<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapat Persetujuan Raja, Paetongtarn Shinawatra Disahkan Sebagai PM Baru Thailand</title><description>Paetongtarn Shinawatra terpilih sebagai perdana menteri termuda Thailand pada Jumat, (16/8/2024).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/18/18/3050958/dapat-persetujuan-raja-paetongtarn-shinawatra-disahkan-sebagai-pm-baru-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/18/18/3050958/dapat-persetujuan-raja-paetongtarn-shinawatra-disahkan-sebagai-pm-baru-thailand"/><item><title>Dapat Persetujuan Raja, Paetongtarn Shinawatra Disahkan Sebagai PM Baru Thailand</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/18/18/3050958/dapat-persetujuan-raja-paetongtarn-shinawatra-disahkan-sebagai-pm-baru-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/18/18/3050958/dapat-persetujuan-raja-paetongtarn-shinawatra-disahkan-sebagai-pm-baru-thailand</guid><pubDate>Minggu 18 Agustus 2024 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/18/18/3050958/perdana_menteri_terpilih_paetongtarn_shinawatra_dan_ayahnya_mantan_perdana_menteri_thaksin_shinawatra_menjelang_upacara_pengesahan_oleh_raja_thailand_di_bangkok-IaXm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Terpilih Paetongtarn Shinawatra dan ayahnya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menjelang upacara pengesahan oleh Raja Thailand di Bangkok, 18 Agustus 2024. (Foto: Reuters)   </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/18/18/3050958/perdana_menteri_terpilih_paetongtarn_shinawatra_dan_ayahnya_mantan_perdana_menteri_thaksin_shinawatra_menjelang_upacara_pengesahan_oleh_raja_thailand_di_bangkok-IaXm_large.jpg</image><title>Perdana Menteri Terpilih Paetongtarn Shinawatra dan ayahnya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menjelang upacara pengesahan oleh Raja Thailand di Bangkok, 18 Agustus 2024. (Foto: Reuters)   </title></images><description>BANGKOK - Paetongtarn Shinawatra disahkan sebagai perdana menteri oleh raja Thailand pada Minggu, (18/8/2024) dua hari setelah parlemen memilihnya. Pengesahan ini membuka jalan bagi Paetongtarn untuk membentuk kabinet dalam beberapa minggu mendatang.&#13;
&#13;
Paetongtarn, (37 tahun), menjadi perdana menteri termuda Thailand beberapa hari setelah sekutunya Srettha Thavisin diberhentikan sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi, lembaga peradilan yang menjadi pusat pergolakan politik Thailand selama dua dekade.&#13;
&#13;
Putri dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn menang dengan hampir dua pertiga suara dalam pemungutan suara DPR pada Jumat, (16/8/2024) untuk menjadi perdana menteri wanita kedua Thailand dan Shinawatra ketiga yang memangku jabatan tersebut, setelah Thaksin dan bibinya Yingluck Shinawatra. Persetujuan oleh Raja Maha Vajiralongkorn, yang merupakan formalitas, dibacakan oleh Sekretaris DPR Apat Sukhanand dalam sebuah upacara di Bangkok pada Minggu.&#13;
&#13;
Mengenakan seragam resmi, Paetongtarn berlutut untuk memberi penghormatan pada potret raja sebelum memberikan pidato singkat yang berisi ucapan terima kasih kepada raja dan wakil rakyat karena telah mendukungnya sebagai perdana menteri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai kepala cabang eksekutif, saya akan melaksanakan tugas saya bersama para legislator dengan hati terbuka,&amp;quot; katanya, sebagaimana dilansir Reuters. &amp;quot;Saya akan mendengarkan semua pendapat sehingga bersama-sama kita dapat memajukan negara ini dengan stabilitas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Paetongtarn, yang sebelumnya tidak pernah menjabat di pemerintahan, menghadapi berbagai tantangan di berbagai bidang, dengan ekonomi yang terpuruk dan popularitas partainya, Pheu Thai, yang merosot, karena belum melaksanakan program pemberian uang tunai dompet digital andalannya senilai 500 miliar baht.&#13;
&#13;
Setelah menerima dukungan kerajaan, Paetongtarn memeluk ayahnya, Thaksin, dan anggota keluarga lainnya. Dalam konferensi pers pertamanya, Paetongtarn mengatakan bahwa ia akan melanjutkan semua kebijakan pendahulunya, Srettha, termasuk stimulus dan reformasi ekonomi &amp;quot;utama&amp;quot;, menangani narkoba ilegal, meningkatkan sistem perawatan kesehatan universal negara tersebut, dan mempromosikan keberagaman gender.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan pemerintah tidak akan menghentikan kebijakan dompet digital andalannya, tetapi akan berusaha untuk &amp;quot;mempelajari dan mendengarkan opsi tambahan&amp;quot; guna memastikan skema tersebut bertanggung jawab secara fiskal.&#13;
&#13;
Paetongtarn mengatakan ia tidak berencana untuk mengangkat ayahnya, Thaksin, ke posisi pemerintahan mana pun, tetapi akan meminta nasihatnya. Dia mengatakan rincian kebijakan pemerintahannya akan disampaikan ke parlemen bulan depan.&#13;
&#13;
