<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU Berterima Kasih ke Jokowi karena Bisa Bisnis Tambang dan Siap Investasi di IKN</title><description>Hal itu disampaikan Gus Yahya saat bertemu Presiden Jokowi di Istana.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052853/pbnu-berterima-kasih-ke-jokowi-karena-bisa-bisnis-tambang-dan-siap-investasi-di-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052853/pbnu-berterima-kasih-ke-jokowi-karena-bisa-bisnis-tambang-dan-siap-investasi-di-ikn"/><item><title>PBNU Berterima Kasih ke Jokowi karena Bisa Bisnis Tambang dan Siap Investasi di IKN</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052853/pbnu-berterima-kasih-ke-jokowi-karena-bisa-bisnis-tambang-dan-siap-investasi-di-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052853/pbnu-berterima-kasih-ke-jokowi-karena-bisa-bisnis-tambang-dan-siap-investasi-di-ikn</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2024 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/22/337/3052853/ketum_pbnu_yahya_cholil_staquf-n6Gb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (Okezone.com/Raka)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/22/337/3052853/ketum_pbnu_yahya_cholil_staquf-n6Gb_large.jpg</image><title>Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (Okezone.com/Raka)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berterima kasih ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena segera bisa menjalankan bisnis pertambangan.&amp;nbsp;PBNU juga akan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Gus Yahya saat bertemu langsung Presiden Jokowi&amp;nbsp;di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/8/2024). Yahya didampingi&amp;nbsp;Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.&#13;
&#13;
Gus Yahya menyampaikan terima kasih kepada Jokowi karena sudah memberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke PBNU sehingga ormas Islam terbesar di Indonesia ini bisa menjalankan bisnis tambang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sampaikan terima kasih kepada presiden yang telah memberikan konsesi sampai dengan terbitnya IUP, sehingga kami sekarang siap untuk segera mengerjakan usaha pertambangan di lokasi yang sudah ditentukan,&amp;quot; kata Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai bertemu Jokowi.&#13;
&#13;
Selain itu, Gus Yahya bersama dengan&amp;nbsp;Gus Ipul dan Miftachul Akhyar menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di IKN. &amp;quot;Kami juga sampaikan kepada bapak presiden bahwa kami ingin juga ikut berinvestasi di IKN,&amp;quot; kata Gus Yahya.&#13;
&#13;
Gus Yahya menjelaskan bahwa pihaknya bakal membeli tanah sekitar 100 hektare untuk dibangun fasilitas keorganisasian PBNU dan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti insyaallah kami ingin membeli tanah di IKN itu, ya mudah-mudahan bisa sampai 100 hektare misalnya, untuk kemudian kami gunakan untuk membangun sejumlah fasilitas untuk organisasi dan juga fasilitas-fasilitas pendidikan, kesehatan, fasilitas keagamaan dan lain-lain Insya Allah,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Presiden Jokowi, katanya, merestui hal tersebut. Maka dari itu, lanjutnya, PBNU akan mengambil langkah-langkah dan berkomunikasi dengan otorita IKN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu yang tadi kami bicarakan dengan bapak presiden, ada sejumlah saran-saran beliau mengenai lokasi yang bagus untuk bisa dibeli oleh NU di IKN. Kemudian fasilitas-fasilitas apa yang mungkin bisa dibangun oleh NU di IKN&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berterima kasih ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena segera bisa menjalankan bisnis pertambangan.&amp;nbsp;PBNU juga akan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Gus Yahya saat bertemu langsung Presiden Jokowi&amp;nbsp;di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/8/2024). Yahya didampingi&amp;nbsp;Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.&#13;
&#13;
Gus Yahya menyampaikan terima kasih kepada Jokowi karena sudah memberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke PBNU sehingga ormas Islam terbesar di Indonesia ini bisa menjalankan bisnis tambang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sampaikan terima kasih kepada presiden yang telah memberikan konsesi sampai dengan terbitnya IUP, sehingga kami sekarang siap untuk segera mengerjakan usaha pertambangan di lokasi yang sudah ditentukan,&amp;quot; kata Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai bertemu Jokowi.&#13;
&#13;
Selain itu, Gus Yahya bersama dengan&amp;nbsp;Gus Ipul dan Miftachul Akhyar menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di IKN. &amp;quot;Kami juga sampaikan kepada bapak presiden bahwa kami ingin juga ikut berinvestasi di IKN,&amp;quot; kata Gus Yahya.&#13;
&#13;
Gus Yahya menjelaskan bahwa pihaknya bakal membeli tanah sekitar 100 hektare untuk dibangun fasilitas keorganisasian PBNU dan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti insyaallah kami ingin membeli tanah di IKN itu, ya mudah-mudahan bisa sampai 100 hektare misalnya, untuk kemudian kami gunakan untuk membangun sejumlah fasilitas untuk organisasi dan juga fasilitas-fasilitas pendidikan, kesehatan, fasilitas keagamaan dan lain-lain Insya Allah,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Presiden Jokowi, katanya, merestui hal tersebut. Maka dari itu, lanjutnya, PBNU akan mengambil langkah-langkah dan berkomunikasi dengan otorita IKN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu yang tadi kami bicarakan dengan bapak presiden, ada sejumlah saran-saran beliau mengenai lokasi yang bagus untuk bisa dibeli oleh NU di IKN. Kemudian fasilitas-fasilitas apa yang mungkin bisa dibangun oleh NU di IKN&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
