<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cari Ikan Pakai Bom, Nelayan di Pandeglang Ditangkap Polisi</title><description>Atma (54) warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten ditangkap pihak kepolisian. Dia kedapatan mencari ikan di perairan Labuan menggunakan bom.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/11/340/3047210/cari-ikan-pakai-bom-nelayan-di-pandeglang-ditangkap-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/11/340/3047210/cari-ikan-pakai-bom-nelayan-di-pandeglang-ditangkap-polisi"/><item><title>Cari Ikan Pakai Bom, Nelayan di Pandeglang Ditangkap Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/11/340/3047210/cari-ikan-pakai-bom-nelayan-di-pandeglang-ditangkap-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/11/340/3047210/cari-ikan-pakai-bom-nelayan-di-pandeglang-ditangkap-polisi</guid><pubDate>Minggu 11 Agustus 2024 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/10/340/3047210/illustrasi_penangkapan-atXq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi penangkapan (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/10/340/3047210/illustrasi_penangkapan-atXq_large.jpg</image><title>Illustrasi penangkapan (foto: dok Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
PANDEGLANG - Atma (54) warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten ditangkap pihak kepolisian. Dia kedapatan mencari ikan di perairan Labuan menggunakan bom.&#13;
&#13;
Peristiwa itu terbongkar saat Kapal Patroli XXIII-1013 melakukan Patroli Gabungan antara unit Gakkum dan Unit Patroli ke perairan Pulau Popole Labuan. Disitu mereka mendapati Kapal Motor Tri Sukses I membawa bom ikan.&#13;
&#13;
Hal itu terbukti dengan adanya salah satu plastik yang berisikan bom ikan mengapung di permukaan air. Plastik itu sebelumnya dibuang oleh Atma sebagai upaya penghilangan barang bukti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tersangka Atma berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara terjun dari atas kapal ke laut. Namun salah satu plastik mengapung ke permukaan air dan langsung diamankan oleh petugas,&amp;quot; kata Kapolres Pandeglang, AKBP Oki Bagus Setiaji dalam keterangannya, Sabtu (10/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, sekira pukul 12.30 WIB, KM Tri Sukses I beserta tersangka dan empat orang ABK dibawa dan diamankan ke Mako Satpolairud untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kasatpolairud Polres Pandeglang, AKP Bariman Sitompul mengungkapkan, sebelum tertangkap tangan, tersangka Atma berangkat dari Lampung, pada Selasa, 6 Agustus 2024, &amp;nbsp;sekitar pukul &amp;nbsp;20.00 WIB menggunakan Kapal KM Tri Sukses I &amp;nbsp;bersama empat ABK menuju ke Perairan Labuan Pandeglang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan tiba sekitar pada hari Rabu, 07 Agustus 2024 jam 03.00 WIB. Kemudian pada sekitar jam 21.00 Wib melakukan operasi di perairan Labuan dan melakukan peledakan bom ikan sebanyak 2 kali dan mendapatkan hasil ikan teri sebanyak 18 cekeng,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, pada hari Kamis, 8 Agustus 2024 sekitar pukul 21.00 WIB kapal melakukan operasi kembali di sekitaran perairan Labuan dan melakukan peledakan sebanyak 1 kali dan 2 kali gagal meledak hanya mendapat 3 cekeng.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selanjutnya pada hari Jumat, kami melakukan patroli dan mendapati nelayan membawa bom ikan dan langsung kita amankan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Atma disangkakan Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. Sebagaimana dimaksud Pasal 1 ayat (1) dan (3) dengan ancaman hukuman 10 Tahun Penjara.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
PANDEGLANG - Atma (54) warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten ditangkap pihak kepolisian. Dia kedapatan mencari ikan di perairan Labuan menggunakan bom.&#13;
&#13;
Peristiwa itu terbongkar saat Kapal Patroli XXIII-1013 melakukan Patroli Gabungan antara unit Gakkum dan Unit Patroli ke perairan Pulau Popole Labuan. Disitu mereka mendapati Kapal Motor Tri Sukses I membawa bom ikan.&#13;
&#13;
Hal itu terbukti dengan adanya salah satu plastik yang berisikan bom ikan mengapung di permukaan air. Plastik itu sebelumnya dibuang oleh Atma sebagai upaya penghilangan barang bukti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tersangka Atma berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara terjun dari atas kapal ke laut. Namun salah satu plastik mengapung ke permukaan air dan langsung diamankan oleh petugas,&amp;quot; kata Kapolres Pandeglang, AKBP Oki Bagus Setiaji dalam keterangannya, Sabtu (10/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, sekira pukul 12.30 WIB, KM Tri Sukses I beserta tersangka dan empat orang ABK dibawa dan diamankan ke Mako Satpolairud untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kasatpolairud Polres Pandeglang, AKP Bariman Sitompul mengungkapkan, sebelum tertangkap tangan, tersangka Atma berangkat dari Lampung, pada Selasa, 6 Agustus 2024, &amp;nbsp;sekitar pukul &amp;nbsp;20.00 WIB menggunakan Kapal KM Tri Sukses I &amp;nbsp;bersama empat ABK menuju ke Perairan Labuan Pandeglang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan tiba sekitar pada hari Rabu, 07 Agustus 2024 jam 03.00 WIB. Kemudian pada sekitar jam 21.00 Wib melakukan operasi di perairan Labuan dan melakukan peledakan bom ikan sebanyak 2 kali dan mendapatkan hasil ikan teri sebanyak 18 cekeng,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, pada hari Kamis, 8 Agustus 2024 sekitar pukul 21.00 WIB kapal melakukan operasi kembali di sekitaran perairan Labuan dan melakukan peledakan sebanyak 1 kali dan 2 kali gagal meledak hanya mendapat 3 cekeng.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selanjutnya pada hari Jumat, kami melakukan patroli dan mendapati nelayan membawa bom ikan dan langsung kita amankan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Atma disangkakan Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. Sebagaimana dimaksud Pasal 1 ayat (1) dan (3) dengan ancaman hukuman 10 Tahun Penjara.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
