<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekeringan Ekstrem Landa Muarojambi, Warga Gunakan Air Sungai Batanghari yang Keruh</title><description>Krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Muarojambi, Jambi. Terparah terjadi di 3 RT di wilayah Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Jambi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/14/340/3048817/kekeringan-ekstrem-landa-muarojambi-warga-gunakan-air-sungai-batanghari-yang-keruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/14/340/3048817/kekeringan-ekstrem-landa-muarojambi-warga-gunakan-air-sungai-batanghari-yang-keruh"/><item><title>Kekeringan Ekstrem Landa Muarojambi, Warga Gunakan Air Sungai Batanghari yang Keruh</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/14/340/3048817/kekeringan-ekstrem-landa-muarojambi-warga-gunakan-air-sungai-batanghari-yang-keruh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/14/340/3048817/kekeringan-ekstrem-landa-muarojambi-warga-gunakan-air-sungai-batanghari-yang-keruh</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2024 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/14/340/3048817/warga_muarojambi_gunakan_air_sungai_batanghari-z920_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Muarojambi gunakan air Sungai Batanghari (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/14/340/3048817/warga_muarojambi_gunakan_air_sungai_batanghari-z920_large.jpg</image><title>Warga Muarojambi gunakan air Sungai Batanghari (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
MUAROJAMBI - Krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Muarojambi, Jambi. Terparah terjadi di 3 RT di wilayah Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Jambi. &amp;nbsp;Sudah sekitar satu bulan ini, ratusan warga terpaksa gunakan air Sungai Batanghari yang keruh guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, cuci pakaian dan lainnya.&#13;
&#13;
Sedangkan untuk kebutuhan air minum, warga harus merogoh kocek lagi untuk membelinya. Selain air sumur yang sudah kering, juga pasokan air dari PDAM setempat sudah tidak mengalir lagi.&#13;
&#13;
Salah seorang warga, Azizah mengaku terpaksa menggunakan air keruh dari Sungai Batanghari untuk kebutuhan mandi dan mencuci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Air sumur kami sudah kering hampir 1 bulan. Kalau untuk kebutuhan minum, kami harus terpaksa membeli,&amp;quot; tuturnya, Rabu (14/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sedangkan air dari PDAM, sambung Azizah, sudah tidak bisa diandalkan. &amp;quot;Kadang hidup, kadang mati,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Senada dengan warganya, Sekretaris Desa Danau Lamo, Abdul Roni menambahkan, bahwa kekeringan ekstrim ini sudah berlangsung sekitar 1 bulan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semenjak tidak turun hujan, jadi sumur warga sudah mulai kering dan masyarakat terpaksa menggunakan air sungai dan air kolam yang keruh,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Dirinya berharap, pemerintah kabupaten bisa membantu akses air bersih kepada masyarakatnya yang sedang membutuhkan air bersih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada tiga RT yang mengalami kekeringan ekstrim, diantaranya di RT 1, RT 2, dan RT 3,&amp;quot; tukas Roni.&#13;
&#13;
Kedepannya untuk mengantisipasi kekeringan ekstrim, kata dia, wilayahnya yang terjadi kekeringan air agar dibantu sumur bor agar setiap tahunnya tidak terjadi kejadian serupa.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
MUAROJAMBI - Krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Muarojambi, Jambi. Terparah terjadi di 3 RT di wilayah Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Jambi. &amp;nbsp;Sudah sekitar satu bulan ini, ratusan warga terpaksa gunakan air Sungai Batanghari yang keruh guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, cuci pakaian dan lainnya.&#13;
&#13;
Sedangkan untuk kebutuhan air minum, warga harus merogoh kocek lagi untuk membelinya. Selain air sumur yang sudah kering, juga pasokan air dari PDAM setempat sudah tidak mengalir lagi.&#13;
&#13;
Salah seorang warga, Azizah mengaku terpaksa menggunakan air keruh dari Sungai Batanghari untuk kebutuhan mandi dan mencuci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Air sumur kami sudah kering hampir 1 bulan. Kalau untuk kebutuhan minum, kami harus terpaksa membeli,&amp;quot; tuturnya, Rabu (14/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sedangkan air dari PDAM, sambung Azizah, sudah tidak bisa diandalkan. &amp;quot;Kadang hidup, kadang mati,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Senada dengan warganya, Sekretaris Desa Danau Lamo, Abdul Roni menambahkan, bahwa kekeringan ekstrim ini sudah berlangsung sekitar 1 bulan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semenjak tidak turun hujan, jadi sumur warga sudah mulai kering dan masyarakat terpaksa menggunakan air sungai dan air kolam yang keruh,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Dirinya berharap, pemerintah kabupaten bisa membantu akses air bersih kepada masyarakatnya yang sedang membutuhkan air bersih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada tiga RT yang mengalami kekeringan ekstrim, diantaranya di RT 1, RT 2, dan RT 3,&amp;quot; tukas Roni.&#13;
&#13;
Kedepannya untuk mengantisipasi kekeringan ekstrim, kata dia, wilayahnya yang terjadi kekeringan air agar dibantu sumur bor agar setiap tahunnya tidak terjadi kejadian serupa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
