<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Korban Kebakaran Manggarai Utamakan Tolong Ibunya Dibanding Harta Benda</title><description>Si jago merah melalap rumah dan barang berharga ketika waktu istirahat atau sekira pukul 02.30 WIB, Selasa (13/8/2024).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/13/338/3048391/cerita-korban-kebakaran-manggarai-utamakan-tolong-ibunya-dibanding-harta-benda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/13/338/3048391/cerita-korban-kebakaran-manggarai-utamakan-tolong-ibunya-dibanding-harta-benda"/><item><title>Cerita Korban Kebakaran Manggarai Utamakan Tolong Ibunya Dibanding Harta Benda</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/13/338/3048391/cerita-korban-kebakaran-manggarai-utamakan-tolong-ibunya-dibanding-harta-benda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/13/338/3048391/cerita-korban-kebakaran-manggarai-utamakan-tolong-ibunya-dibanding-harta-benda</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/338/3048391/kebakaran_di_manggarai-jDh4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di Manggarai. Foto: Okezone/Ari Sandita.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/338/3048391/kebakaran_di_manggarai-jDh4_large.jpg</image><title>Kebakaran di Manggarai. Foto: Okezone/Ari Sandita.</title></images><description>JAKARTA - Ribuan warga di sekitar kawasan&amp;nbsp;Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan menjadi korban kebakaran. Si jago merah melalap rumah dan barang berharga ketika waktu istirahat atau sekira pukul 02.30 WIB, Selasa (13/8/2024).&#13;
&#13;
Berlangsung dini hari, banyak warga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya. Mengamankan diri pun rasanya sudah bersyukur dari peristiwa tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seperti yang dialami oleh salah satu Warga RT 06/RW 06, Tisnaeni (54). Saat kebakaran, Ia bercerita tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Tri lebih utamakan keselamatan dirinya dan ibunya dibandingkan harta benda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat kejadian saya sedang tidur bangun karena anak saya ngetok, Mak kebakaran Mak, langsung saya tak pikir panjang lagi urusin ibu saya karena ibu saya kan jalannya susah, jadi surat-surat apa tak ada yang saya bawa sama sekali, badan ini saja,&amp;quot; kata Tri sambil menangis di lokasi, Selasa (13/8/2024).&#13;
&#13;
Apalagi, kondisi ibunya yang sudah tua, sehingga kesusahan untuk berjalan. Karena itu, Ia mengikhlaskan harta bendanya yang ludes terbakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Barang berharga semua (ludes dilalap api), saya kan guru paud, semua aset-aset abis, uang bayaran, uang buat bayar seragam sekolah abis semua sudah tak ada apapun,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menerangkan, dia sempat melihat rumahnya yang ludes dilalap api pasca-api berhasil dilokalisir. Namun, rumahnya sudah hanya tinggal puing-puingnya saja, begitu juga temboknya yang telah roboh seolah rata dengan tanah.&#13;
&#13;
Tri hanya salah satu warga yang menjadi korban kebakaran. Warga lainnya, Syifa (22) mengungkap, saat amuk si jago merah terjadi, dia pun langsung melarikan dirinya dari rumahnya beserta keluarganya.&#13;
&#13;
Meski begitu, ibunya sempat menyelamatkan dokumen berharga saja untuk dibawa, selainnya, seeprti televisi, kulkas, dan barang lainnya tak ada yang sempat diselamatkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nenek teriak di atas atap (rumah ada) apinya, langsung keluar rumah, lari saja karena sudah bener-bener di atas atap apinya. Panik, gak ada barang yang diselamatkan, hanya dokumen karena itu diselamatkan sama ibu saya, ibu bangun dahulu, saya belakangan sama adik saya,&amp;quot; cerita Syifa.&#13;
&#13;
Syifa memaparkan, dia bersyukur lantaran dokumen kuliahnya aman lantaran dia telah menyetorkannya ke kampusnya. Pasalnya, rencananya lada bulan Agustus 2024 ini dia bakal menjalani wisuda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kuliah, bulan ini wisuda, alhamdulillahnya sudah semua (dokumen untuk wisuda) disetor ke kampus, tinggal foto saja,&amp;quot; ucap Syifa mengakhiri.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ribuan warga di sekitar kawasan&amp;nbsp;Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan menjadi korban kebakaran. Si jago merah melalap rumah dan barang berharga ketika waktu istirahat atau sekira pukul 02.30 WIB, Selasa (13/8/2024).&#13;
&#13;
Berlangsung dini hari, banyak warga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya. Mengamankan diri pun rasanya sudah bersyukur dari peristiwa tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seperti yang dialami oleh salah satu Warga RT 06/RW 06, Tisnaeni (54). Saat kebakaran, Ia bercerita tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Tri lebih utamakan keselamatan dirinya dan ibunya dibandingkan harta benda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat kejadian saya sedang tidur bangun karena anak saya ngetok, Mak kebakaran Mak, langsung saya tak pikir panjang lagi urusin ibu saya karena ibu saya kan jalannya susah, jadi surat-surat apa tak ada yang saya bawa sama sekali, badan ini saja,&amp;quot; kata Tri sambil menangis di lokasi, Selasa (13/8/2024).&#13;
&#13;
Apalagi, kondisi ibunya yang sudah tua, sehingga kesusahan untuk berjalan. Karena itu, Ia mengikhlaskan harta bendanya yang ludes terbakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Barang berharga semua (ludes dilalap api), saya kan guru paud, semua aset-aset abis, uang bayaran, uang buat bayar seragam sekolah abis semua sudah tak ada apapun,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menerangkan, dia sempat melihat rumahnya yang ludes dilalap api pasca-api berhasil dilokalisir. Namun, rumahnya sudah hanya tinggal puing-puingnya saja, begitu juga temboknya yang telah roboh seolah rata dengan tanah.&#13;
&#13;
Tri hanya salah satu warga yang menjadi korban kebakaran. Warga lainnya, Syifa (22) mengungkap, saat amuk si jago merah terjadi, dia pun langsung melarikan dirinya dari rumahnya beserta keluarganya.&#13;
&#13;
Meski begitu, ibunya sempat menyelamatkan dokumen berharga saja untuk dibawa, selainnya, seeprti televisi, kulkas, dan barang lainnya tak ada yang sempat diselamatkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nenek teriak di atas atap (rumah ada) apinya, langsung keluar rumah, lari saja karena sudah bener-bener di atas atap apinya. Panik, gak ada barang yang diselamatkan, hanya dokumen karena itu diselamatkan sama ibu saya, ibu bangun dahulu, saya belakangan sama adik saya,&amp;quot; cerita Syifa.&#13;
&#13;
Syifa memaparkan, dia bersyukur lantaran dokumen kuliahnya aman lantaran dia telah menyetorkannya ke kampusnya. Pasalnya, rencananya lada bulan Agustus 2024 ini dia bakal menjalani wisuda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kuliah, bulan ini wisuda, alhamdulillahnya sudah semua (dokumen untuk wisuda) disetor ke kampus, tinggal foto saja,&amp;quot; ucap Syifa mengakhiri.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
