<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kematian Selebgram Diduga Korban Malapraktik di Klinik WSJ Depok Masih Gelap</title><description>Tabir kematian ENS (30) selebgram asal Medan, Sumatera Utara masih menjadi tanda tanya dalam kasus dugaan malapraktik yang terjadi di Klinik WSJ, Beji, Depok.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/338/3050152/kasus-kematian-selebgram-diduga-korban-malapraktik-di-klinik-wsj-depok-masih-gelap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/16/338/3050152/kasus-kematian-selebgram-diduga-korban-malapraktik-di-klinik-wsj-depok-masih-gelap"/><item><title>Kasus Kematian Selebgram Diduga Korban Malapraktik di Klinik WSJ Depok Masih Gelap</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/338/3050152/kasus-kematian-selebgram-diduga-korban-malapraktik-di-klinik-wsj-depok-masih-gelap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/16/338/3050152/kasus-kematian-selebgram-diduga-korban-malapraktik-di-klinik-wsj-depok-masih-gelap</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/338/3050152/malapraktik-xejC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana (Foto: Refi Sandi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/338/3050152/malapraktik-xejC_large.jpg</image><title>Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana (Foto: Refi Sandi/Okezone)</title></images><description>DEPOK - Tabir kematian ENS (30) selebgram asal Medan, Sumatera Utara masih menjadi tanda tanya dalam kasus dugaan malapraktik yang terjadi di Klinik WSJ, Beji, Depok. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Ntar dulu belum ada, WSJ belum ada update masih nunggu hasil autopsi,&amp;quot; kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana di Kantor DPRD Depok, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
Sebagai informasi, pihak kepolisian Polres Metro Depok berkoordinasi dengan kedokteran forensik Polda Sumatera Utara telah melakukan proses ekshumasi dan autopsi jenazah ENS pada Senin 5 Agustus 2024 silam. Namun, hasil autopsi baru dapat diketahui 14 hari kemudian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, kasus kematian ENS belum menemui titik terang dan belum ada penetapan tersangka. Sejumlah saksi telah diperiksa mulai dari dokter hingga pemilik klinik tersebut.&#13;
&#13;
Sementara status hukum di Polres Metro Depok masih dalam tahap penyidikan.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>DEPOK - Tabir kematian ENS (30) selebgram asal Medan, Sumatera Utara masih menjadi tanda tanya dalam kasus dugaan malapraktik yang terjadi di Klinik WSJ, Beji, Depok. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Ntar dulu belum ada, WSJ belum ada update masih nunggu hasil autopsi,&amp;quot; kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana di Kantor DPRD Depok, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
Sebagai informasi, pihak kepolisian Polres Metro Depok berkoordinasi dengan kedokteran forensik Polda Sumatera Utara telah melakukan proses ekshumasi dan autopsi jenazah ENS pada Senin 5 Agustus 2024 silam. Namun, hasil autopsi baru dapat diketahui 14 hari kemudian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, kasus kematian ENS belum menemui titik terang dan belum ada penetapan tersangka. Sejumlah saksi telah diperiksa mulai dari dokter hingga pemilik klinik tersebut.&#13;
&#13;
Sementara status hukum di Polres Metro Depok masih dalam tahap penyidikan.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
