<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa SMA di Lampung Diduga Alami Bullying, Dicecoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri</title><description>Korban berinisial FT warga Rajabasa, Bandarlampung tersebut merupakan pelajar kelas 11 di salah satu SMA negeri di Bandarlampung. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/15/340/3049744/siswa-sma-di-lampung-diduga-alami-bullying-dicecoki-miras-hingga-tak-sadarkan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/15/340/3049744/siswa-sma-di-lampung-diduga-alami-bullying-dicecoki-miras-hingga-tak-sadarkan-diri"/><item><title>Siswa SMA di Lampung Diduga Alami Bullying, Dicecoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/15/340/3049744/siswa-sma-di-lampung-diduga-alami-bullying-dicecoki-miras-hingga-tak-sadarkan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/15/340/3049744/siswa-sma-di-lampung-diduga-alami-bullying-dicecoki-miras-hingga-tak-sadarkan-diri</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2024 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/15/340/3049744/bullying-otwK_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus dugaan perundungan terjadi di Lampung. (Foto: Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/15/340/3049744/bullying-otwK_large.jpeg</image><title>Kasus dugaan perundungan terjadi di Lampung. (Foto: Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>LAMPUNG - Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandarlampung ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri diduga akibat dicekoki minuman keras (miras) dan luka-luka, Rabu (14/8/2024). Korban berinisial FT warga Rajabasa, Bandarlampung tersebut merupakan pelajar kelas 11 di salah satu SMA negeri di Bandarlampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kerabat korban, Cucu Mulyono mengatakan, peristiwa itu diduga terjadi di lingkungan sekolah SMA di Bandarlampung.&amp;nbsp;&amp;quot;Korban ini dijemput sekitar pukul 16.30 WIB, tapi kata pihak sekolah anaknya udah gak di lingkungan sekolah,&amp;quot; ujarnya, Kamis (15/8).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cucu menjelaskan, ayah korban tetap mencari anaknya karena sejak pagi mengikuti agenda lomba di sekolah dalam rangka memperingati 17 Agustus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ayahnya ini nanya ke temen-temen sekolah korban, dan ada yang lihat katanya korban ada di bawah (area lingkungan SMA), langsung ke bawah dan menemukan anaknya sudah dalam kondisi lemas,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Cucu melanjutkan, saat ditemukan, FT dalam kondisi lemas dan tak sadarkan diri. Bahkan, kondisi wajah penuh luka. &amp;quot;Dia sama bapaknya juga nggak ciren, nggak kenal gitu, diduga dicekokin alkohol atau miras gitu. Posisi korban pakai baju pramuka,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melihat kondisi FT, kata Cucu, ayah korban langsung membawa korban ke rumah sakit untuk diberikan perawatan. &amp;quot;Sempat tidak sadarkan diri hingga berjam-jam, bahkan saat diajak bicara belum bisa. Akhirnya malam bisa diajak bicara,&amp;quot; terang Cucu.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini, keluarga berharap pihak sekolah segera menindaklanjuti peristiwa tersebut. Terlebih, peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menduga ini pembullyan, apalagi ini kan di lingkungan pendidikan tanggung jawab sekolah. Untuk mendidik, gimana kalo dunia pendidikan masuk miras. Terutama guru, itu (siswa-siswi) anak-anak kita,&amp;quot; ungkapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Ono Karyono membenarkan kejadian tersebut.&amp;nbsp;&amp;quot;Benar, saat ini laporan polisinya sudah diterima dan akan tindak lanjuti dengan proses penyelidikan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>LAMPUNG - Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandarlampung ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri diduga akibat dicekoki minuman keras (miras) dan luka-luka, Rabu (14/8/2024). Korban berinisial FT warga Rajabasa, Bandarlampung tersebut merupakan pelajar kelas 11 di salah satu SMA negeri di Bandarlampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kerabat korban, Cucu Mulyono mengatakan, peristiwa itu diduga terjadi di lingkungan sekolah SMA di Bandarlampung.&amp;nbsp;&amp;quot;Korban ini dijemput sekitar pukul 16.30 WIB, tapi kata pihak sekolah anaknya udah gak di lingkungan sekolah,&amp;quot; ujarnya, Kamis (15/8).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cucu menjelaskan, ayah korban tetap mencari anaknya karena sejak pagi mengikuti agenda lomba di sekolah dalam rangka memperingati 17 Agustus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ayahnya ini nanya ke temen-temen sekolah korban, dan ada yang lihat katanya korban ada di bawah (area lingkungan SMA), langsung ke bawah dan menemukan anaknya sudah dalam kondisi lemas,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Cucu melanjutkan, saat ditemukan, FT dalam kondisi lemas dan tak sadarkan diri. Bahkan, kondisi wajah penuh luka. &amp;quot;Dia sama bapaknya juga nggak ciren, nggak kenal gitu, diduga dicekokin alkohol atau miras gitu. Posisi korban pakai baju pramuka,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melihat kondisi FT, kata Cucu, ayah korban langsung membawa korban ke rumah sakit untuk diberikan perawatan. &amp;quot;Sempat tidak sadarkan diri hingga berjam-jam, bahkan saat diajak bicara belum bisa. Akhirnya malam bisa diajak bicara,&amp;quot; terang Cucu.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini, keluarga berharap pihak sekolah segera menindaklanjuti peristiwa tersebut. Terlebih, peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menduga ini pembullyan, apalagi ini kan di lingkungan pendidikan tanggung jawab sekolah. Untuk mendidik, gimana kalo dunia pendidikan masuk miras. Terutama guru, itu (siswa-siswi) anak-anak kita,&amp;quot; ungkapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Ono Karyono membenarkan kejadian tersebut.&amp;nbsp;&amp;quot;Benar, saat ini laporan polisinya sudah diterima dan akan tindak lanjuti dengan proses penyelidikan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
