korban, Jumat (9/8/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bibi korban pun terus mempertanyakan terhadap korban lantaran sikapnya terlihat ketakutan bila menyebut ayah tiri mencarinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;A itu menjawab, &amp;#39;enggak mau pulang bapak tiri jahat&amp;#39;. Lantas saya tanya lagi, kamu dingapain gitu sama bapak tiri kamu? dia jawab, &amp;#39;neng diperkosa sama bapak&amp;#39;,&amp;quot; ujar S seraya menirukan jawaban keponankannya.&#13;
&#13;
Bibi korban pun menjelaskan, kejadian tersebut ternyata dilakukan menjelang 1 Muharram 1446 Hijriah atau Rabu 4 Juli 2024. Hal itu dilakukan untuk kesekian kalinya oleh sang ayah terhadap anak tirinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat kaget dengan jawaban A ini. Kecurigaan kami sebagai keluarga atau bibinya benar, bahwa A ini menjadi korban biadab si B,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari situ, pihak keluarga pun langsung melaporkan kejadian keji tersebut ke Polsek Purabaya Polres Sukabumi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ibunda A sejak tahun 2023 lalu menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di daerah Arab Saudi. Jadi sejak kelas VI SD korban ini tinggal bersama ayah tiri di rumahnya,&amp;quot; tutur S.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Kanit Reserse Polsek Purabaya Bripka Dikdik Permana, membenarkan bahwa keluarga korban dugaan pencabulan mendatangi Polsek Purabaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya betul, pada kamis 11 Juli 2024 sore, saya kedatangan S, Suaminya dan Kakenya A (korban). Mereka datang lapor dan menceritakan apa yang sudah terjadi pada A. Pihak keluarga meminta saya untuk mengantar membuat laporan resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Polres Sukabumi,&amp;quot; ujar Dikdik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
