<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kebocoran Data, Ketua MPR Minta Ketahanan Keamanan Siber Ditingkatkan</title><description>Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menjadi solusi bagi kemudahan kehidupan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3049932/kasus-kebocoran-data-ketua-mpr-minta-ketahanan-keamanan-siber-ditingkatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3049932/kasus-kebocoran-data-ketua-mpr-minta-ketahanan-keamanan-siber-ditingkatkan"/><item><title>Kasus Kebocoran Data, Ketua MPR Minta Ketahanan Keamanan Siber Ditingkatkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3049932/kasus-kebocoran-data-ketua-mpr-minta-ketahanan-keamanan-siber-ditingkatkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3049932/kasus-kebocoran-data-ketua-mpr-minta-ketahanan-keamanan-siber-ditingkatkan</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/337/3049932/ketua_mpr_ri_bambang_soesatyo-yfta_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR RI Bambang Soesatyo  (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/337/3049932/ketua_mpr_ri_bambang_soesatyo-yfta_large.png</image><title>Ketua MPR RI Bambang Soesatyo  (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menjadi solusi bagi kemudahan kehidupan. Namun juga menimbulkan permasalahan, seperti kebocoran data akibat peretasan.&#13;
&#13;
Untuk itu, kata Bamsoet, pemerintah harus melakukan penguatan dalam ketahanan keamanan siber di Indonesia. Hal itu diungkap dalam Sidang Tahunan MPR RI 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketahanan keamanan siber di Indonesia juga masih perlu peningkatan,&amp;quot; kata Bamsoet di kawasan Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kebocoran data itu, kata Bamsoet, menjadi isyarat bahwa Indonesia memerlukan lembaga khusus yang fokus pada keamanan siber. Terlebih, dunia sudah memasuki era internet of military things atau internet of battle-field things.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana operasi militer semakin dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh, dengan lebih cepat, tepat, dan akurat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk itu, Bamsoet menilai bahwa sudah saatnya Indonesia segera mempersiapkan pembentukan matra ke-IV Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menghadirkan Angkatan Siber.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kehadirannya untuk memperkuat tiga matra yang sudah ada, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, pembentukan matra keempat itu menjadi penting. Mengingat posisi Geopolitik Indonesia sangat rawan, lantaran berhadapan langsung dengan trisula negara persemakmuran Inggris: Malaysia, Singapura, dan Australia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang tergabung dalam Five Power Defence Arrangement (FFDA) bersama Selandia Baru dan Britania Raya, dan di sisi lain, juga berada dalam arena pertarungan geopolitik Rusia, Tiongkok, dan Amerika,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menjadi solusi bagi kemudahan kehidupan. Namun juga menimbulkan permasalahan, seperti kebocoran data akibat peretasan.&#13;
&#13;
Untuk itu, kata Bamsoet, pemerintah harus melakukan penguatan dalam ketahanan keamanan siber di Indonesia. Hal itu diungkap dalam Sidang Tahunan MPR RI 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketahanan keamanan siber di Indonesia juga masih perlu peningkatan,&amp;quot; kata Bamsoet di kawasan Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kebocoran data itu, kata Bamsoet, menjadi isyarat bahwa Indonesia memerlukan lembaga khusus yang fokus pada keamanan siber. Terlebih, dunia sudah memasuki era internet of military things atau internet of battle-field things.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana operasi militer semakin dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh, dengan lebih cepat, tepat, dan akurat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk itu, Bamsoet menilai bahwa sudah saatnya Indonesia segera mempersiapkan pembentukan matra ke-IV Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menghadirkan Angkatan Siber.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kehadirannya untuk memperkuat tiga matra yang sudah ada, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, pembentukan matra keempat itu menjadi penting. Mengingat posisi Geopolitik Indonesia sangat rawan, lantaran berhadapan langsung dengan trisula negara persemakmuran Inggris: Malaysia, Singapura, dan Australia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang tergabung dalam Five Power Defence Arrangement (FFDA) bersama Selandia Baru dan Britania Raya, dan di sisi lain, juga berada dalam arena pertarungan geopolitik Rusia, Tiongkok, dan Amerika,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
