<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mitsuyuki Tanaka, Mantan Tentara Jepang yang Ikut Memperjuangkan Kemerdekaan dan Berganti Nama Menjadi Suroto</title><description>Tentara Jepang, Mitsuyaki Tanaka ikut berjuang untuk Indonesia setelah kekalahan negaranya dengan Sekutu di Perang Dunia II.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/17/337/3048712/mitsuyuki-tanaka-mantan-tentara-jepang-yang-ikut-memperjuangkan-kemerdekaan-dan-berganti-nama-menjadi-suroto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/17/337/3048712/mitsuyuki-tanaka-mantan-tentara-jepang-yang-ikut-memperjuangkan-kemerdekaan-dan-berganti-nama-menjadi-suroto"/><item><title>Mitsuyuki Tanaka, Mantan Tentara Jepang yang Ikut Memperjuangkan Kemerdekaan dan Berganti Nama Menjadi Suroto</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/17/337/3048712/mitsuyuki-tanaka-mantan-tentara-jepang-yang-ikut-memperjuangkan-kemerdekaan-dan-berganti-nama-menjadi-suroto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/17/337/3048712/mitsuyuki-tanaka-mantan-tentara-jepang-yang-ikut-memperjuangkan-kemerdekaan-dan-berganti-nama-menjadi-suroto</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2024 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/14/337/3048712/mitsuyuki_tanaka-0U59_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mitsuyuki Tanaka</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/14/337/3048712/mitsuyuki_tanaka-0U59_large.JPG</image><title>Mitsuyuki Tanaka</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tentara Jepang, Mitsuyaki Tanaka ikut berjuang untuk Indonesia setelah kekalahan negaranya dengan Sekutu di Perang Dunia II.&#13;
&#13;
Saat itu, banyak tentara Jepang yang menyerahkan diri mereka ke Sekutu. Namun, Tanaka lebih memilih bergabung menjadi tentara Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan melawan Belanda di Magelang saat Pertempuran Ambarawa.&#13;
&#13;
Lelaki keturunan samurai ini lahir di desa Kiyomimachi, Takayama, Gifu, Jepang pada 10 Oktober 1921. Dia merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.&#13;
&#13;
Saat usianya menginjak 18 tahun, Tanaka menikah dengan Tomiko Yano. Mereka menikah sebelum Tanaka mengikuti wajib militer (wamil).&#13;
&#13;
Pada 1939, Tanaka dikirim ke Manchuria, Tiongkok untuk dilatih di sana. Kemudian satu tahun berselang, Tanaka ditugaskan ke Indonesia dan pergi dari Takaran, Kalimantan, hingga Surabaya.&#13;
&#13;
Saat peristiwa bom Nagasaki dan Hiroshima di tahun 1945, membuat Jepang sebagai negaranya Tanaka mengalami kekalahan.&#13;
&#13;
Daripada menyerahkan diri kepada Sekutu atau melakukan bunuh diri, Tanaka lebih memilih ikut bantu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dia pun mengubah namanya menjadi Sutoro.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat Sutoro menjadi anggota BKR, banyak yang tidak menyukai kehadirannya karena dia merupakan mantan penjajah. Namun, Sutoro berusaha untuk mengambil hati dengan memberikan pelatihan militer.&#13;
&#13;
Lambat laun, Sutoro mulai diterima karena dia berhasil meningkatkan kemampuan para pejuang Indonesia.&#13;
&#13;
Pada 1948, Sutoro menikah perempuan bernama Suparti yang berasal dari Salaman. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 11 anak.&#13;
&#13;
Setelah Magelang merdeka, Sutoro pensiun di tahun 1974 dan mendapatkan pangkat kehormatan Letkol. Selain itu, Sutoro juga pernah mendapat piagam Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno pada 10 November 1958.&#13;
&#13;
Sutoro menghembuskan napas terakhirnya pada 1 Agustus 1998. Dia pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Giri Dharmoloyo, Magelang.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tentara Jepang, Mitsuyaki Tanaka ikut berjuang untuk Indonesia setelah kekalahan negaranya dengan Sekutu di Perang Dunia II.&#13;
&#13;
Saat itu, banyak tentara Jepang yang menyerahkan diri mereka ke Sekutu. Namun, Tanaka lebih memilih bergabung menjadi tentara Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan melawan Belanda di Magelang saat Pertempuran Ambarawa.&#13;
&#13;
Lelaki keturunan samurai ini lahir di desa Kiyomimachi, Takayama, Gifu, Jepang pada 10 Oktober 1921. Dia merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.&#13;
&#13;
Saat usianya menginjak 18 tahun, Tanaka menikah dengan Tomiko Yano. Mereka menikah sebelum Tanaka mengikuti wajib militer (wamil).&#13;
&#13;
Pada 1939, Tanaka dikirim ke Manchuria, Tiongkok untuk dilatih di sana. Kemudian satu tahun berselang, Tanaka ditugaskan ke Indonesia dan pergi dari Takaran, Kalimantan, hingga Surabaya.&#13;
&#13;
Saat peristiwa bom Nagasaki dan Hiroshima di tahun 1945, membuat Jepang sebagai negaranya Tanaka mengalami kekalahan.&#13;
&#13;
Daripada menyerahkan diri kepada Sekutu atau melakukan bunuh diri, Tanaka lebih memilih ikut bantu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dia pun mengubah namanya menjadi Sutoro.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat Sutoro menjadi anggota BKR, banyak yang tidak menyukai kehadirannya karena dia merupakan mantan penjajah. Namun, Sutoro berusaha untuk mengambil hati dengan memberikan pelatihan militer.&#13;
&#13;
Lambat laun, Sutoro mulai diterima karena dia berhasil meningkatkan kemampuan para pejuang Indonesia.&#13;
&#13;
Pada 1948, Sutoro menikah perempuan bernama Suparti yang berasal dari Salaman. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 11 anak.&#13;
&#13;
Setelah Magelang merdeka, Sutoro pensiun di tahun 1974 dan mendapatkan pangkat kehormatan Letkol. Selain itu, Sutoro juga pernah mendapat piagam Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno pada 10 November 1958.&#13;
&#13;
Sutoro menghembuskan napas terakhirnya pada 1 Agustus 1998. Dia pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Giri Dharmoloyo, Magelang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
