<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rangkaian Peristiwa Jelang Kemerdekaan : Para Pemuda Desak Soekarno</title><description>Momen desakan kaum muda kepada Soekarno. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/11/337/3047250/rangkaian-peristiwa-jelang-kemerdekaan-para-pemuda-desak-soekarno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/11/337/3047250/rangkaian-peristiwa-jelang-kemerdekaan-para-pemuda-desak-soekarno"/><item><title>Rangkaian Peristiwa Jelang Kemerdekaan : Para Pemuda Desak Soekarno</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/11/337/3047250/rangkaian-peristiwa-jelang-kemerdekaan-para-pemuda-desak-soekarno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/11/337/3047250/rangkaian-peristiwa-jelang-kemerdekaan-para-pemuda-desak-soekarno</guid><pubDate>Minggu 11 Agustus 2024 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/10/337/3047250/soekarno-UW9o_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno. Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/10/337/3047250/soekarno-UW9o_large.jpeg</image><title>Soekarno. Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah rangkaian peristiwa terjadi menjelang diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah, momen desakan kaum muda kepada Soekarno.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tepatnya pada awal-awal Agustus 1945. Jepang yang telah menjajah cukup lama Indonesia mengalami sejumlah kejatuhan. Mulai dari porak-porandanya Kota Hiroshima dan Nagasaki oleh bom Atom yang dikirim pasukan Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945.&#13;
&#13;
Sehari berselang, tepatnya pada 7 Agustus 1945, Kaisar Jepang memberi perintah kepada Marsekal Terauchi untuk merealisasikan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia segera.&#13;
&#13;
Lantas Soekarno dan sejumlah tokoh penting Indonesia lainnya menanggapi perintah Terauchi, dengan suka cita. Para tokoh bergegas membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk menyiapkan sidang.&#13;
&#13;
Namun tiba-tiba, tepatnya pada 8 Agustus 1945, pihak militer Jepang (Gunseikan) memanggil Bung Karno dan Bung Hatta. Keduanya diperintahkan berangkat ke Dalath, Saigon.&#13;
&#13;
Bung Karno dan Bung Hatta dilarang untuk memberi tahu kepada siapapun, termasuk kepada keluarga terdekat mengenai pemanggilan mereka.&#13;
&#13;
Namun karena alasan kesehatan Bung Karno meminta Gunseikan agar mengizinkannya mengajak dr. Soeharto, yang merupakan dokter pribadinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Usut punya usut, pemanggilan Bung Karno dan Bung Hatta berkaitan dengan seruan pernyataan perang Soviet (Rusia) kepada Jepang.&#13;
&#13;
Jepang dinilai telah gagal melakukan negoisasi dengan Soviet Rusia dan membuat posisi mereka semakin terdesak. Efeknya pasukan Jepang di berbagai negara berhasil ditaklukkan.&#13;
&#13;
Kamis, 9 Agustus 1945, para tokoh yang akan berangkat berkumpul di rumah Bung Karno. Di dalam rombongan ternyata dr. Radjiman Wedyodiningrat ikut berangkat menemui Marsekal Terauchi di Dalath untuk perundingan persiapan kemerdekaan.&#13;
&#13;
Keberangkatan ke Dalath, mendapatkan kekhawatiran dan penolakan. Pertama dari dr. Soeharto yang khawatir pada keselamatan para tokoh. Mengingat Pasukan Jepang sedang menjadi sasaran tentara sekutu.&#13;
&#13;
Pesawat yang mereka tumpangi sangat berpotensi menjadi sasaran tembak dari pesawat tempur yang sedang ramai berkeliling di langit Asia Timur.&#13;
&#13;
Dan yang kedua tokoh muda Sutan Sjahrir juga menolak keras kepergian para tokoh karena mereka sangat bersemangat untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta tanpa campur tangan Jepang.&#13;
&#13;
Sjahrir berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia sudah didepan mata dan tidak ada hubungannya lagi dengan Pemerintahan Jepang.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah rangkaian peristiwa terjadi menjelang diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah, momen desakan kaum muda kepada Soekarno.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tepatnya pada awal-awal Agustus 1945. Jepang yang telah menjajah cukup lama Indonesia mengalami sejumlah kejatuhan. Mulai dari porak-porandanya Kota Hiroshima dan Nagasaki oleh bom Atom yang dikirim pasukan Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945.&#13;
&#13;
Sehari berselang, tepatnya pada 7 Agustus 1945, Kaisar Jepang memberi perintah kepada Marsekal Terauchi untuk merealisasikan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia segera.&#13;
&#13;
Lantas Soekarno dan sejumlah tokoh penting Indonesia lainnya menanggapi perintah Terauchi, dengan suka cita. Para tokoh bergegas membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk menyiapkan sidang.&#13;
&#13;
Namun tiba-tiba, tepatnya pada 8 Agustus 1945, pihak militer Jepang (Gunseikan) memanggil Bung Karno dan Bung Hatta. Keduanya diperintahkan berangkat ke Dalath, Saigon.&#13;
&#13;
Bung Karno dan Bung Hatta dilarang untuk memberi tahu kepada siapapun, termasuk kepada keluarga terdekat mengenai pemanggilan mereka.&#13;
&#13;
Namun karena alasan kesehatan Bung Karno meminta Gunseikan agar mengizinkannya mengajak dr. Soeharto, yang merupakan dokter pribadinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Usut punya usut, pemanggilan Bung Karno dan Bung Hatta berkaitan dengan seruan pernyataan perang Soviet (Rusia) kepada Jepang.&#13;
&#13;
Jepang dinilai telah gagal melakukan negoisasi dengan Soviet Rusia dan membuat posisi mereka semakin terdesak. Efeknya pasukan Jepang di berbagai negara berhasil ditaklukkan.&#13;
&#13;
Kamis, 9 Agustus 1945, para tokoh yang akan berangkat berkumpul di rumah Bung Karno. Di dalam rombongan ternyata dr. Radjiman Wedyodiningrat ikut berangkat menemui Marsekal Terauchi di Dalath untuk perundingan persiapan kemerdekaan.&#13;
&#13;
Keberangkatan ke Dalath, mendapatkan kekhawatiran dan penolakan. Pertama dari dr. Soeharto yang khawatir pada keselamatan para tokoh. Mengingat Pasukan Jepang sedang menjadi sasaran tentara sekutu.&#13;
&#13;
Pesawat yang mereka tumpangi sangat berpotensi menjadi sasaran tembak dari pesawat tempur yang sedang ramai berkeliling di langit Asia Timur.&#13;
&#13;
Dan yang kedua tokoh muda Sutan Sjahrir juga menolak keras kepergian para tokoh karena mereka sangat bersemangat untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta tanpa campur tangan Jepang.&#13;
&#13;
Sjahrir berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia sudah didepan mata dan tidak ada hubungannya lagi dengan Pemerintahan Jepang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