Jatuhnya pendahulunya, Srettha, setelah kurang dari setahun menjabat merupakan pengingat akan risiko bagi Paetongtarn dengan Thailand yang terjebak dalam siklus kudeta dan putusan pengadilan yang telah membubarkan partai politik dan menggulingkan banyak pemerintahan dan perdana menteri.&#13;
&#13;
Pergolakan beberapa hari terakhir menunjukkan kegagalan gencatan senjata yang rapuh antara Thaksin dan para pesaingnya di kubu royalis, yang memungkinkan taipan itu kembali secara dramatis dari pengasingan diri selama 15 tahun pada 2023 dan sekutunya Srettha menjadi perdana menteri pada hari yang sama.&#13;
&#13;
Lebih dari seminggu yang lalu, pengadilan yang memberhentikan Srettha karena penunjukan kabinet membubarkan Partai Move Forward yang anti kemapanan - pemenang pemilihan umum 2023 - karena kampanye untuk mengubah undang-undang penghinaan kerajaan yang menurut pengadilan berisiko merusak monarki konstitusional.&#13;
&#13;
Oposisi yang sangat populer, penantang terbesar Pheu Thai, sejak itu berkumpul kembali di bawah kendaraan baru, Partai Rakyat.&#13;
</description><content:encoded>BANGKOK - Paetongtarn Shinawatra disahkan sebagai perdana menteri oleh raja Thailand pada Minggu, (18/8/2024) dua hari setelah parlemen memilihnya. Pengesahan ini membuka jalan bagi Paetongtarn untuk membentuk kabinet dalam beberapa minggu mendatang.&#13;
&#13;
Paetongtarn, (37 tahun), menjadi perdana menteri termuda Thailand beberapa hari setelah sekutunya Srettha Thavisin diberhentikan sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi, lembaga peradilan yang menjadi pusat pergolakan politik Thailand selama dua dekade.&#13;
&#13;
Putri dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn menang dengan hampir dua pertiga suara dalam pemungutan suara DPR pada Jumat, (16/8/2024) untuk menjadi perdana menteri wanita kedua Thailand dan Shinawatra ketiga yang memangku jabatan tersebut, setelah Thaksin dan bibinya Yingluck Shinawatra. Persetujuan oleh Raja Maha Vajiralongkorn, yang merupakan formalitas, dibacakan oleh Sekretaris DPR Apat Sukhanand dalam sebuah upacara di Bangkok pada Minggu.&#13;
&#13;
Mengenakan seragam resmi, Paetongtarn berlutut untuk memberi penghormatan pada potret raja sebelum memberikan pidato singkat yang berisi ucapan terima kasih kepada raja dan wakil rakyat karena telah mendukungnya sebagai perdana menteri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai kepala cabang eksekutif, saya akan melaksanakan tugas saya bersama para legislator dengan hati terbuka,&amp;quot; katanya, sebagaimana dilansir Reuters. &amp;quot;Saya akan mendengarkan semua pendapat sehingga bersama-sama kita dapat memajukan negara ini dengan stabilitas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Paetongtarn, yang sebelumnya tidak pernah menjabat di pemerintahan, menghadapi berbagai tantangan di berbagai bidang, dengan ekonomi yang terpuruk dan popularitas partainya, Pheu Thai, yang merosot, karena belum melaksanakan program pemberian uang tunai dompet digital andalannya senilai 500 miliar baht.&#13;
&#13;
Setelah menerima dukungan kerajaan, Paetongtarn memeluk ayahnya, Thaksin, dan anggota keluarga lainnya. Dalam konferensi pers pertamanya, Paetongtarn mengatakan bahwa ia akan melanjutkan semua kebijakan pendahulunya, Srettha, termasuk stimulus dan reformasi ekonomi &amp;quot;utama&amp;quot;, menangani narkoba ilegal, meningkatkan sistem perawatan kesehatan universal negara tersebut, dan mempromosikan keberagaman gender.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan pemerintah tidak akan menghentikan kebijakan dompet digital andalannya, tetapi akan berusaha untuk &amp;quot;mempelajari dan mendengarkan opsi tambahan&amp;quot; guna memastikan skema tersebut bertanggung jawab secara fiskal.&#13;
&#13;
Paetongtarn mengatakan ia tidak berencana untuk mengangkat ayahnya, Thaksin, ke posisi pemerintahan mana pun, tetapi akan meminta nasihatnya. Dia mengatakan rincian kebijakan pemerintahannya akan disampaikan ke parlemen bulan depan.&#13;
&#13;
Jatuhnya pendahulunya, Srettha, setelah kurang dari setahun menjabat merupakan pengingat akan risiko bagi Paetongtarn dengan Thailand yang terjebak dalam siklus kudeta dan putusan pengadilan yang telah membubarkan partai politik dan menggulingkan banyak pemerintahan dan perdana menteri.&#13;
&#13;
Pergolakan beberapa hari terakhir menunjukkan kegagalan gencatan senjata yang rapuh antara Thaksin dan para pesaingnya di kubu royalis, yang memungkinkan taipan itu kembali secara dramatis dari pengasingan diri selama 15 tahun pada 2023 dan sekutunya Srettha menjadi perdana menteri pada hari yang sama.&#13;
&#13;
Lebih dari seminggu yang lalu, pengadilan yang memberhentikan Srettha karena penunjukan kabinet membubarkan Partai Move Forward yang anti kemapanan - pemenang pemilihan umum 2023 - karena kampanye untuk mengubah undang-undang penghinaan kerajaan yang menurut pengadilan berisiko merusak monarki konstitusional.&#13;
&#13;
Oposisi yang sangat populer, penantang terbesar Pheu Thai, sejak itu berkumpul kembali di bawah kendaraan baru, Partai Rakyat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
