<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UNRWA: Staf PBB dan Warga Sipil Terdesak ke Wilayah Gaza yang Semakin Sempit</title><description>Dia memperingatkan bahwa baik staf PBB maupun warga sipil Palestina semakin terdesak ke beberapa wilayah yang tidak aman.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/27/18/3055127/unrwa-staf-pbb-dan-warga-sipil-terdesak-ke-wilayah-gaza-yang-semakin-sempit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/27/18/3055127/unrwa-staf-pbb-dan-warga-sipil-terdesak-ke-wilayah-gaza-yang-semakin-sempit"/><item><title>UNRWA: Staf PBB dan Warga Sipil Terdesak ke Wilayah Gaza yang Semakin Sempit</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/27/18/3055127/unrwa-staf-pbb-dan-warga-sipil-terdesak-ke-wilayah-gaza-yang-semakin-sempit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/27/18/3055127/unrwa-staf-pbb-dan-warga-sipil-terdesak-ke-wilayah-gaza-yang-semakin-sempit</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2024 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/27/18/3055127/gaza-7Ydj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Gaza terus terpojok ke wilayah yang semakin sempit akibat serangan Israel (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/27/18/3055127/gaza-7Ydj_large.jpg</image><title>Warga Gaza terus terpojok ke wilayah yang semakin sempit akibat serangan Israel (Foto: AP)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Warga Gaza terus terpojok ke wilayah yang semakin sempit akibat serangan Israel. Sam Rose, wakil direktur lapangan senior untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)&amp;nbsp;untuk pengungsi Palestina atau Unrwa&amp;nbsp;yang berada di Deir al-Balah.&#13;
&#13;
Dia memperingatkan bahwa baik staf PBB maupun warga sipil Palestina semakin terdesak ke beberapa wilayah yang tidak aman. &amp;quot;Zona kemanusiaan yang dideklarasikan oleh Israel telah menyusut. Sekarang menjadi sekitar 11% dari seluruh Jalur Gaza,&amp;quot; katanya kepada wartawan di New York melalui tautan video.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan hanya 11% lahan yang layak huni, layak untuk layanan, layak untuk kehidupan. Ini adalah bukit pasir, ini adalah wilayah yang padat, tempat orang-orang hidup berdesakan, melakukan apa pun yang mereka bisa untuk bertahan hidup,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Justru dalam keadaan seperti ini polio baru-baru ini muncul kembali di Gaza, dengan jumlah kasus yang sedikit. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak kekurangan gizi. Sektor perawatan kesehatan yang hancur. Air dan sanitasi yang sangat buruk. Orang-orang hidup di tengah sampah, di tengah danau limbah. Mereka stres, cemas, sistem kekebalan tubuh mereka tertekan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
PBB mengatakan perintah baru yang dikeluarkan pada Minggu (25/8/2024) yang mencakup satu blok di selatan kota tersebut telah memengaruhi 15 tempat PBB dan LSM, serta empat gudang PBB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak dapat melakukan tugas hari ini dengan kondisi yang kami hadapi,&amp;quot; kata pejabat senior PBB pada Senin (26/8/2024) .&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai pagi ini, kami tidak beroperasi di Gaza,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Namun, staf PBB telah diinstruksikan untuk mencari solusi agar operasi dapat dilanjutkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak pergi karena orang-orang membutuhkan kami di sana,&amp;quot; kata pejabat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencoba menyeimbangkan kebutuhan penduduk dengan kebutuhan akan keselamatan dan keamanan personel PBB,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Warga Gaza terus terpojok ke wilayah yang semakin sempit akibat serangan Israel. Sam Rose, wakil direktur lapangan senior untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)&amp;nbsp;untuk pengungsi Palestina atau Unrwa&amp;nbsp;yang berada di Deir al-Balah.&#13;
&#13;
Dia memperingatkan bahwa baik staf PBB maupun warga sipil Palestina semakin terdesak ke beberapa wilayah yang tidak aman. &amp;quot;Zona kemanusiaan yang dideklarasikan oleh Israel telah menyusut. Sekarang menjadi sekitar 11% dari seluruh Jalur Gaza,&amp;quot; katanya kepada wartawan di New York melalui tautan video.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan hanya 11% lahan yang layak huni, layak untuk layanan, layak untuk kehidupan. Ini adalah bukit pasir, ini adalah wilayah yang padat, tempat orang-orang hidup berdesakan, melakukan apa pun yang mereka bisa untuk bertahan hidup,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Justru dalam keadaan seperti ini polio baru-baru ini muncul kembali di Gaza, dengan jumlah kasus yang sedikit. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak kekurangan gizi. Sektor perawatan kesehatan yang hancur. Air dan sanitasi yang sangat buruk. Orang-orang hidup di tengah sampah, di tengah danau limbah. Mereka stres, cemas, sistem kekebalan tubuh mereka tertekan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
PBB mengatakan perintah baru yang dikeluarkan pada Minggu (25/8/2024) yang mencakup satu blok di selatan kota tersebut telah memengaruhi 15 tempat PBB dan LSM, serta empat gudang PBB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak dapat melakukan tugas hari ini dengan kondisi yang kami hadapi,&amp;quot; kata pejabat senior PBB pada Senin (26/8/2024) .&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai pagi ini, kami tidak beroperasi di Gaza,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Namun, staf PBB telah diinstruksikan untuk mencari solusi agar operasi dapat dilanjutkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak pergi karena orang-orang membutuhkan kami di sana,&amp;quot; kata pejabat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencoba menyeimbangkan kebutuhan penduduk dengan kebutuhan akan keselamatan dan keamanan personel PBB,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
