<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intelijen AS: Rusia Hadapi Pertarungan Sulit Merebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Ukraina</title><description>Pasukan Ukraina menerobos perbatasan barat Rusia ke wilayah Kursk pada tanggal 6 Agustus dalam sebuah serangan mendadak yang masih berlangsung.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/29/18/3055987/intelijen-as-rusia-hadapi-pertarungan-sulit-merebut-kembali-wilayah-yang-dikuasai-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/29/18/3055987/intelijen-as-rusia-hadapi-pertarungan-sulit-merebut-kembali-wilayah-yang-dikuasai-ukraina"/><item><title>Intelijen AS: Rusia Hadapi Pertarungan Sulit Merebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/29/18/3055987/intelijen-as-rusia-hadapi-pertarungan-sulit-merebut-kembali-wilayah-yang-dikuasai-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/29/18/3055987/intelijen-as-rusia-hadapi-pertarungan-sulit-merebut-kembali-wilayah-yang-dikuasai-ukraina</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2024 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/29/18/3055987/rusia-xKyw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertarungan antara Rusia dan Ukraina diperkirakan akan semakin sengit (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/29/18/3055987/rusia-xKyw_large.jpg</image><title>Pertarungan antara Rusia dan Ukraina diperkirakan akan semakin sengit (Foto: AP)</title></images><description>BETHESDA &amp;ndash; Pertarungan antara Rusia dan Ukraina diperkirakan akan semakin sengit. Wakil Direktur CIA David Cohen pada Rabu (28/8/2024) mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan melancarkan serangan balasan untuk mencoba merebut kembali wilayah di Kursk yang direbut oleh pasukan Ukraina. Namun pasukan Rusia akan menghadapi pertarungan sulit.&#13;
&#13;
Cohen mengatakan pada sebuah konferensi industri keamanan nasional bahwa signifikansi serangan Ukraina, yang telah menguasai sekitar 300 mil persegi (777 km persegi) provinsi Rusia, masih harus dilihat.&#13;
&#13;
Pasukan Ukraina menerobos perbatasan barat Rusia ke wilayah Kursk pada tanggal 6 Agustus dalam sebuah serangan mendadak yang masih berlangsung.&#13;
&#13;
Sementara Kyiv mengatakan tidak berniat mencaplok wilayah yang telah direbutnya, pasukan Ukraina sedang membangun garis pertahanan dan tampaknya mereka berniat untuk mempertahankan sebagian wilayah itu untuk beberapa waktu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita dapat yakin bahwa Putin akan melancarkan serangan balik untuk mencoba merebut kembali wilayah itu,&amp;quot; kata Cohen pada KTT Intelijen dan Keamanan Nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira harapan kami adalah bahwa itu akan menjadi pertarungan yang sulit bagi Rusia,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurut dia, Putin tidak hanya harus menghadapi kenyataan bahwa sekarang ada garis depan di wilayah Rusia yang harus dihadapinya.&#13;
&#13;
Dia juga harus menghadapi dampak di masyarakatnya sendiri bahwa mereka telah kehilangan sebagian wilayah Rusia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keberhasilan Ukraina di Kursk berpotensi mengubah dinamika konflik sedikit demi sedikit ke depannya,&amp;rdquo; lanjutnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Ukraina telah mengklaim telah merebut 100 permukiman dalam penyerbuannya ke wilayah Kursk Rusia, sedangkan pasukan Rusia terus bergerak maju di wilayah Donetsk timur.&#13;
&#13;
Cohen mengatakan bahwa Rusia telah memperoleh keuntungan tersebut dengan biaya yang luar biasa dalam hal pasukan dan peralatan. Termasuk mungkin atau tidak merebut kota pusat logistik utama Ukraina, Pokrovsk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun pada akhirnya, tidak satu pun dari hal tersebut yang mengubah permainan dalam arti strategis bagi Rusia,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>BETHESDA &amp;ndash; Pertarungan antara Rusia dan Ukraina diperkirakan akan semakin sengit. Wakil Direktur CIA David Cohen pada Rabu (28/8/2024) mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan melancarkan serangan balasan untuk mencoba merebut kembali wilayah di Kursk yang direbut oleh pasukan Ukraina. Namun pasukan Rusia akan menghadapi pertarungan sulit.&#13;
&#13;
Cohen mengatakan pada sebuah konferensi industri keamanan nasional bahwa signifikansi serangan Ukraina, yang telah menguasai sekitar 300 mil persegi (777 km persegi) provinsi Rusia, masih harus dilihat.&#13;
&#13;
Pasukan Ukraina menerobos perbatasan barat Rusia ke wilayah Kursk pada tanggal 6 Agustus dalam sebuah serangan mendadak yang masih berlangsung.&#13;
&#13;
Sementara Kyiv mengatakan tidak berniat mencaplok wilayah yang telah direbutnya, pasukan Ukraina sedang membangun garis pertahanan dan tampaknya mereka berniat untuk mempertahankan sebagian wilayah itu untuk beberapa waktu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita dapat yakin bahwa Putin akan melancarkan serangan balik untuk mencoba merebut kembali wilayah itu,&amp;quot; kata Cohen pada KTT Intelijen dan Keamanan Nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira harapan kami adalah bahwa itu akan menjadi pertarungan yang sulit bagi Rusia,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurut dia, Putin tidak hanya harus menghadapi kenyataan bahwa sekarang ada garis depan di wilayah Rusia yang harus dihadapinya.&#13;
&#13;
Dia juga harus menghadapi dampak di masyarakatnya sendiri bahwa mereka telah kehilangan sebagian wilayah Rusia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keberhasilan Ukraina di Kursk berpotensi mengubah dinamika konflik sedikit demi sedikit ke depannya,&amp;rdquo; lanjutnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Ukraina telah mengklaim telah merebut 100 permukiman dalam penyerbuannya ke wilayah Kursk Rusia, sedangkan pasukan Rusia terus bergerak maju di wilayah Donetsk timur.&#13;
&#13;
Cohen mengatakan bahwa Rusia telah memperoleh keuntungan tersebut dengan biaya yang luar biasa dalam hal pasukan dan peralatan. Termasuk mungkin atau tidak merebut kota pusat logistik utama Ukraina, Pokrovsk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun pada akhirnya, tidak satu pun dari hal tersebut yang mengubah permainan dalam arti strategis bagi Rusia,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
