<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiai dan Anggotanya Dikeroyok OTK, Ratusan Banser NU Geruduk Mapolres Karawang</title><description>Banser mempertanyakan kenapa polisi belum menangkap pelaku.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/12/525/3047586/kiai-dan-anggotanya-dikeroyok-otk-ratusan-banser-nu-geruduk-mapolres-karawang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/12/525/3047586/kiai-dan-anggotanya-dikeroyok-otk-ratusan-banser-nu-geruduk-mapolres-karawang"/><item><title>Kiai dan Anggotanya Dikeroyok OTK, Ratusan Banser NU Geruduk Mapolres Karawang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/12/525/3047586/kiai-dan-anggotanya-dikeroyok-otk-ratusan-banser-nu-geruduk-mapolres-karawang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/12/525/3047586/kiai-dan-anggotanya-dikeroyok-otk-ratusan-banser-nu-geruduk-mapolres-karawang</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2024 03:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rudi Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/12/525/3047586/massa_banser_di_mapolres_karawang-Lqmk_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Massa Banser di Mapolres Karawang (Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/12/525/3047586/massa_banser_di_mapolres_karawang-Lqmk_large.JPG</image><title>Massa Banser di Mapolres Karawang (Okezone.com)</title></images><description>KARAWANG &amp;ndash; Ratusan anggota gabungan Banser Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi Mapolres Karawang, Minggu (11/8/2024) malam. Mereka mempertanyakan kasus pengeroyokan kiai dan anggotanya serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK) di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Pengeroyokan dan perusakan mobil rombongan salah satu kiai dari Cikarang, Kabupaten Bekasi yang hendak menghadiri pengajian akbar di Pesantren Al-Baghdadi, Rengasdengklok terjadi pada Sabtu 10 Agustus 2024 malam.&#13;
&#13;
Saat itu puluhan OTK mengadang kendaraan milik kiai tersebut yang di kawal oleh sejumlah anggota Banser. Mereka merusak kendaran dan mengeroyok dua anggota Banser hingga babak belur.&#13;
&#13;
PCNU Karawang, Laskar Sabililah, PWNU Jabar, dan Ansor Jabar mengecam penganiayaan itu.&#13;
&#13;
Massa dari Banser Jabar, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumsi), Pagar Nusa, Persatuan Guru Nahdatul Ulama, dan Serikat Nelayan Nahdatul Ulama mendatangi Mapolres Karawang mendesak polisi menangkap pelaku.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua PCNU Karawang, Deden Permana mengatakan bahwa polisi harus menangani kasus perusakan dan pengeroyokan itu secepatnya, karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan meluas serta memperkeruh suasana.&#13;
&#13;
Menurutnya, Banser-Banser dari daerah lain sudah banyak yang ingin bergabung ke Karawang untuk mencari pelakunya.&#13;
&#13;
Polisi telah menjanjikan akan menangkap para pelakunya selama 24 jam. Namun sampai kini belum ada yang ditangkap.&#13;
&#13;
Banser berjanji akan mendatangi kembali Mapolres Karawang dalam jumlah yang lebih banyak lagi jika kasus tersebut tak serius ditangani.&#13;
</description><content:encoded>KARAWANG &amp;ndash; Ratusan anggota gabungan Banser Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi Mapolres Karawang, Minggu (11/8/2024) malam. Mereka mempertanyakan kasus pengeroyokan kiai dan anggotanya serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK) di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Pengeroyokan dan perusakan mobil rombongan salah satu kiai dari Cikarang, Kabupaten Bekasi yang hendak menghadiri pengajian akbar di Pesantren Al-Baghdadi, Rengasdengklok terjadi pada Sabtu 10 Agustus 2024 malam.&#13;
&#13;
Saat itu puluhan OTK mengadang kendaraan milik kiai tersebut yang di kawal oleh sejumlah anggota Banser. Mereka merusak kendaran dan mengeroyok dua anggota Banser hingga babak belur.&#13;
&#13;
PCNU Karawang, Laskar Sabililah, PWNU Jabar, dan Ansor Jabar mengecam penganiayaan itu.&#13;
&#13;
Massa dari Banser Jabar, Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumsi), Pagar Nusa, Persatuan Guru Nahdatul Ulama, dan Serikat Nelayan Nahdatul Ulama mendatangi Mapolres Karawang mendesak polisi menangkap pelaku.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua PCNU Karawang, Deden Permana mengatakan bahwa polisi harus menangani kasus perusakan dan pengeroyokan itu secepatnya, karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan meluas serta memperkeruh suasana.&#13;
&#13;
Menurutnya, Banser-Banser dari daerah lain sudah banyak yang ingin bergabung ke Karawang untuk mencari pelakunya.&#13;
&#13;
Polisi telah menjanjikan akan menangkap para pelakunya selama 24 jam. Namun sampai kini belum ada yang ditangkap.&#13;
&#13;
Banser berjanji akan mendatangi kembali Mapolres Karawang dalam jumlah yang lebih banyak lagi jika kasus tersebut tak serius ditangani.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
