<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Catatan Mahasiswi PPDS yang Bunuh Diri dengan Anestesi: Apa Tuhan Tak Mengerti Aku Kesulitan?</title><description>Polrestabes Semarang terus menggali apa penyebab utama tewasnya dokter PPDS Undip dr. Aulia Risma Lestari.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/512/3050342/catatan-mahasiswi-ppds-yang-bunuh-diri-dengan-anestesi-apa-tuhan-tak-mengerti-aku-kesulitan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/16/512/3050342/catatan-mahasiswi-ppds-yang-bunuh-diri-dengan-anestesi-apa-tuhan-tak-mengerti-aku-kesulitan"/><item><title>Catatan Mahasiswi PPDS yang Bunuh Diri dengan Anestesi: Apa Tuhan Tak Mengerti Aku Kesulitan?</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/16/512/3050342/catatan-mahasiswi-ppds-yang-bunuh-diri-dengan-anestesi-apa-tuhan-tak-mengerti-aku-kesulitan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/16/512/3050342/catatan-mahasiswi-ppds-yang-bunuh-diri-dengan-anestesi-apa-tuhan-tak-mengerti-aku-kesulitan</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/512/3050342/kapolrestabes_semarang_kombes_anwar_irwan-w4aQ_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kapolrestabes Semarang Kombes Anwar Irwan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/512/3050342/kapolrestabes_semarang_kombes_anwar_irwan-w4aQ_large.JPG</image><title>Kapolrestabes Semarang Kombes Anwar Irwan</title></images><description>SEMARANG - Polrestabes Semarang terus menggali apa penyebab utama tewasnya dokter PPDS Undip dr. Aulia Risma Lestari.&#13;
&#13;
Di TKP kos korban, di Lempongsari Kota Semarang polisi menemukan beberapa catatan yang diduga kuat berkaitan dengan tewasnya korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada sembilan lembar catatan, di antaranya bertuliskan &amp;#39;Apa Tuhanku tidak mengerti aku kesulitan?&amp;#39;, &amp;#39;Kenapa setiap aku berharap tidak pernah ada jawabannya&amp;#39; mengeluh kepada Tuhan, kedua ke orang yang dia sayangi &amp;#39;Saya tidak kuat&amp;#39; begitu kira-kira poinnya dari catatan-catatannya,&amp;quot; kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyidik, kata Irwan, hari ini juga ke Tegal yakni kota asal korban untuk mencari sejumlah petunjuk. Di antaranya mencari pembanding tulisan tangan korban.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Juga akan dilakukan uji Labfor, memastikan tulisan itu tulisan korban sendiri atau bukan,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Diketahui, pada Jumat itu pula tim Kemenkes sudah datang ke Semarang untuk melakukan serangkaian investigasi.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SEMARANG - Polrestabes Semarang terus menggali apa penyebab utama tewasnya dokter PPDS Undip dr. Aulia Risma Lestari.&#13;
&#13;
Di TKP kos korban, di Lempongsari Kota Semarang polisi menemukan beberapa catatan yang diduga kuat berkaitan dengan tewasnya korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada sembilan lembar catatan, di antaranya bertuliskan &amp;#39;Apa Tuhanku tidak mengerti aku kesulitan?&amp;#39;, &amp;#39;Kenapa setiap aku berharap tidak pernah ada jawabannya&amp;#39; mengeluh kepada Tuhan, kedua ke orang yang dia sayangi &amp;#39;Saya tidak kuat&amp;#39; begitu kira-kira poinnya dari catatan-catatannya,&amp;quot; kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar, Jumat (16/8/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyidik, kata Irwan, hari ini juga ke Tegal yakni kota asal korban untuk mencari sejumlah petunjuk. Di antaranya mencari pembanding tulisan tangan korban.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Juga akan dilakukan uji Labfor, memastikan tulisan itu tulisan korban sendiri atau bukan,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Diketahui, pada Jumat itu pula tim Kemenkes sudah datang ke Semarang untuk melakukan serangkaian investigasi.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
