<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Luncurkan 63 Kali Lava Pijar Dalam Sehari</title><description>Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitas sepanjang hari Selasa (13/8/2024) kemarin.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/14/510/3048727/gunung-merapi-luncurkan-63-kali-lava-pijar-dalam-sehari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/14/510/3048727/gunung-merapi-luncurkan-63-kali-lava-pijar-dalam-sehari"/><item><title>Gunung Merapi Luncurkan 63 Kali Lava Pijar Dalam Sehari</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/14/510/3048727/gunung-merapi-luncurkan-63-kali-lava-pijar-dalam-sehari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/14/510/3048727/gunung-merapi-luncurkan-63-kali-lava-pijar-dalam-sehari</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2024 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/14/510/3048727/gunung_merapi-0Rpl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi menunjukkan aktivitas signifikan pada Selasa. (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/14/510/3048727/gunung_merapi-0Rpl_large.jpg</image><title>Gunung Merapi menunjukkan aktivitas signifikan pada Selasa. (Foto: BPPTKG)</title></images><description>DIY&amp;nbsp; - Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitas sepanjang hari Selasa (13/8/2024) kemarin. Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan&amp;nbsp;Geologi (BPPTKG) menyebut terjadi puluhan kali guguran lava pijar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BPPTKG menginformasikan cuaca cerah dan berawan sepanjang hari Selasa kemarin. Angin bertiup tenang ke arah barat,barat daya. Suhu udara 14.3-25.6 &amp;deg;C, kelembaban udara 25-86 %, dan tekanan udara 768.2-918.6 mmHg.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Gunung terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang,tipis dan tinggi 50-150 m di atas puncak kawah,&amp;quot; tulis BPPTKH&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan yang terpantau adalah 154 kali gempa guguran dengan Amplitudo : 3-63 mm berdurasi 19.68-198.28 detik. 4 kali gempa hybrid atau Fase Banyak dengan Amplitudo&amp;nbsp; 3-12 mm, S-P : 0.3-0.7 detik dan Durasi 6.88-8.24 detik. Dan 2 kali gempa Tektonik Jauh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Teramati 63 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng (Barat daya) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter. Dan hingga saat ini status Gunung Merapi masih Level III alias Siaga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa hal kami sampaikan ke masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaannya,&amp;quot; kata BPPTKG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Dan Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,&amp;quot; tambah BPPTKG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>DIY&amp;nbsp; - Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitas sepanjang hari Selasa (13/8/2024) kemarin. Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan&amp;nbsp;Geologi (BPPTKG) menyebut terjadi puluhan kali guguran lava pijar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BPPTKG menginformasikan cuaca cerah dan berawan sepanjang hari Selasa kemarin. Angin bertiup tenang ke arah barat,barat daya. Suhu udara 14.3-25.6 &amp;deg;C, kelembaban udara 25-86 %, dan tekanan udara 768.2-918.6 mmHg.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Gunung terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang,tipis dan tinggi 50-150 m di atas puncak kawah,&amp;quot; tulis BPPTKH&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan yang terpantau adalah 154 kali gempa guguran dengan Amplitudo : 3-63 mm berdurasi 19.68-198.28 detik. 4 kali gempa hybrid atau Fase Banyak dengan Amplitudo&amp;nbsp; 3-12 mm, S-P : 0.3-0.7 detik dan Durasi 6.88-8.24 detik. Dan 2 kali gempa Tektonik Jauh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Teramati 63 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng (Barat daya) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter. Dan hingga saat ini status Gunung Merapi masih Level III alias Siaga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa hal kami sampaikan ke masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaannya,&amp;quot; kata BPPTKG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Dan Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,&amp;quot; tambah BPPTKG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
