<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramai KTP Dicatut untuk Paslon di Pilkada, Website KPU untuk Cek Dukungan Tak Bisa Diakses!</title><description>Website infopemilu.kpu.go.id tak bisa diakses imbas dari ramainya isu KTP yang dicatut untuk paslon Pilkada 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3050151/ramai-ktp-dicatut-untuk-paslon-di-pilkada-website-kpu-untuk-cek-dukungan-tak-bisa-diakses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3050151/ramai-ktp-dicatut-untuk-paslon-di-pilkada-website-kpu-untuk-cek-dukungan-tak-bisa-diakses"/><item><title>Ramai KTP Dicatut untuk Paslon di Pilkada, Website KPU untuk Cek Dukungan Tak Bisa Diakses!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3050151/ramai-ktp-dicatut-untuk-paslon-di-pilkada-website-kpu-untuk-cek-dukungan-tak-bisa-diakses</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/16/337/3050151/ramai-ktp-dicatut-untuk-paslon-di-pilkada-website-kpu-untuk-cek-dukungan-tak-bisa-diakses</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/337/3050151/ilustrasi-XjUn_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/337/3050151/ilustrasi-XjUn_large.jpeg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Website infopemilu.kpu.go.id tak bisa diakses imbas dari ramainya isu KTP yang dicatut untuk paslon Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Website yang digunakan untuk mengecek apakah NIK kita mendukung salah satu paslon di Pilkada, tak bisa diakses hingga Jumat (16/8/2024) pukul 13.22 WIB. Diduga, situs tersebut down karena terlalu banyak yang mengakses.&#13;
&#13;
Diketahui, dunia media sosial dihebohkan dengan informasi banyaknya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dicatut untuk mendukung paslon tertentu di Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Hingga kini belum ada info lebih lanjut terkait sulitnya mengakses informasi di website KPU.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Anggota Bawaslu DKI Jakarta, Benny Sabdo mengatakan bahwa apabila warga merasa dicatut dan tidak mendukung untuk melaporkan ke kantor Bawaslu DKI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin KPU DKI Jakarta menetapkan verifikasi persyaratan dukungan minimal Calon Gubernur/Wakil Gubernur independen dinyatakan memenuhi syarat. Andaikata ada masyarakat merasa dicatut namanya padahal tidak memberikan dukungan. Silakan melapor kepada Bawaslu DKI Jakarta,&amp;quot; kata Benny saat dikonfirmasi, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
Benny menambahkan bahwa warga harus membuat laporan resmi dengan datang ke Kantor Bawaslu DKI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporan resmi, pelapor datang ke Bawaslu DKI. Nanti petugas kami akan melayani,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bakal Calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan untuk KTP pribadinya masih aman. Namun, dua anak dan anggota keluarga lainnya masuk ke dalam daftar pencatutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, KTP saya aman. Tapi KTP dua anak, adik, juga sebagian tim yg bekerja bersama ikut dicatut masuk daftar pendukung calon independen,&amp;quot; cuit Anies dalam laman X @aniesbaswedan dikutip, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
Adapun dua anak yang dicatut KTPnya untuk mendukung duet pasangan Dharma-Kun yakni Mikail Baswedan dan Kaisar Baswedan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Website infopemilu.kpu.go.id tak bisa diakses imbas dari ramainya isu KTP yang dicatut untuk paslon Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Website yang digunakan untuk mengecek apakah NIK kita mendukung salah satu paslon di Pilkada, tak bisa diakses hingga Jumat (16/8/2024) pukul 13.22 WIB. Diduga, situs tersebut down karena terlalu banyak yang mengakses.&#13;
&#13;
Diketahui, dunia media sosial dihebohkan dengan informasi banyaknya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dicatut untuk mendukung paslon tertentu di Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Hingga kini belum ada info lebih lanjut terkait sulitnya mengakses informasi di website KPU.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Anggota Bawaslu DKI Jakarta, Benny Sabdo mengatakan bahwa apabila warga merasa dicatut dan tidak mendukung untuk melaporkan ke kantor Bawaslu DKI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin KPU DKI Jakarta menetapkan verifikasi persyaratan dukungan minimal Calon Gubernur/Wakil Gubernur independen dinyatakan memenuhi syarat. Andaikata ada masyarakat merasa dicatut namanya padahal tidak memberikan dukungan. Silakan melapor kepada Bawaslu DKI Jakarta,&amp;quot; kata Benny saat dikonfirmasi, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
Benny menambahkan bahwa warga harus membuat laporan resmi dengan datang ke Kantor Bawaslu DKI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporan resmi, pelapor datang ke Bawaslu DKI. Nanti petugas kami akan melayani,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bakal Calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan untuk KTP pribadinya masih aman. Namun, dua anak dan anggota keluarga lainnya masuk ke dalam daftar pencatutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, KTP saya aman. Tapi KTP dua anak, adik, juga sebagian tim yg bekerja bersama ikut dicatut masuk daftar pendukung calon independen,&amp;quot; cuit Anies dalam laman X @aniesbaswedan dikutip, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
Adapun dua anak yang dicatut KTPnya untuk mendukung duet pasangan Dharma-Kun yakni Mikail Baswedan dan Kaisar Baswedan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
