<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Marapi Erupsi, Dentuman hingga Getaran Dirasakan Warga</title><description>Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, siang ini kembali meletus dengan mengeluarkan dentuman keras dan menyemburkan abu vulkanik, namun tidak teramati ketinggian dari puncak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/21/340/3052337/gunung-marapi-erupsi-dentuman-hingga-getaran-dirasakan-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/21/340/3052337/gunung-marapi-erupsi-dentuman-hingga-getaran-dirasakan-warga"/><item><title>Gunung Marapi Erupsi, Dentuman hingga Getaran Dirasakan Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/21/340/3052337/gunung-marapi-erupsi-dentuman-hingga-getaran-dirasakan-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/21/340/3052337/gunung-marapi-erupsi-dentuman-hingga-getaran-dirasakan-warga</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2024 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/21/340/3052337/gunung_marapi_erupsi-er39_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Marapi Erupsi (foto dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/21/340/3052337/gunung_marapi_erupsi-er39_large.jpg</image><title>Gunung Marapi Erupsi (foto dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
PADANG - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, siang ini kembali meletus dengan mengeluarkan dentuman keras dan menyemburkan abu vulkanik, namun tidak teramati ketinggian dari puncak.&#13;
&#13;
Berdasarkan data dari Pengamat Gunung Api di Bukittinggi, erupsi terjadi sekira pukul 12.40 WIB, tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati karena tertutup awan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi lebih 48 detik,&amp;rdquo; tulisnya dalam grup medsos, Rabu (21/8/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari beberapa titik, pengakuan warga di sekitar kaki Gunung Marapi tersebut, terdengar suara dentuman keras. Namun beberapa titik tertutup awan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada terdengar dentuman dan getaran sampai kita rasakan,&amp;rdquo; ujar Anto salah satu warga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara Nagari Bukik Batabuah Firdaus Putra Tunggal mengatakan kondisi gunung tertutup kabut, dentuman dan getaran sampai ke radius 8,5 kilometer dari kawah verbek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengambil video dari halaman kantor wali nagari Bukik Batabuah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
PADANG - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, siang ini kembali meletus dengan mengeluarkan dentuman keras dan menyemburkan abu vulkanik, namun tidak teramati ketinggian dari puncak.&#13;
&#13;
Berdasarkan data dari Pengamat Gunung Api di Bukittinggi, erupsi terjadi sekira pukul 12.40 WIB, tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati karena tertutup awan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi lebih 48 detik,&amp;rdquo; tulisnya dalam grup medsos, Rabu (21/8/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari beberapa titik, pengakuan warga di sekitar kaki Gunung Marapi tersebut, terdengar suara dentuman keras. Namun beberapa titik tertutup awan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada terdengar dentuman dan getaran sampai kita rasakan,&amp;rdquo; ujar Anto salah satu warga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara Nagari Bukik Batabuah Firdaus Putra Tunggal mengatakan kondisi gunung tertutup kabut, dentuman dan getaran sampai ke radius 8,5 kilometer dari kawah verbek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengambil video dari halaman kantor wali nagari Bukik Batabuah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
