<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Hingga 27 Agustus RUU Pilkada Batal Disahkan, Pilkada 2024 Akan Gunakan Putusan MK</title><description>Hal ini ditegaskan Dasco saat disinggung apabila draf rancangan undang-undang tentang Pilkada tak kunjung disahkan di dalam rapat paripurna DPR.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052868/jika-hingga-27-agustus-ruu-pilkada-batal-disahkan-pilkada-2024-akan-gunakan-putusan-mk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052868/jika-hingga-27-agustus-ruu-pilkada-batal-disahkan-pilkada-2024-akan-gunakan-putusan-mk"/><item><title>Jika Hingga 27 Agustus RUU Pilkada Batal Disahkan, Pilkada 2024 Akan Gunakan Putusan MK</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052868/jika-hingga-27-agustus-ruu-pilkada-batal-disahkan-pilkada-2024-akan-gunakan-putusan-mk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/22/337/3052868/jika-hingga-27-agustus-ruu-pilkada-batal-disahkan-pilkada-2024-akan-gunakan-putusan-mk</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/22/337/3052868/sufmi_dasco_ahmad-dSvJ_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sufmi Dasco Ahmad </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/22/337/3052868/sufmi_dasco_ahmad-dSvJ_large.JPG</image><title>Sufmi Dasco Ahmad </title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa pihaknya akan mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyangkut Pilkada serentak 2024.&#13;
&#13;
Hal ini ditegaskan Dasco saat disinggung apabila draf rancangan undang-undang tentang Pilkada tak kunjung disahkan di dalam rapat paripurna DPR.&#13;
&#13;
Mulanya, Dasco menjelaskan bahwa DPR sebagai pembuat undang-undang memiliki hak untuk memproduksi revisi menjadi undang-undang yang baru.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah seandainya dalam waktu pendaftaran itu undang-undang yang baru belum, ya berarti kan kita ikut keputusan yang terakhir, keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Kan itu jelas,&amp;quot; kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2024).&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia belum mengetahui apakah rapat paripurna dengan agenda pengeshaan revisi UU Pilkada ini akan dilanjutkan. Menurutnya, perlu forum rapat pimpinan (Rapim) dan Badan Musyawarah (Bamus) terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk kemudian prosesnya apakah lanjut atau tidak lanjut itu harus mekanisme yang ada di DPR. Kita harus rapim lagi harus bamus lagi dan menyesuaikan hari paripurna di DPR,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa pihaknya akan mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyangkut Pilkada serentak 2024.&#13;
&#13;
Hal ini ditegaskan Dasco saat disinggung apabila draf rancangan undang-undang tentang Pilkada tak kunjung disahkan di dalam rapat paripurna DPR.&#13;
&#13;
Mulanya, Dasco menjelaskan bahwa DPR sebagai pembuat undang-undang memiliki hak untuk memproduksi revisi menjadi undang-undang yang baru.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah seandainya dalam waktu pendaftaran itu undang-undang yang baru belum, ya berarti kan kita ikut keputusan yang terakhir, keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Kan itu jelas,&amp;quot; kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2024).&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia belum mengetahui apakah rapat paripurna dengan agenda pengeshaan revisi UU Pilkada ini akan dilanjutkan. Menurutnya, perlu forum rapat pimpinan (Rapim) dan Badan Musyawarah (Bamus) terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk kemudian prosesnya apakah lanjut atau tidak lanjut itu harus mekanisme yang ada di DPR. Kita harus rapim lagi harus bamus lagi dan menyesuaikan hari paripurna di DPR,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
