<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ray Rangkuti Bingung Mengapa PDIP Usung Pramono Anung: Sulit Diterima Warga</title><description>PDIP dikabarkan telah mengusung pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub DKI Jakarta 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/28/337/3055248/ray-rangkuti-bingung-mengapa-pdip-usung-pramono-anung-sulit-diterima-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/28/337/3055248/ray-rangkuti-bingung-mengapa-pdip-usung-pramono-anung-sulit-diterima-warga"/><item><title>Ray Rangkuti Bingung Mengapa PDIP Usung Pramono Anung: Sulit Diterima Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/28/337/3055248/ray-rangkuti-bingung-mengapa-pdip-usung-pramono-anung-sulit-diterima-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/28/337/3055248/ray-rangkuti-bingung-mengapa-pdip-usung-pramono-anung-sulit-diterima-warga</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2024 04:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/28/337/3055248/ilustrasi-hEXk_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/28/337/3055248/ilustrasi-hEXk_large.jpeg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan telah mengusung pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub DKI Jakarta 2024.&#13;
&#13;
Kabar Pramono-Rano ini mencuat usai tak ada nama Anies diumumkan oleh PDIP saat pengumuman cakada gelombang di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (26/8/2024).&#13;
&#13;
Pengamat politik Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti menyoroti hal tersebut. Dia mengatakan jika strategi ini seharusnya dihindari PDIP.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini pilihan yang mestinya dihindari, bukan dipadukan. Menempatkan Pramono di Jakarta, sama dengan menempatkan orang yang sama sekali tidak dikenal oleh warga Jakarta,&amp;quot; kata Ray Rangkuti kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (27/8/2024).&#13;
&#13;
Bukan tanpa alasan, Ray menilai warga Jakarta akan memilih calon gubernur yang punya ikatan khusus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Jakarta bukanlah pemilih manut. Tanpa ada hubungan yang mengikat mereka secara rasional, pun emosional, akan sulit diterima warga,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Ray pun menyayangkan nama Rano Karno hanya sebagaj wakil dalam perebutan kursi DKI 1.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rano, tentu saja, punya ikatan khusus dengan warga Jakarta. Khususnya etnis Betawi. Beliau juga pernah menjadi wakil gubernur Banten. Yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari Jakarta,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Uniknya, yang dekat dengan warga Jakarta malah ditempatkan sebagai cawagub. Bukan cagub,&amp;quot; ujar Ray.&#13;
&#13;
Ray lalu penasaran dengan strategi politik PDIP yang kini masih memilih untuk menjadi oposisi.&#13;
&#13;
Dia khawatir, hal ini menjadi kesalahan fatal bagi partai berlambang Banteng itu dalam menyiasati Pilkada 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Entah strategi apa yang tengah dilakukan para elit PDIP. Sebab, secara elektabilitas, keduanya sudah jauh ditinggalkan oleh Ridwan Kamil atau Suswono. Ridwan Kamil-Suswono, kemungkinan sudah mendekati angka 20 persen. Pramono- Rano bahkan baru akan memulai,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan telah mengusung pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub DKI Jakarta 2024.&#13;
&#13;
Kabar Pramono-Rano ini mencuat usai tak ada nama Anies diumumkan oleh PDIP saat pengumuman cakada gelombang di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (26/8/2024).&#13;
&#13;
Pengamat politik Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti menyoroti hal tersebut. Dia mengatakan jika strategi ini seharusnya dihindari PDIP.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini pilihan yang mestinya dihindari, bukan dipadukan. Menempatkan Pramono di Jakarta, sama dengan menempatkan orang yang sama sekali tidak dikenal oleh warga Jakarta,&amp;quot; kata Ray Rangkuti kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (27/8/2024).&#13;
&#13;
Bukan tanpa alasan, Ray menilai warga Jakarta akan memilih calon gubernur yang punya ikatan khusus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Warga Jakarta bukanlah pemilih manut. Tanpa ada hubungan yang mengikat mereka secara rasional, pun emosional, akan sulit diterima warga,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Ray pun menyayangkan nama Rano Karno hanya sebagaj wakil dalam perebutan kursi DKI 1.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rano, tentu saja, punya ikatan khusus dengan warga Jakarta. Khususnya etnis Betawi. Beliau juga pernah menjadi wakil gubernur Banten. Yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari Jakarta,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Uniknya, yang dekat dengan warga Jakarta malah ditempatkan sebagai cawagub. Bukan cagub,&amp;quot; ujar Ray.&#13;
&#13;
Ray lalu penasaran dengan strategi politik PDIP yang kini masih memilih untuk menjadi oposisi.&#13;
&#13;
Dia khawatir, hal ini menjadi kesalahan fatal bagi partai berlambang Banteng itu dalam menyiasati Pilkada 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Entah strategi apa yang tengah dilakukan para elit PDIP. Sebab, secara elektabilitas, keduanya sudah jauh ditinggalkan oleh Ridwan Kamil atau Suswono. Ridwan Kamil-Suswono, kemungkinan sudah mendekati angka 20 persen. Pramono- Rano bahkan baru akan memulai,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
