<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Penemuan Mayat Terapung di Sungai Gegerkan Warga Desa di Manggarai NTT</title><description>Penemuan sesosok mayat terapung di sungai menggegerkan warga Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai NTT.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/27/340/3054728/kronologi-penemuan-mayat-terapung-di-sungai-gegerkan-warga-desa-di-manggarai-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/27/340/3054728/kronologi-penemuan-mayat-terapung-di-sungai-gegerkan-warga-desa-di-manggarai-ntt"/><item><title>Kronologi Penemuan Mayat Terapung di Sungai Gegerkan Warga Desa di Manggarai NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/27/340/3054728/kronologi-penemuan-mayat-terapung-di-sungai-gegerkan-warga-desa-di-manggarai-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/27/340/3054728/kronologi-penemuan-mayat-terapung-di-sungai-gegerkan-warga-desa-di-manggarai-ntt</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2024 06:36 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/27/340/3054728/penemuan_mayat-ac3w_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penemuan mayat. (Foto: Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/27/340/3054728/penemuan_mayat-ac3w_large.jpg</image><title>Penemuan mayat. (Foto: Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>MANGGARAI - Penemuan sesosok mayat terapung di sungai menggegerkan warga Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).&amp;nbsp; Korban diketahui bernama Thomas Lame (72), seorang pria lanjut usia asal Desa Langkas.&#13;
&#13;
Warga menemukan jasad korban&amp;nbsp;terapung di Sungai Wae Naong, Minggu (25/8/2024) sekitar pukul 12.30 Wita.&amp;nbsp;Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Robbyanli Dewa Putra mengungkapkan, pihaknya telah turun ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami hubungi rekan kita di Polsek Cibal untuk melakukan identifikasi bersama Unit Identifikasi (Polres Manggarai) di lapangan dan langsung olah TKP untuk mengetahui apakah ada indikasi tindak pidana,&amp;quot; ungkap Iptu Robby, Senin (26/8/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Iptu Robby menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang saat itu sedang mencari udang di sungai tersebut. Karena kaget, warga yang menemukannya itu tidak berani mendekat.&#13;
&#13;
Warga tersebut segera bergegas memberitahu warga lain yang kemudian bersama-sama datang mengidentifikasi sosok temuan itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisinya kemarin itu dia sementara telungkup, kemudian ditemukan warga sekitar yang sedang mencari udang,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para saksi lalu memberi tahu pihak keluarga korban dan juga melaporkannya ke pemerintah desa setempat, lalu lanjut melaporkan ke pihak kepolisian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kematian korban sebagai musibah. Sebelumnya, polisi telah berupaya menelusuri bukti-bukti apakah ada indikasi perbuatan pidana atau tidak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin hasilnya nihil. Tidak ada bukti petunjuk yang mengarah ke tindak pidana begitu. Kalau ada, kita bisa gelar perkara untuk dalami lebih lanjut,&amp;quot; ujar Iptu Robby.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga sudah tanyakan ke pihak keluarga. Mereka mengatakan bahwa selama ini korban tidak ada permasalahan dengan siapa-siapa. Jadi, keluarga korban, kemarin itu anak kandungnya, menerima ini sebagai musibah,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>MANGGARAI - Penemuan sesosok mayat terapung di sungai menggegerkan warga Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).&amp;nbsp; Korban diketahui bernama Thomas Lame (72), seorang pria lanjut usia asal Desa Langkas.&#13;
&#13;
Warga menemukan jasad korban&amp;nbsp;terapung di Sungai Wae Naong, Minggu (25/8/2024) sekitar pukul 12.30 Wita.&amp;nbsp;Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Robbyanli Dewa Putra mengungkapkan, pihaknya telah turun ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami hubungi rekan kita di Polsek Cibal untuk melakukan identifikasi bersama Unit Identifikasi (Polres Manggarai) di lapangan dan langsung olah TKP untuk mengetahui apakah ada indikasi tindak pidana,&amp;quot; ungkap Iptu Robby, Senin (26/8/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Iptu Robby menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang saat itu sedang mencari udang di sungai tersebut. Karena kaget, warga yang menemukannya itu tidak berani mendekat.&#13;
&#13;
Warga tersebut segera bergegas memberitahu warga lain yang kemudian bersama-sama datang mengidentifikasi sosok temuan itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisinya kemarin itu dia sementara telungkup, kemudian ditemukan warga sekitar yang sedang mencari udang,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para saksi lalu memberi tahu pihak keluarga korban dan juga melaporkannya ke pemerintah desa setempat, lalu lanjut melaporkan ke pihak kepolisian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kematian korban sebagai musibah. Sebelumnya, polisi telah berupaya menelusuri bukti-bukti apakah ada indikasi perbuatan pidana atau tidak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin hasilnya nihil. Tidak ada bukti petunjuk yang mengarah ke tindak pidana begitu. Kalau ada, kita bisa gelar perkara untuk dalami lebih lanjut,&amp;quot; ujar Iptu Robby.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga sudah tanyakan ke pihak keluarga. Mereka mengatakan bahwa selama ini korban tidak ada permasalahan dengan siapa-siapa. Jadi, keluarga korban, kemarin itu anak kandungnya, menerima ini sebagai musibah,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
