<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU dan PKB Entitas Berbeda, Gus Jazil: Jalankan Tugas Masing-masing!</title><description>Diketahui, hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/13/337/3048670/pbnu-dan-pkb-entitas-berbeda-gus-jazil-jalankan-tugas-masing-masing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/13/337/3048670/pbnu-dan-pkb-entitas-berbeda-gus-jazil-jalankan-tugas-masing-masing"/><item><title>PBNU dan PKB Entitas Berbeda, Gus Jazil: Jalankan Tugas Masing-masing!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/13/337/3048670/pbnu-dan-pkb-entitas-berbeda-gus-jazil-jalankan-tugas-masing-masing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/13/337/3048670/pbnu-dan-pkb-entitas-berbeda-gus-jazil-jalankan-tugas-masing-masing</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 22:58 WIB</pubDate><dc:creator>Reymond Atuha Pama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/337/3048670/pkb-gerM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid/MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/337/3048670/pkb-gerM_large.jpg</image><title>Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid/MPI</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, bahwa PKB dan PBNU adalah dua entitas berbeda yang tidak boleh saling intervensi. Oleh karena itu sudah seharusnya PBNU segera menghentikan langkah-langkah kontraproduktif yang justru membingungkan nahdliyin di akar rumput dan para kiai. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin&amp;nbsp;memanas. Perseteruan keduanya pun semakin meruncing belakangan ini.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Sudah, hentikan saja langkah-langkah yang tidak perlu. Sejak awal PKB tidak memiliki persoalan dengan NU karena PKB memang dilahirkan sebagai kendaraan politik warga NU dan untuk kepentingan bangsa,&amp;rdquo;ujarnya, Selasa (13/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudahlah, mari kita fokus saja pada tugas masing-masing, biar yang di bawah tidak bingung. Dari awal PKB tidak punya masalah dengan NU. Hubungan kami di bawah juga sangat baik,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Jazil &amp;ndash; panggilan akrabnya -- &amp;nbsp;menambahkan, terkait harapan PBNU agar PKB memperhatikan asiprasi-aspirasi yang ada di NU, dia menekankan bahwa tidak sedikitpun perjuangan PKB di ranah politik yang tidak mengakomodir kepentingan NU.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kami perjuangkan Undang-Undang Pesantren dan lainnya. Hubungan PKB dengan pesantren-pesantren juga bagus, dengan pengurus NU di berbagai daerah juga sangat baik, jadi tidak sedikitpun PKB merasa ada masalah dengan NU,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia berharap, persoalan perang argument di publik akan segera berakhir jika PBNU menghentikan langkah-langkahnya yang sangat kental dengan kepentingan politik dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) PKB.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Hentikan itu semua karena tindakan-tindakan itu, membentuk Pansus, Tim Lima, itu semua inkonstitusional. NU mengacu pada Undang-Undang Ormas sedangkan PKB acuannya Undang-Undang Parpol, beda kamar dan beda tugas. PKB dilahirkan untuk alat perjuangan politik sedangkan NU untuk social keumatan,&amp;rdquo; tutup Gus Jazil.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, bahwa PKB dan PBNU adalah dua entitas berbeda yang tidak boleh saling intervensi. Oleh karena itu sudah seharusnya PBNU segera menghentikan langkah-langkah kontraproduktif yang justru membingungkan nahdliyin di akar rumput dan para kiai. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin&amp;nbsp;memanas. Perseteruan keduanya pun semakin meruncing belakangan ini.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Sudah, hentikan saja langkah-langkah yang tidak perlu. Sejak awal PKB tidak memiliki persoalan dengan NU karena PKB memang dilahirkan sebagai kendaraan politik warga NU dan untuk kepentingan bangsa,&amp;rdquo;ujarnya, Selasa (13/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudahlah, mari kita fokus saja pada tugas masing-masing, biar yang di bawah tidak bingung. Dari awal PKB tidak punya masalah dengan NU. Hubungan kami di bawah juga sangat baik,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Jazil &amp;ndash; panggilan akrabnya -- &amp;nbsp;menambahkan, terkait harapan PBNU agar PKB memperhatikan asiprasi-aspirasi yang ada di NU, dia menekankan bahwa tidak sedikitpun perjuangan PKB di ranah politik yang tidak mengakomodir kepentingan NU.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kami perjuangkan Undang-Undang Pesantren dan lainnya. Hubungan PKB dengan pesantren-pesantren juga bagus, dengan pengurus NU di berbagai daerah juga sangat baik, jadi tidak sedikitpun PKB merasa ada masalah dengan NU,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia berharap, persoalan perang argument di publik akan segera berakhir jika PBNU menghentikan langkah-langkahnya yang sangat kental dengan kepentingan politik dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) PKB.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Hentikan itu semua karena tindakan-tindakan itu, membentuk Pansus, Tim Lima, itu semua inkonstitusional. NU mengacu pada Undang-Undang Ormas sedangkan PKB acuannya Undang-Undang Parpol, beda kamar dan beda tugas. PKB dilahirkan untuk alat perjuangan politik sedangkan NU untuk social keumatan,&amp;rdquo; tutup Gus Jazil.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
